NEWS FLASH
Print E-mail
2016 Agustus - 2016 Diplomasi Agustus
Monday, 28 November 2016 08:28

Diplomatic Tour : Melihat Secara Langsung Kondisi Nyata Perkembangan dan Kemajuan di Aceh Saat Ini

Dalam rangka mempromosikan Aceh dan melihat perkembangan upaya pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), dan Pemerintah Provinsi Aceh menyelenggarakan kegiatan Diplomatic Tour ke Banda Aceh, pada 4 – 6 November 2016.Kegiatan ini diikuti oleh 31 korps diplomatik negara-negara sahabat dan organisasi internasional di Jakarta. Mereka terdiri dari para Duta Besar, pejabat diplomatik, pejabat organisasi internasional yang ada di Jakarta, dan beberapa istri Duta Besar.

Kegiatan Diplomatic Tour ke Banda Aceh ini diawali dengan mengunjungi pameran yang menampilkan berbagai kerajinan yang dikelola oleh ibu-ibu dari Banda Aceh, informasi pariwisata dan investasi, promosi dan festival beberapa jenis kopi asal Aceh.Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel tentang perjuangan dan perkembangan kaum perempuan di Aceh. Pembicara dalam diskusi panel ini adalah Dr. Asna Husin, MA dan Prof. Syahrizal dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, dan dimoderatori oleh Marthunis dari Bappeda, Banda Aceh. Diskusi menyimpulkan bahwa penerapan hukum Syariah Islam di Aceh tidak dimaksudkan untuk menekan kaum wanita, namun justru mendorong kaum wanita untuk maju.

Dalam acara ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menjamu delegasi Diplomatic Tour dan berkesempatan menjelaskan beberapa hal, diantaranya mengenai program perkembangan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak secara nasional, dan juga di Aceh.

Menteri PPPA memberikan apresiasi terhadap kemajuan yang diraih oleh Aceh dalam upaya pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak. Menurutnya, anak dan kaum perempuan menjadi sumber kebangkitan Aceh pasca tsunami.

Sementara itu, Acting Gubernur Aceh, Sudarmo menyambut baik kehadiran para diplomat negara-negara sahabat, dan berharap agar para diplomat dapat melihat secara langsung kondisi nyata di lapangan tentang perkembangan dan kemajuan di Aceh saat ini.

Rangkaian kegiatan Diplomatic Tour berikutnya adalah me-ngunjungi Sekolah Dasar Negeri 67 Percontohan – dimana para peserta dapat melihat kondisi sekolah dan berinteraksi dengan siswa-siswi serta guru-guru SD tersebut.

Selanjutnya para peserta Diplomatic Tour mengunjungi Seuramoe Kerajinan Aceh yaitu taman miniatur Provinsi Aceh serta Pusat Budaya dan Kerajinan Aceh yang dikelola oleh Dekranasda. Disini para diplomat berbelanja aneka souvenir dan kerajinan yang dibuat oleh kaum perempuan Aceh.

Berikutnya para diplomat melakukan kunjungan ke Kantor Balai Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Aceh yang kemudian dilanjutkan dengan mengunju-ngi obyek wisata pantai yang bersih dan indah di Lampu’uk.

Pada malam harinya para peserta Diplomatic Tour dijamu oleh Gubernur Aceh dan berkesempatan mendapatkan paparan mengenai profil dan informasi peluang investasi di Provinsi Aceh, serta informasi tentang sosial budaya Aceh. Selain itu ditampilkan pula pentas seni tari-tarian khas Aceh.

Duta Besar Panama dalam sambutan mewakili seluruh peserta Diplomatic Tour antara lain menyampaikan bahwa kunju-ngannya yang pertama ke Aceh ini membuktikan bahwa Aceh adalah wilayah yang damai dan indah.

Pada hari terakhir kunjungan ke Banda Aceh, para peserta Diplomatic Tour mengunjungi Museum Aceh, Museum Tsunami, Museum Kapal Apung Pembangkit Listrik Tenaga Diesel yang terseret gelombang tsunami sejauh 5 km dari laut ke daratan, Masjid Raya Baiturrahman, dan Desa Wisata Kampung Lubok Sukon.