Current Issue Juni 2022

BERAGAM TANTANGAN PELINDUNGAN WNI SELAMA PANDEMI

Pandemi menghadirkan tantangan tersendiri bagi pelindungan WNI. Direktorat Pelindungan WNI Kemlu RI menegaskan bahwa mesin pelindungan terus diperkuat untuk membantu WNI yang berada di luar negeri. Jika di awal 2020 evakuasi Wuhan menghadirkan tantangan yang sangat tinggi, maka di tahun 2021 evakuasi dari Kabul juga memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi.

Pada tahun 2021, 33 orang (26 WNI dan 7 WNA) dievakuasi dari Kabul. Lebih dari 73.000 orang difasilitasi repatriasi, terma-suk 1.300 ABK. Hampir 240 ribu bantuan sembako disalurkan, kemudian 7 WNI dibebaskan dari hukuman mati. Lalu, 4 WNI dibebaskan dari penyanderaan, kemudian lebih dari Rp179,3 miliar hak finansial diselamatkan,

serta fasilitas pemberian vaksin bagi 88.637 WNI diberikan di berbagai kawasan dunia.

Pemerintah juga memperkuat sistem pelindungan baik dalam penguatan infrastruktur hingga pembentukan kerja sama bilateral maupun norm setting di level multilateral. Untuk tahun 2022, dengan kompleksitas kasus pelindungan yang tinggi, maka fokus utama diplomasi pelindungan akan diberikan dengan sejumlah fokus. Pertama, percepatan transformasi digital melalui penguatan Integrated Data Operating Centre (IDOC) untuk mengelola Big Data tentang pelindungan.

Kemudian, Integrasi Aplikasi Safe Travel dengan Aplikasi PeduliLindungi guna meningkatkan rasa aman pada saat WNI bepergian di masa pandemi. Ini menjadi bagian dari pembangunan data awal pemilih luar negeri untuk Pemilu 2024. Kedua, Kemlu RI akan meningkatkan infrastruktur dan SDM pelindungan melalui pembangunan Indonesian Seafarers’ Corner di Busan,Korea Selatan. Ikhtiar ini diiringi peningkatan kualitas infrastruktur dan tata kelola shelter di Perwakilan RI. Selain itu, dilakukan juga penguatan kapasitas diplomat responsif gender.

Ketiga, pengembangan kerangka hukum dan kerja sama di tingkat nasional maupun internasional melalui MoU integrasi sistem informasi antar Kementerian/Lembaga, Mou Penempatan dan Pelindungan PMI, Finalisasi Guidelines IMO-ILO untuk penanganan kasus penelantaran pelaut, dan perkuatan standar pelindungan pekerja migran dalam kerangka PBB.

Don`t copy text!