NEWS FLASH
Print E-mail
Edisi - Agustus 2011
Saturday, 13 August 2011 20:30

Peserta BSBI Merasa Bangga Dengan Indonesia

Diaztiarni Azhar
Pimpinan Studio Tydif, Surabaya.

Program BSBI ini merupakan program Kemlu RI yang bertujuan untuk membangun hubungan diplomatik antar negara melalui seni budaya. Jadi artinya, para siswa asing tersebut menerima beasiswa untuk mempelajari seni budaya negara kita dalam berbagai bidang. Kami disini berupaya mengajarkan dan memperkenalkan seni budaya yang ada di Jawa Timur kepada mereka. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah kami juga mengajarkan Bahasa Indonesia kepada para siswa asing peserta BSBI tersebut. Pelajaran Bahasa Indonesia ini kami anggap penting, karena untuk kelancaran dan juga pemahaman para peserta terhadap materi pelajaran seni budaya yang kami berikan kepada mereka.

Ada delapan jenis seni budaya Jawa Timur yang dipelajari oleh para peserta BSBI yang ditempatkan di Studio Tydif, diantaranya berupa tarian tradisional, musik gamelan Jawa Timur, seni lukis Batik, dan seni ukir topeng. Dan seluruh peserta sangat antusias dan bersemangat dalam mempelajari seni dan budaya Indonesia ini.

Cukup banyak peserta yang ingin tinggal lebih lama di Indonesia, dan bahkan ingin menikah dengan orang Indonesia. Umumnya mereka ingin mempelajari lebih banyak dan lebih dalam mengenai Bahasa dan seni budaya yang ada di Indonesia. Para peserta asing ini ternyata sangat bangga terhadap Indonesia.

Tahun ini Studio Tydif menerima 12 peserta BSBI, diantaranya berasal dari Jepang, Tiongkok, Suriname, Timor Leste, Solomon, Samoa, Austria, Afrika Selatan dan Italia. Disamping mempelajari seni tari, kerajinan tangan, batik, dan Bahasa Indonesia, para peserta juga diwajibkan untuk mempelajari budaya keseharian masyarakat Surabaya dan Jawa Timur. Tujuan dari program pembelajaran ini, yang terpenting adalah pemahaman mereka tentang betapa ramahnya negeri ini, memiliki banyak kesenian, kebudayaan dan kekayaan alam yang indah.

Seperti tahun lalu, sebelum tampil di pagelaran Indonesia Channel, para peserta BSBI di Studio Tydif juga diwajibkan untuk menampilkan keterampilan yang mereka pelajari selama tinggal di Kota Surabaya. Ini adalah semacam pertanggungjawaban bagi para peserta BSBI untuk mempertontonkan apa yang telah berhasil mereka pelajari tentang seni, tradisi dan budaya Jawa Timur termasuk Surabaya.

Penampilan perdana mereka digelar di hadapan sejumlah tamu di Surabaya Plaza Hotel dengan menampilkan dua tarian, yaitu Tari Remo danTari Surabaya Sparkling. Penampilan mereka ternyata tidak mengecewakan dan mendapat sambutan hangat penonton.[]