Current Issue Juni 2022

CERITA DI BALIK EVAKUASI WNI DARI UKRAINA

Menyikapi ketegangan antara Rusia dan Ukraina, KBRI Kyiv dan Direktorat PWNI Kemlu RI sejak Desember 2021 telah menyelenggarakan serangkaian pertemuan untuk menyusun Rencana Kontingensi Pelindungan WNI di Ukraina. Secara bertahap, pada 22 Februari 2022, Dubes RI di Kyiv telah menetapkan status Siaga III sesuai dengan parameter yang disusun dalam Rencana Kontingensi.

Pada 24 Februari 2022, Dubes RI kembali menetapkan status Siaga I untuk eskalasi situasi yang terjadi di Ukraina. Pada saat yang sama, Pasukan Rusia melancarkan serangan ke Ibu Kota Ukraina, sementara Kyiv dan Pemerintah Ukraina menetapkan state of emergency.

Merespon situasi tersebut, KBRI Kyiv segera melaksanakan ekstraksi WNI dan mengumpulkan WNI sementara di beberapa safe house di 3 titik kumpul, yakni Kyiv (KBRI Kyiv), Odessa (Hotel), Lviv (rumah milik WNI). WNI bergerak mandiri maupun atas penjemputan KBRI Kyiv.

Pergerakan WNI keluar dari Ukraina dari masing-masing titik kumpul, difasilitasi oleh Perwakilan RI yang berbeda. Evakuasi WNI dari titik kumpul Kyiv dilaksanakan oleh KBRI Kyiv, sementara evakuasi WNI dari titik kumpul Odessa dilaksanakan oleh KBRI Bucharest, dan evakuasi WNI dari titik kumpul Lviv dilaksanakan oleh KBRI Warsawa. Total pada 28 Februari 2022, Pemerintah Indonesia berhasil mengevakuasi 99 WNI dan 5 WNA dari Ukraina.

Pada data awal KBRI Kyiv, terdapat 122 WNI yang sebagian besar berada di Kyiv, sedangkan sebagian lainnya terpencar di berbagai daerah. Dalam rencana, disepakati bahwa seluruh WNI akan berkumpul di Kyiv untuk selanjutnya dievakuasi melalui Lviv menuju ke Polandia. Sejalan dengan upaya untuk mengekstraksi WNI dimaksud, pemerintah terus mendapatkan pengaduan lain dari WNI yang tidak lapor diri sebelumnya. Jumlah akhir, terdapat 165 WNI yang berada di Ukraina.

Penjemputan dengan Pesawat Charter

Pada 2 Maret 2022, Tim Penjemput yang terdiri atas unsur Kementerian Luar Negeri, TNI, dan BIN berangkat ke Bucharest, Rumania, dengan Pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 7730. Pesawat tiba pada 2 Maret 2022 pukul 15.10 LT dan berangkat kembali ke Indonesia pada pukul 20.23 LT dengan membawa 80 WNI dan 3 WNA. Tim Penjemput dan peserta evakuasi tiba di Indonesia pada 3 Maret 2022 pukul 17.00 WIB.

Pada saat itu, tidak seluruh WNI yang dievakuasi keluar dari Ukraina ikut kembali ke Indonesia menggunakan pesawat charter. Ada 12 orang WNI (dan 1 orang guardian pendamping) tidak ikut penerbangan karena positif COVID-19, sedangkan sebagian lagi ada yang kembali ke tempat domisili baik untuk tujuan bekerja ataupun studi.

Evakuasi Susulan

Pasca kepulangan WNI, sepanjang tanggal 3-18 Maret 2022, pemerintah masih melaksanakan evakuasi WNI susulan dalam jumlah yang lebih kecil. Terdapat total 20 WNI dan 1 WNA yang berpartisipasi dalam evakuasi susulan dimaksud. Selain dari WNI yang masih belum dapat keluar karena wilayahnya masih menjadi lokasi pertempuran (Chernihiv dan Kharkiv), terdapat beberapa WNI yang sebelumnya sudah menandatangani SPTJM namun memutuskan kembali ke Indonesia (5 kasus). Lebih lanjut, terdapat 2 WNI lain yang baru lapor diri pascaevakuasi dengan pesawat charter

Evakuasi dilaksanakan oleh KBRI Kyiv dibantu oleh Tim Aju Pusat dan KBRI Warsawa. Tim gabungan dimaksud membentuk Safe House di Kota Lviv (Ukraina bagian barat) untuk menampung sementara WNI yang datang sebelum dievakuasi melalui Ukraina. Evakuasi 9 WNI dari Chernihiv memiliki tingkat kesulitan dan risiko yang cukup tinggi mengingat wilayah Chernihiv tepat menjadi lokasi pertempuran antara Pasukan Rusia yang berusaha masuk dari Utara dengan territorial defense Pasukan Ukraina.

WNI dari Chernihiv dijemput dari lokasi tempat kerja menuju ke bunker umum pada 14 Maret 2022, sebelum dievakuasi ke Lviv pada 17-18 Ma-ret 2022. Tim Aju Pusat dan WNI tiba kembali ke Indonesia pada 21 Maret 2022. Walhasil,  pemerintah  telah  berhasil  mengevakuasi 133 WNI dan 6 WN Ukraina dalam evakuasi yang dilakukan sejak 28 Februari – 18 Maret 2022. Terdapat 23 WNI yang memutuskan untuk tetap berada di Ukraina. Proses evakuasi berhasil dilaksanakan atas kerjasama lintas Kementerian/ Lembaga K/L di Pusat, serta lintas Perwakilan RI, yakni KBRI Kyiv, KBRI Bucharest, KBRI Bratislava, KBRI Budapest, KBRI Moskow, dan KBRI Warsawa.

Menlu RI Retno Marsudi bahkan mengakui proses evakuasi sangat tidak mudah. “Setiap hari, selama kurang lebih 22 hari, upaya untuk mengevakuasi para WNI dari Chernihiv terus dilakukan. Berbagai skenario dan jalur evakuasi yang kita buat terus perlu dilakukan adjustment hampir setiap hari. Tentunya adjustment ini dilakukan karena situasi lapangan yang terus berubah,” ujarnya. Alhamdulillah. Setelah pengalaman hidup mati evakuasi WNI dari Kabul, Afghanistan beberapa waktu lalu, kini evakuasi WNI di Ukraina pun berhasil dilakukan dengan gemilang. []

Don`t copy text!