NEWS FLASH
Print E-mail
2016 Agustus - 2016 Agustus 4 Article
Monday, 28 November 2016 08:18

Pagelaran Indonesia Channel Begitu Istimewa

Pelaksanaan Pagelaran Indonesia Channel tahun ini tampak begitu istimewa karena diselenggarakan di gedung Teater Besar Taman Ismail Marzuki Jakarta yang memang secara khusus dibuat untuk menampilkan suatu pertunjukan yang berkualitas dengan dukungan tata panggung, tata suara dan tata cahaya yang bagus dan berstandar internasional.

Pagelaran Indonesia Channel 2016 bertema “Thousand Island Made in Heaven” yang juga merupakan kado spesial di momen kemerdekaan RI yang ke-71 ini dipandu oleh sepasang pembawa Acara/MC asal Serbia dan Belanda yang merupakan alumni BSBI 2015. Keduanya tampak serasi, cantik dan ganteng dalam balutan kostum Abang-None Jakarta.Penonton dibuat kagum oleh keduanya karena ternyata mereka membawakan acara dalam bahasa Indonesia secara fasih dan juga bahasa Betawi yang kental lengkap dengan joke dan pantun ala Betawi yang segar dan menggelitik tawa. Tak pelak gemuruh tepuk tangan dan gelak tawa penonton membahana di dalam gedung Teater Besar TIM yang megah itu.

Samudera gerbang terbuka, alun ombak bergemuruh, sambung-menyambung, susul-menyusul ke pantai permai. Mereka adalah anak-anak yang terpanggil, berarak-arak menggapai pesisir, menuju Ibu yang menunggu dengan gumam rindu tak berkesudahan. Kini telah jadi lingkaran cinta. Anak-anakmu dari Mainang Kaba, Pulau Dewata, Bumi Pinisi, Tanah Garam dan Nusa Padi memelukmu. Terimalah, Indonesia.

Itulah synopsis yang mengawali pagelaran Indonesia Channel 2016 yang kemudian disusul oleh persembahan musik dan lagu ‘lir-ilir’ dari Jawa Tengah dan diteruskan dengan musik dan lagu masing-masing dari Minang, Bali, Madura, dan Makassar. Seluruhnya ditampilkan dengan apik sehingga tepuk tangan penonton kembali bergaung memenuhi seluruh ruangan gedung.

Pada babak berikutnya ditampilkan tarian Bali yang dibawakan dengan sangat luwes dan atraktif, tidak sedikitpun terlihat bahwa tarian itu dibawakan oleh para pemuda dari berbagai negara yang baru belajar selama tiga bulan. Mereka tampil layaknya penari professional dari Bali.

Berbeda dari pertunjukan Indonesia Channel pada tahun-tahun sebelumnya, kali ini juga ditampilkan trio Punakawan yang terdiri dari Gareng, Petruk dan Bagong, sehingga pertunjukkan tampak lebih variatif dan berwarna. Celoteh dan canda mereka yang jenaka tak urung memancing penonton untuk tertawa terpingkal dan juga memberikan applaus.

Disusul kemudian dengan persembahan tari dari Makassar yang menggambarkan kehidupan nelayan, tari dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Minangkabau yang menggambarkan kehidupan para petani serta pergaulan masyarakat. Seluruh tarian dipadukan dengan apik menjadi satu rangkaian cerita mengenai betapa indahnya alam Indonesia yang terbentuk dari pulau-pulau,

Berbagai ragam kekayaan seni budaya Indonesia tumpah ruah di atas panggung sehingga tepuk tangan penonton begitu riuh menggema tatkala lenggak lenggok peserta dan alunan musik mereka mencapai klimaksnya dan kemudian padam. Seluruh penonton benar-benar dibuat terperangah dengan penampilan para peserta BSBI yang begitu memukau dan jauh melampui perkiraan.

Sungguh sebuah pertunjukkan kolosal seni budaya yang spektakuler.

Last Updated on Monday, 28 November 2016 08:48