NEWS FLASH
Print E-mail
2016 Agustus - 2016 Diplomasi Agustus
Monday, 28 November 2016 08:20

Program BSBI akan mengoptimalkan people-to-people contact

Dra. Diaztiarni                                                                                                                            

Ketua Studio Tydif

Tahun ini Studio Tydif Surabaya kembali kedatangan 12 mahasiswa asing peserta program BSBI 2016 yang berasal dari Slovenia, Moldova, Timor Leste, Filipina, India, Fiji, Laos, Kazakh stan, Papua Nugini, Thailand dan Korea Selatan.  Para peserta BSBI 2016 ini diterima secara resmi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, dalam hal ini oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, di Balai Kota Surabaya pada 16 Mei 2016.

Studio kami kembali menjadi salah satu sanggar seni budaya yang menjadi mitra Kemlu RI dalam pelaksanaan program BSBI 2016 untuk mengenalkan budaya Jawa Timur, khususnya di bidang tarian dan musik tradisional.Selain belajar musik dan tari tradisional, para peserta program BSBI juga belajar Bahasa Indonesia di Universitas Widjaya Kusuma (UWK) dan belajar membatik di Rumah Batik Jawa Timur. Selain itu, para peserta juga diperkenalkan dengan budaya-budaya, wisata dan kostum daerah yang ada di Jawa Timur. Seperti misalnya berkunjung ke sanggar seni Putra Meonk di Kota Gerbang Salam, Pamekasan untuk belajar mengenai seni dan kebudayaan Madura.

Kebetulan pelaksanaan program BSBI 2016 ini bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-723, dimana Pemkot Surabaya mengadakan berbagai macam kegiatan seni budaya, diantaranya Culture Parade and Flower (Pawai Budaya dan Bunga) yang digelar pada 22 Mei dan Festival Rujak Uleg pada 29 Mei, sehingga para peserta BSBI 2016 juga turut dilibatkan dalam acara tersebut.

Program BSBI ini tentunya akan meningkatkan dan meng-optimalkan people-to-people contact melalui pendekatan seni budaya yang merupakan alat diplomasi yang bebas dari kepentingan politik dan ekonomi tapi cukup berdampak besar pada hubungan antar negara.