Current Issue Maret 2018

BSBI 2018 Diikuti 72 Peserta dari 44 Negara

Tahun ini Kementerian Luar Negeri RI membuka program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) ke16. Acara pembukaan dilakukan pada 28 Maret 2018 di Gedung Pancasila, Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Program tahunan ini diikuti sebanyak 72 peserta dari 44 negara termasuk 5 peserta Indonesia dan lima negara baru yang pertama kali berpartisipasi yaitu Ghana, Bangladesh, Benin, Bosnia-Herzegovina, dan Jordania.

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir, program BSBI telah berjalan dengan sukses sejak diselenggarakan pertama kali pada 2003. Hal ini mendorong Indonesia untuk menambah jumlah negara peserta agar bisa berpartisipasi dalam program BSBI 2018. Dengan penambahan ini, maka sudah sebanyak 848 alumni dari 74 negara yang dirangkul Indonesia untuk mengikuti program BSBI ini. BSBI adalah program yang diselenggarakan pemerintah Indonesia untuk merangkul generasi muda di seluruh dunia karena masa depan dunia berada di tangan para generasi muda. Program ini sejalan dengan misi Presiden Indonesia pertama, Sukarno.

“Di dunia yang penuh diskriminasi dan kebencian, Indonesia hadir menawarkan inisiatif melalui program BSBI yang memanfaatkan peran generasi muda. Kita butuh sarana penjembatan. Melalui beasiswa ini, kami membawa para peserta untuk mempelajari Indonesia lebih dalam,” kata Wamenlu A.M. Fachir. Lebih lanjut Wamenlu mengatakan, bahwa selain menyediakan program BSBI, Indonesia juga menawarkan banyak forum yang menyasar kepada generasi muda, di antaranya Bali Democracy Student Conference (BDSC), yang merupakan wadah bagi kalangan muda untuk bersuara. Sedangkan untuk program beasiswa jangka panjang, Indonesia menyediakan Beasiswa Darmasiswa. Program paket beasiswa tersebut dibangun untuk menjembatani perbedaan serta menciptakan harmoni dan sikap saling menyayangi. Sedangkan melalui BSBI, Indonesia ingin memperlihatkan bagaimana cara masyarakat Indonesia hidup dalam perbedaan budaya dan agama.

Sementara itu, Direktur Diplomasi Publik Kemlu, Azis Nurwahyudi menyampaikan bahwa program BSBI telah membawa manfaat besar bagi Indonesia. BSBI bukanlah ajang piknik gratis bagi para peserta, karena dalam program ini semua peserta tinggal di sanggar-sanggar untuk mempelajari budaya, seni, dan berbagai hal mengenai Indonesia. BSBI telah menyebabkan terbentuknya sanggar tari “Bidadari” di Serbia, adanya 53 alumnus BSBI di Fiji, adanya yayasan ‘Kintari’ di Republik Czech yang mempromosikan Indonesia, dan di Suriname, ada alumnus BSBI yang membuka salon rias pengantin Jawa. “Semua itu adalah kontribusi dari para alumni program BSBI ini. Mereka membantu mempromosikan seni dan budaya Indonesia yang diajarkan selama program di negara asal mereka  masing-masing” kata Azis Nurwahyudi. Kemlu dan kantor-kantor perwakilan Indonesia di luar negeri mempromosikan program BSBI melalui media sosial, kuliah umum, dan promosi ke kampus-kampus. Pada tahun ini ada sebanyak 408 pelamar yang mengikuti proses seleksi untuk menjadi peserta, namun hanya sebanyak 72 pelamar saja yang terpilih. Selanjutnya mereka akan di bagi menjadi enam kelompok dan tinggal di sanggarsanggar yang berada di Yogyakarta, Banyuwangi, Padang, Bali, Makassar, dan Kutai Kartanegara selama tiga bulan untuk belajar mengenai seni dan budaya Indonesia.[]

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Maret 2018

Tabloid Maret 2018