Current Issue Maret 2018

Aplikasi Safe Travel Kemlu Diluncurkan Secara Resmi Oleh Menteri Luar Negeri

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) meluncurkan inovasi terbaru manfaatkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi dalam upaya melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri, yaitu berupa situs “http://www.peduliwni.go.id” dan memperluas aplikasi mobile ‘Safe Travel Kemlu’ yang sudah diluncurkan pada 2017 lalu menjadi multi-platform (android, iOS, web, dan media sosial).

“Secara garis besar, website peduli WNI lebih mengedepankan keamanan sehingga tidak dibuatkan mobile version-nya. Sedangkan aplikasi Safe Travel memiliki unsur fun, jadi perjalanan WNI akan aman dengan informasi yang ada sekaligus menyenangkan karena banyak fiturnya,” ungkap Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal.

Aplikasi Safe Travel Kemlu ini diluncurkan secara resmi oleh Menteri Luar Negeri, Retno L.P. Marsudi, pada puncak acara The Safe Travel Festival yang digelar di Central Park Mall Jakarta pada tanggal 14 April 2018. “Intinya adalah perlindungan WNI. Safe Travel dibuat karena negara ingin hadir untuk melindungi semua WNI. Sekarang negara hadir dalam genggaman”, ujar Menlu Retno dalam sambutannya. “Kita terus berinovasi dalam rangka perlindungan WNI. Safe Travel adalah inovasi terbaru. Ini adalah inovasi perlindungan WNI zaman now”, kata Menlu Retno.

Rangkaian acara The Safe Travel Festival dengan tema “Responsibly Fun” ini diselenggarakan selama lima hari (11-15 April 2018) dengan menampilkan berbagai kegiatan seperti talk show, experience booth, quiz, serta kompetisi foto dan vlog di akun media sosial. Aplikasi Safe Travel Kemlu diluncurkan pertama kali pada Januari 2017 dalam versi android (beta), dilatarbelakangi oleh kejadian gempa bumi di Nepal. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan bagi para WNI yang berada di Luar Negeri

Aplikasi ini tidak hanya dirancang dalam kondisi darurat tetapi juga dengan konsep aman dan menyenangkan, serta berisi informasi praktis yang diperlukan WNI. Dalam aplikasi yang dapat diunduh gratis ini, WNI bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai berbagai negara di dunia (termasuk tingkat keamanan dan kerawanan), informasi kontak Perwakilan RI (alamat, nomor telepon, faksimili, email, dan hotline), tata aturan hukum dan kebiasaan yang berlaku di masing-masing negara, mata uang setempat, tempat ibadah, lokasi wisata, informasi kuliner, serta infografis unik yang menghibur dan bisa menjadi bacaan saat perjalanan menuju lainnya yang dibutuhkan. Fitur penting lainnya adalah berupa tombol darurat (panic button).

Dalam keadaan darurat, WNI yang berada di luar negeri dapat menggunakan fitur tombol darurat untuk mengirim foto, merekam video, menghubungi Perwakilan RI terdekat dan mengirim lokasi kejadian. “Ini akan membuat WNI lebih aman,” ungkap Menlu Retno. Tentunya aplikasi ini sangat berguna, terutama bagi WNI yang akan berkunjung ke negara yang jarang dikunjungi. Aplikasi ini juga sangat membantu untuk merencanakan perjalanan dan mendapatkan bantuan perlindungan WNI di luar negeri.

Melalui inovasi ini, Kemlu berharap WNI yang sedang berada di luar negeri tidak akan merasa ‘sendiri’. Kemlu akan selalu mendampingi dalam memberi pelayanan dan perlindungan bagi WNI. Data Kemlu menunjukkan sebanyak 2.978.446 WNI berada di luar negeri. Dari jumlah tersebut, mayoritas sebesar 2.825.939 merupakan pekerja migran, sisanya terdiri atas pelajar dan Anak Buah Kapal (ABK). Sementara itu, sebanyak 18 juta WNI tercatat berpergian ke luar negeri untuk keperluan wisata, termasuk wisata religi (haji dan umroh).

Aplikasi Safe Travel Kemlu juga akan membuat perjalanan WNI menyenangkan dengan fitur-fitur yang khas seperti di media sosial, antara lain: Indonesian Nearby – Fitur ini menyediakan informasi mengenai WNI yang berada dekat lokasi anda saat berada di luar negeri. Melalui fitur ini, para WNI dapat berkenalan, mengobrol dan mengembangkan jaringan pertemanan untuk memperkuat komunitas WNI di luar negeri. Points dan Badges – Pengguna aplikasi dapat memperoleh points dan badges (lencana) sejak melakukan check in. Akan ada reward bagi pengguna yang mendapat poin dan lencana tertentu. Pengguna aplikasi Safe Travel juga dapat memajang foto selfie dan melakukan check in untuk diunggah di media sosial seperti Facebook sehingga bisa tetap eksis dengan teman-teman dunia maya. Melalui Safe Travel perjalanan akan menjadi aman, asyik dan nyaman serta tidak akan merasa kesepian saat berada di luar negeri.

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Maret 2018

Tabloid Maret 2018