NEWS FLASH
Print E-mail
2016 Agustus - 2016 Diplomasi Agustus
Monday, 28 November 2016 08:30

Asyiknya Diplomat Asing Main Angklung di Saung Angklung Udjo 

Sebanyak 9 diplomat asing yang tergabung dalam pelatihan internasional Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) ke-13 Kementerian Luar Negeri RI sangat terkesan dengan keanekaragaman budaya Indonesia. Salah satunya mereka tertarik dengan pertunjukan angklung saat berkunjung ke Saung Angklung Udjo di Bandung (15/10/2016).

Para diplomat asing disuguhi berbagai pertunjukan, yaitu demonstrasi wayang golek, tari topeng, angklung mini, arumba, angklung massal nusantara, bermain angklung bersama dan angklung orkestra.Permainan angklung yang dibawakan oleh anak-anak dan orang dewasa dari Tim Angklung Saung Udjo memberikan kesan tersendiri bagi para diplomat. Lagu-lagu daerah Indonesia hingga kontemporer dan lagu-lagu terkenal dunia, termasuk klasik dimainkan dengan sangat profesional.

Cristina Elena Marinescu, salah seorang di-plomat dari Rumania mengatakan sangat terkesan dengan permainan angklung yang baru pertama kali dilihatnya.“Alat musik yang sangat unik dan luar biasa permainannya. Saya juga dapat mencoba bermain angklung bersama-sama. Sangat menarik dan ini adalah diplomasi angklung”, kata Cristina Elena Marinescu.

Hal senada disampaikan juga oleh Anuar Adilbekov dari Kazakhstan dan Wilberforce Mzwandile dari Afrika Selatan.

“Saya sangat senang memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan ini untuk lebih mengenal Indonesia, termasuk budayanya”, ujar Anuar Adilbekov. 

Para diplomat asing tersebut bergabung dengan 35 diplomat Indonesia lainnya dalam pelatihan Sesdilu ke-13 yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri RI. Mereka berasal dari Afrika Selatan, Brunei Darussalam, Kazakhstan, Kenya, Moldova, Pakistan, Rumania, Singapura, dan Sri Lanka.

Direktur Sesdilu Dr. Nana Yuliana mengatakan pelatihan yang berlangsung tanggal 10-17 Oktober 2016 ini bertujuan untuk lebih menjalin kerja sama dan persahabatan dalam menciptakan budaya perdamaian antara diplomat Indonesia dengan mitranya dari berbagai negara.

Menurut Nana Yuliana, para peserta, khususnya diplomat asing tidak hanya diperkenalkan dengan kebijakan luar negeri Indonesia, sistem politik dan peran Indonesia di fora regional dan internasional, tetapi juga keanekaragaman budaya Indonesia. 

“Selain angklung, mereka juga diperkenalkan cara membuat batik dan memasak masakan Indonesia, seperti asinan Jakarta, gulai ikan, sate maranggi dan kue lumpur”, kata Nana Yuliana. (Sumber: UPT Sesdilu Pusdiklat)