Januari 2018 Preivous Issue

BDF Ke-10 Libatkan Kalangan Muda

bali democracy forum

Mahasiswa dan pemuda merupakan calon penerus bangsa, penerus cita-cita perjuangan negara dan pengemban mandat untuk memajukan bangsa. Namun hal ini sering kurang diresapi secara baik, bahkan oleh para mahasiswa dan pemuda itu sendiri. Peran pemuda dan mahasiswa kerap tidak dipandang serius, meski sejarah perjuangan kemerdekaan di Rengas Dengklok telah membuktikan sebaliknya. Untuk kembali meningkatkan kesadaran pemuda dan mahasiswa mengenai signifikansi eksistensi mereka bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam kaitan dengan proses politik di dalam negeri, maka Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan Bali Democracy Students Conference (BDSC), di Serpong, Banten, pada tanggal 7-8 Desember 2017.

BDSC ini diselenggarakan bersamaan dengan pelaksanaan Bali Democracy Forum (BDF) ke-10, dimana para peserta BDSC juga berkesempatan untuk mendengarkan pidato dan berfoto bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sejumlah 151 mahasiswa dari 61 negara saling berbagi pengalaman tentang demokrasi di negara masing-masing dengan harapan dapat memperkaya wawasan tentang proses politik di berbagai negara. Pada kesempatan BDSC ini, para mahasiswa juga saling bertukar pikiran tentang kontribusi nyata bagi demokrasi

Di bagian akhir konferensi, delegasi BDSC menyampaikan kesimpulan yang dituangkan dalam Voice of the Youth, yaitu mengenai perlunya meningkatkan awareness dan keterlibatan aktif para mahasiswa dalam proses demokrasi, baik pada tataran nasional maupun pada tingkatan global. Para delegasi juga menyebutkan perlunya para mahasiswa untuk tetap tanggap terhadap tren dan dinamika masyarakat, serta kritis terhadap kebijakan yang dapat mempengaruhi masyarakat luas. Selain itu, para delegasi juga menghimbau agar mahasiswa menggunakan setiap saluran yang tersedia untuk menyuarakan pandangan atau saran untuk kebaikan rakyat.

Pada tataran praktis diantaranya para mahasiswa dihimbau untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum. Mengamati prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik dalam setiap aspek kehidupan pemerintahan, untuk memastikan bahwa pemerintah melayani kepentingan terbaik rakyatnya, secara transparan, inklusif dan akuntabel. Digarisbawahi bahwa kegagalan terhadap hal ini akan menyebabkan hilangnya minat, jika tidak bersikap apatis, terhadap rakyatnya, terutama kaum muda, terhadap pemerintah dan proses demokrasi. Para mahasiswa menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Indonesia atas penyelenggaraan BDSC dan mengharapkan berlanjutnya penyelenggaraan BDSC di tahun-tahun berikutnya.

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Maret 2018

Tabloid Maret 2018