NEWS FLASH
Print E-mail
2016 Agustus - 2016 Diplomasi Agustus
Monday, 28 November 2016 08:28

Diplomatic Tour ke Boyolali, Solo:

Tekankan Perhatian Pada Potensi Sektor Pangan

Bertajuk Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-XXXVI yang dirayakan di Kota Boyolali, Jawa Tengah pada 28 Oktober 2016, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kemtan) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selenggarakan Di-plomatic Tour HPS XXVI 2016.Rangkaian acara Diplomatic Tour ini berlangsung pada 27 – 28 Oktober 2016 dan dihadiri oleh para diplomat dari 21 negara sahabat, 2 pejabat perwakilan organisasi internasional, dan seorang Konsul Kehormatan.Walikota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo bersama wakilnya Dr. H. Achmad Purnomo menyambut kedatangan para peserta Diplomatic Tour di Solo, dengan jamuan makan malam di Loji Gandrung pada 27 Oktober 2016.

Dalam rangkaian kegiatan Diplomatic Tour yang berlangsung sepanjang hari Jumat, 28 Oktober 2016 ini, para diplomat negara-negara sahabat berkesempatan mengunjungi beberapa lokasi obyek wisata di Solo dan Boyolali, antara lain Kampung Batik Laweyan. Disini para peserta Diplomatic Tour menyaksikan dan mempelajari proses pembuatan kain batik. Tak sedikit pula yang memanfaatkan kunjungan ini untuk belanja berbagai jenis produk batik yang dijajakan toko-toko di Kampung Batik Laweyan.

Selain itu, para peserta Diplomatic Tour juga mengunjungi Museum Manusia Purba Sangiran, Desa Udang Cepokosawit, serta terlibat dalam penanaman pohon Jakaranda di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Boyolali.Rangkaian acara Diplomatic Tour ini ditutup dengan gala dinner di Rumah Dinas Bupati Boyolali yang disambut oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr. Ir. Sri Puryono Karto Soedarmo, MP dan Bupati Boyolali Drs. Seno Samodro. Melalui sambutannya, Bupati Boyolali mengucapkan terima kasih atas kehadiran para peserta dan memaparkan beberapa capaian Kabupaten Boyolali di tahun 2016, antara lain pertumbuhan ekonomi yang meningkat sebesar 6,8%, pembebasan pajak bagi sawah yang luasnya dibawah 5.000m2, serta program smart city melalui telepon gratis bagi PNS.

Melalui rangkaian program Diplomatic Tour ini diharapkan dapat semakin memperkenalkan potensi-potensi daerah-daerah Indonesia kepada kalangan internasional.

Di era perubahan iklim ini, peran pertanian terlebih sektor pa-ngan menjadi sangat strategis, karena itu sektor pertanian sebagai penyedia pangan dan bahan baku pengolahan ini perlu mendapatkan perhatian. 

Walaupun sektor pertanian sebagai penyangga pangan dunia, namun hampir semua usaha tani ini rentan terhadap perubahan iklim. Oleh karena itu, perubahan iklim merupakan salah satu ancaman serius terhadap ketahanan pangan yang harus disikapi secara bijak.