Januari 2012

ASEAN Mewujudkan Unsur-Unsur Penting Partisipasi Demokrasi

ASEAN Mewujudkan Unsur-Unsur Penting Partisipasi Demokrasi
Haji Hassanal Bolkiah
Sultan Brunei Darussalam

Bali Democracy Forum IV diselenggarakan pada akhir tahun 2011 di mana Indonesia menjadi Ketua ASEAN yang sangat aktif, dan saya ingin menyampaikan penghargaan yang besar atas kepemimpinan Indonesia tersebut.

Presiden SBY telah terus-menerus menekankan bahwa kita adalah bagian dari dunia modern dan bahwa kita perlu untuk merespon secara positif tantangan dan tuntutan yang ada. Masyarakat Brunei Darussalam menyambut baik hal ini. Selama dua puluh tujuh tahun, ASEAN telah menjadi pintu gerbang bagi rakyat kita untuk menuju dunia di luar pantai dan daratan kita. Sebagai hasilnya, kami sama sekali tidak merasa terisolasi atau tidak dikenal. Asosiasi kita telah membantu kami dan tetangga-tetangga kami untuk berbagi tujuan regional dan identitas internasional.

Dengan cara ini, kami percaya bahwa secara keseluruhan ASEAN mewujudkan unsur-unsur penting “partisipasi demokratis”, dan dengan cara ini pula kemudian merespon suara-suara sebagaimana dimaksud dalam tema kita hari ini. Oleh karena itu kami mendukung penuh proyek ASEAN yang sangat penting, yaitu membangun “komunitas” kawasan yang lebih luas. Kami melihat ini sebagai perpanjangan dari visi para pendiri ASEAN, dan sejalan dengan nilai-nilai yang kami hargai di Brunei Darussalam.

Dengan warisan bersama – saling menghormati, niat baik terhadap semua, dan saling mendukungan satu sama lain – ini merupakan sebuah blok bangunan untuk komunitas masa depan, yang akan membentuk tempat tinggal yang ideal bagi keluarga besar regional kita, dimana rakyat kita dapat mengembangkan kemampuan, keterampilan, bakat dan kepercayaan diri mereka untuk menghadapi masa depan.

Waktu bergerak tanpa henti dan dunia kita tunduk pada perubahan yang terjadi terus-menerus. Setiap generasi baru bergerak untuk beradaptasi dengan realitas akibat perubahan.

Tapi seperti yang telah kita pelajari sepanjang 2011, proses perubahan itu sendiri telah mengalami transformasi. Hal ini tidak lagi sebuah proses yang dapat diprediksi secara sederhana pada setiap dekade melainkan setiap tahun. Ini terjadi begitu saja, kadang-kadang hanya dalam semalam, dan itu adalah kecepatan dan kekuatan dari proses perubahan modern yang dapat mengguncang kepercayaan rakyat kita terhadap masa depan mereka.

Hal ini dihasilkan oleh dinamika yang sangat kuat, bahwa kami datang dengan label Kekuatan Pasar, Keamanan Energi, Keamanan Pangan, Bencana Alam, Perubahan Iklim dan Pandemi Kesehatan. Suatu saat, visi kita tentang keamanan kawasan, tampaknya mungkin akan dikepung oleh kekuatan-kekuatan tersebut.

Tugas kita sebagai pemimpin dan pemerintah, tentu saja, adalah untuk melindungi itu dan siapapun yang berada di dalamnya. Namun demikian sangat sulit untuk melakukan intervensi secara efektif di dalam proses di mana kita, sebagai masing-masing negara, hanya memiliki kontrol yang sangat kecil.

Tahun lalu, kita melihat pendekatan yang berbeda dalam merespon seruan perubahan di seluruh dunia. Beberapa negara masih sangat konservatif. Mengklaim membuang masa lalu, dan hasilnya adalah kekacauan sosial. Beberapa negara lainnya lebih revolusioner, menyerukan perubahan langsung terhadap status quo pemerintah dan sistem mereka. Sementara lainnya lebih liberal dengan menyerukan perubahan secara bertahap dan melalui jalan tengah.

Tapi, sebagaimana kita semua telah melihat, bahwa respon yang terpecah-belah adalah suatu masalah. Konservatisme seringkali menyebabkan terjadinya konfrontasi. Revolusi menciptakan pergolakan sosial. Liberalisme mendorong perpecahan politik.

Sebaliknya, kita beralih ke “partisipasi” sebagaimana dinyatakan dalam tema kita hari ini. Dengan partisipasi ini, saya ingin bekerja bersama, baik secara individu dengan masing-masing negara, dan juga sebagai mitra dalam asosiasi regional kita. Dengan cara ini, kita berupaya untuk mengatasi tugas praktis kita menerjemahkan visi tentang komunitas kawasan menjadi suatu realitas yang dapat melindungi rakyat kita, serta harapan dan impian mereka.

Kita perlu meningkatkan keyakinan di masa depan bagi setiap keluarga dan individu. Kita harus memelihara rasa hormat, niat baik dan kejujuran terhadap satu sama lain. Dan, dalam istilah praktisnya, itu berarti memastikan bahwa ada perumahan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, keamanan dalam segala bentuknya, dan peluang hidup bagi semua.

Hanya dengan cara ini, kami percaya, rakyat kita dapat ambil bagian dalam berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar mereka dengan pemahaman dan kepercayaan diri. Alternatifnya, adalah menyaksikan semua yang telah kita capai dihancurkan oleh kecepatan dan kekuatan perubahan, ditinggalkan komunitas dan rakyat kita sebagai anggota masyarakat global yang tidak dikenal, dimana mereka hanya memiliki sedikit peran pribadi.

Membiarkan hal ini terjadi, itu berarti menolak masa lalu rakyat kita, menyerah pada tantangan masa kini dan pengkhianatan terhadap masa depan mereka.[]  
(Sumber : Paparan BDF IV, Nusa Dua, Bali 8-9 /12)
 

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Don`t copy text!