Catatan Redaksi

Catatan Redaksi Edisi 15 Maret – 14 April 2018

Pembaca Tabloid Diplomasi yang Budiman, Edisi ke 113 kali ini akan mengupas tentang penyelenggaraan Africa-Indonesia Forum (IAF) 2018, yang telah dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada tanggal 10 April 2018. “Indonesia-Africa Forum adalah perwujudan komitmen Indonesia dan negara-negara Afrika untuk maju dan sejahtera bersama, serta menjadi forum pertama, dimana Afrika dan Indonesia dapat bertemu dan bahas kerja sama konkret yang libatkan berbagai pemangku kepentingan. IAF 2018 yang baru pertama kali digelar ini mengusung tema “Developing Sustainable Economic and Investment Cooperation”.

Forum ini diikuti sekitar 500 peserta dari 46 negara Afrika, Organisasi Internasional, dan Development partners. Dari Indonesia, hadir sekitar 200 peserta dari pihak pemerintah, swasta, dan pelaku bisnis/pengusaha. Pertemuan dibuka secara resmi oleh Wapres RI, Jusuf Kalla dan turut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri, Menko Kemaritiman, dan Menteri Perdagangan. Dalam Panel Discussions, yang bertemakan “Policy Makers’ Perspective”, Menteri Luar Negeri, Menko Kemaritiman, Menteri Keuangan dan Menteri Kominfo hadir sebagai narasumber/panelis.

Selain itu, edisi ini juga menyorot pidato dan debat terbuka Menlu RI pada tanggal 28 Maret 2018 di Dewan Keamanan PBB bertajuk “Collective Action to Improve UN Peacekeeping Operations”, di hadapan 15 Anggota Dewan Keamanan (DK) PBB dan seluruh peserta debat, di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. Sebagai koordinator ASEAN untuk DK-PBB, Menlu Retno menyampaikan pidato atas nama ASEAN dan juga Indonesia.  Selain itu, pada tahun tahun ini Kementerian Luar Negeri RI membuka program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) ke-16. Acara pembukaan dilakukan pada 28 Maret 2018 di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Programtahunan ini diikuti sebanyak 72 peserta dari 44 negara Eropa, Asia-Pasifik, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan lima negara peserta baru yaitu Ghana, Bangladesh, Benin, Bosnia-Herzegovina, dan Jordania. Program BSBI telah berjalan dengan sukses sejak diselenggarakan pertama kali pada 2003. Hal ini mendorong Indonesia untuk menambah jumlah negara peserta agar bisa berpartisipasi dalam program BSBI
2018. Dengan penambahan ini, maka sudah sebanyak 69 negara yang dirangkul Indonesia untuk mengikuti program BSBI ini. Selanjutnya, redaksi juga menyorot mengenai launching portal “Safe Travel”. yang diluncurkan oleh Kementerian Luar Negeri. Peluncuran portal “Safe Travel” ini merupakan inovasi terbaru dalam upaya
melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Situs www.peduliwni.kemlu. go.id memperluas aplikasi mobile ‘Safe Travel Kemlu’ yang sudah diluncurkan pada 2017 lalu menjadi multi-platform (android, iOS, web, dan media sosial). “Secara garis besar, website peduli WNI lebih mengedepankan keamanan sehingga tidak dibuatkan mobile version-nya. Sedangkan aplikasi Safe Travel memiliki unsur fun, jadi perjalanan WNI akan aman dengan informasi yang ada sekaligus menyenangkan karena banyak fiturnya.[]

Selamat membaca, salam diplomasi.

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Maret 2018

Tabloid Maret 2018