NEWS FLASH
Print E-mail
2016 Agustus - 2016 Diplomasi Agustus
Monday, 28 November 2016 08:24

Apa Kata Mereka

Usai menyaksikan pagelaran seni budaya Indonesia Channel 2016 yang dipersembahkan oleh para peserta BSBI 2016 di Teater Besar TIM Jakarta pada 18 Agustus 2016 malam, para penonton yang umumnya adalah para mahasiswa dan remaja warga DKI Jakarta menyatakan kekagumannya, tidak saja terhadap penampilan para peserta BSBI tetapi juga terhadap program yang dilaksanakan oleh Kemlu RI tersebut.

Selain menyampaikan tanggapan yang positif, pada umumnya para penonton juga tersentak kesadarannya terhadap begitu indah dan kayanya seni budaya Indonesia yang mereka miliki. Tak pelak program BSBI dan pagelaran Indonesia Channel pun membangkitkan kebanggaan dan semangat para penonton untuk melestarikan dan mempromosikannya ke manca negara.

Nola

Mahasiswa Universitas Budiluhur, Jakarta

Acaranya bagus banget, kita jadi lebih tahu bahwa ternyata kebudayaan Indonesia itu begitu sangat beragam. Penampilan peserta BSBI ini juga sangat bagus, sehingga kita kagum terhadap mereka. Kalau ‘orang bule’ aja mau mempelajari kesenian dan budaya bangsa kita, lantas kenapa kita sendiri tidak?

Untuk itu kita harus memulainya dari diri kita sendiri, dan tidak usah muluk-muluk dengan membuat acara yang besar seperti ini, tetapi adalah bagaimana kita bisa mengetahui ada berapa provinsi di Indonesia. Kita bisa mulai dari daerah kita sendiri dulu, seperti saya misalnya yang berasal dari Jawa, maka saya harus tahu apa saja seni dan kebudayaan Jawa itu.

Saya kira dalam keadaan sekarang ini dimana keberadaan sanggar seni sudah semakin berkurang, maka kita harus memulainya dari diri sendiri dengan menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan seni budaya yang kita miliki. Selanjutnya kita berusaha memperkenalkan seni budaya Indonesia, misalnya melalui media sosial, karena sekarang ini teknologi informasi sudah canggih.

Kita bisa memanfaatkan media sosial atau media massa dengan mencantumkan sanggar-sanggar seni budaya yang ada di Indonesia sehingga orang menjadi tahu keberadaan sanggar-sanggar tersebut ada dimana dan kemudian siapa-siapa saja dan apa saja yang ada di sanggar tersebut.

Berikutnya bisa dibantu dengan mengadakan festival seni budaya antar universitas atau antar sekolah yang dipublikasikan secara luas. Sehingga dengan demikian orang luar bisa melihat dan mengetahui. Dalam hal ini peran media menjadi penting. Media itu jangan cuma mengejar bad news it’s a good news, tapi bagaimana hal-hal yang bagus seperti ini dapat diberitakan secara luas.

Jadi menurut saya ini lebih kepada memacu diri kita, terutama mahasiswa, untuk lebih menghargai dan mencintai seni budaya Indonesia. Sebenarnya apa yang ditampilkan pada pertunjukan ini hanyalah sebagian kecil dari begitu banyak ragam seni budaya yang kita miliki dan tentunya bisa dikembangkan kedepannya. 

Kemlu RI tentunya bisa lebih mengembangkan program BSBI ini menjadi semakin bagus kedepannya. Misalnya dengan mengembangkan pagelaran Indonesia Channel tidak hanya satu hari tetapi menjadi 2-3 hari dengan tema yang berbeda-beda, karena kekayaan seni budaya Indonesia itu sangat banyak.

Kemudian kita juga bisa memanfaatkan instagram atau youtube untuk lebih memperkenalkan dan menjelaskan mengenai seni budaya Indonesia, dimana orang bisa melihat secara langsung foto dan video mengenai seni budaya Indonesia dan disitu kita bisa memberikan penjelasan melalui caption-nya.

Saya kira itu perlu dilakukan, apalagi mengingat bahwa generasi muda kita yang sekarang ini sudah sangat terpengaruh dengan budaya-budaya asing dan budaya kita sendiri sudah mulai tergeser oleh budaya asing.

 

Putra                                         

Mahasiswa Universitas Indonesia, Jakarta

Pagelaran seni budaya Indonesia Channel 2016 di Teater Besar TIM Jakarta ini ‘bener-bener keren banget’. Saya Salut banget dengan para pemuda-pemudi dari berbagai negara yang menjadi peserta program BSBI ini, karena hanya dalam waktu tiga bulan saja ternyata mereka bisa belajar dan mampu mempertunjukkan beberapa tarian, lagu, plus memainkan gamelan dan alat musik tradisional lainnya dengan baik.

Bahkan bukan hanya itu, mereka juga bisa membatik, membuat anyaman, dan kerajinan tangan khas daerah. Jujur saja, saya sendiri belum tentu bisa seperti mereka. Harapan saya semoga saja acara ini bisa terus dilanjutkan dan dikembangkan kedepannya. Disamping itu perlu juga dibuatkan acara seperti ini tetapi khusus untuk para mahasiswa di dalam negeri, sehingga ada keseimbangan antara promosi ke luar negeri dan pengembangan di dalam negeri.