Current Issue Juni 2022

CAPAIAN KINERJA 2021 Dari Pembebasan Hukuman Mati Hingga Pelepasan Penyanderaan Oleh Kelompok Bersenjata

Semakin berkembangnya isu-isu sosial akibat perkembangan yang pesat teknologi transportasi dan informasi ikut mendorong peningkatan pergerakan manusia di luar negeri. Hal ini mengakibatkan jenis kasus WNI di luar negeri yang ditangani pemerintah lebih beragam dan semakin kompleks. Selain itu tuntutan dari masyarakat untuk tindakan respon cepat, transparan, profesional, dan akuntabel semakin meningkat. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai pemangku kepentingan, tetapi juga sebagai auditor sekaligus penilai dari kinerja jajaran pemerintah.

Capaian kinerja penyelesaian kasus paling rendah tercatat pada tahun 2020, yaitu 88,35%. Itupun disebabkan jumlah kasus yang dihadapi pada tahun 2020 merupakan anomali akibat pandemi global COVID-19. Ini berbeda dengan capaian kinerja tahun berikutnya, yakni pada 2021.

Sepanjang tahun kemarin, banyak hal telah dilakukan Direktorat PWNI Kemlu RI, di antaranya sebagai beri-kut:

  1. Sebanyak 26.173 kasus telah diselesaikan dari total 29.233 kasus yang ditangani.
  2. Terbebasnya 7 orang WNI terancam hukuman mati dan diturunkannya hukuman bagi 5 orang WNI terancam hukuman mati yaitu WNI yang berada di Malaysia, Arab Saudi, Singapura, dan Suriah. Masih terdapat 205 sisa kasus yang tengah ditangani yang tersebar di berbagai negara, yaitu 189 kasus di Malaysia, 5 kasus di Arab Saudi, 4 kasus di Persatuan Emirat Arab, 3 kasus di Laos, 2 kasus di RRT, dan masing-masing 1 kasus di Myanmar dan Vietnam.
  3. Pengembalian hak-hak finansial WNI di luar negeri (sisa gaji, asuransi, diyat, dll) 179.374.605.591 Rupiah.
  4. Fasilitasi pemulangan 75.591 WNI dengan rincian : 69.688 repatriasi dari Malaysia, 4.463 repatriasi mandiri, dan 1.440 ABK.
  5. Pemberian sebanyak 236.148 paket bantuan kepada WNI di luar negeri yang terdampak COVID-19, khususnya di Malaysia yang masih menerapkan movement control order atau pembatasan sosial.
  6. Pembebasan 4 orang WNI dari penyanderaan dari kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina. Hal ini menandai tidak adanya lagi WNI yang disandera di luar negeri. Adapun total jumlah korban penyanderaan WNI di luar negeri hingga Desember 2021 adalah 54 orang dengan rincian 44 di Filipina, 4 di Somalia, 3 di Rep. Kongo, dan 3 di Gabon. Data ini termasuk di antaranya 2 orang tewas di Filipina.
  7. Evakuasi 33 orang dari Kabul, Afghanistan yang terdiri atas 26 WNI dan 7 WNA.
  8. Penyelesaian 1.157 dari 1.202 kasus yang ditangani pada anak buah kapal (ABK) dari 285 kapal dengan 21 flag states. Penanganan tersebut termasuk pemulangan untuk 38 jenazah ABK yang meninggal dunia di tahun 2021.
  9. Penyelenggaraan dan partisipasi 412 (empat ratus dua belas) pejabat dan staf Kemlu, 276 (dua ratus tujuh puluh enam) pejabat dan staf Perwakilan RI, dan 19 (sembilan belas) pejabat dan staf Kementerian/Lembaga Teknis pada pelatihan dan bimbingan teknis(bimtek) yang diselenggarakan Direktorat Pelindungan WNI.
  10. Telah terverifikasinya 88.894 data WNI di luar negeri pada Portal Peduli WNI.
  11. Telah diterbitkannya Keputusan Menteri Luar Negeri No. 8 Tahun 2021 tentang Panduan Penggunaan Anggaran Pelindungan Warga Negara Indonesia untuk Penanganan Pandemi COVID-19 yang merupakan kerja sama Direktorat Pelindungan WNI dan Biro Keuangan.
  12. Setelah diluncurkan pada tahun 2018, aplikasi perjalanan Safe Travel dapat diakses oleh seluruhpengguna telepon genggam berbasis Android dan iOS. Aplikasi tersebut telah diunduh sebanyak 93.493 kali, dengan rincian 70.900 unduhan di platform Android dan 22.593 unduhan di platform iOS. Pengguna telah melaporkan perjalanan mereka ke luar negeri pada tahun 2018 sebanyak 4.320 laporan, pada tahun 2019 sebanyak 6.421, pada tahun 2020 sebanyak 2.599 laporan, dan pada tahun 2021 sebanyak 515 laporan.

Berbagai fitur pengembangan seperti panic button telah digu-nakan oleh WNI di luar negeri dan berhasil menyelamatkan lebih dari 40 WNI yang bermasalah termasuk ABK korban TPPO pada tahun 2019. Pada tahun 2020 aplikasi Safe Travel juga mengembangkan fitur laman khusus COVID -19 yang berisi kebijakan terkait pencegahan dan penanggulangan COVID -19 negara2 di dunia yang dapat berdampak kepada WNI yang akan berangkat atau sedang berada di luar negeri.

Berbagai capaian dan kemajuan dalam ikhtiar melindungi WNI di luar negeri tersebut tidak membuat pemerintah, dalam hal ini Direktorat PWNI Kemlu RI berpuas diri. Komitmen utamanya adalah selalu memberikan pelayanan terbaik semata-mata untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa kita di luar negeri, serta selalu berusaha seoptimal mungkin melakukan peningkatan penyelesaian kasus-kasus yang masih tersisa. Tentu dengan belajar dan mengambil pengalaman dari hambatan-hambatan yang selama ini melingkupi.[]

Don`t copy text!