NEWS FLASH
Print E-mail
2016 Agustus - 2016 Agustus 4 Article
Monday, 28 November 2016 08:21

Sanggar Syofyani Antusias Menjadi Bagian Dari BSBI

Sanggar Syofyani baru pertama kali ini ikut serta dan dilibatkan dalam pelaksanaan program BSBI yang diselenggarakan oleh Kemlu RI, dan kesan kami program ini sungguh luar biasa.Para peserta BSBI ini umumnya berumur sebaya dengan para remaja yang tengah belajar di sanggar kami, tapi mereka justru lebih antusias belajarnya dibandingkan dengan remaja-remaja kita sendiri. Mereka latihan dengan semangat, sampai-sampai piring saja mereka bawa pulang untuk latihan di pondokan. Jadi mereka latihan terus tidak hanya di sanggar tetapi juga di pondokan.

Kegiatan ini jelas ada dampaknya, terutama bagi masya-rakat yang tinggal disekitar sanggar. Masyarakat  jadi banyak yang mengenal mereka dan kami pun juga jadi banyak mengikuti berbagai kegiatan di Padang dimana Bapak dan Ibu Gubernur benar-benar antusias dan memberikan dukungan terhadap program ini.Dengan program ini kemudian kita bisa mengenalkan dan mengajak para peserta ke kebun teh yang ada di Sumatera Selatan dan mereka baru tahu bahwa di Sumatera Selatan ada kebun teh yang bahkan merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

Kemudian kami ajak mereka untuk melihat laut dan terumbu karang, dan yang paling menarik adalah ketika mereka merasakan gempa bumi. Mereka baru tahu bahwa gempa bumi itu rasanya seperti itu, dan mereka merasa senang sekali.Untuk saat ini, karena kami masih baru pertama kali ikut dilibatkan dalam program ini, maka saat ini kami baru sebatas mengikuti alurnya saja, tapi kami sangat mendukung program BSBI ini karena memang sangat bagus dan benar-benar memperkenalkan Indonesia. Kalau bukan kita yang melaksanakan dan berfikir kedepan, lantas siapa lagi yang bisa mengenalkan Indonesia kepada masyarakat dunia.

Bagi anak-anak sanggar dan kami sendiri, ini juga menjadi sebuah pengalaman dan pengetahuan yang baru. Kami baru mengetahui bah-wa di kawasan Pasifik itu ternyata ada negara ini dan negara itu.

Dampak positif lainnya terutama adalah di dalam pengajaran bahasa Indonesia. Pada umumnya peserta BSBI ini berbahasa Inggris, jadi anak-anak sanggar mengajarkan bahasa Indonesia kepada para peserta dan sebaliknya mereka mengajarkan anak-anak sanggar berbahasa Inggris, jadi terjadi take and give diantara mereka.

Kemudian kita masak bersama-sama, dan bahkan mereka ikut puasa bareng karena menghargai kita yang tengah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, padahal peserta yang Muslim itu hanya ada dua orang sedangkan yang lainnya adalah non-Muslim. Kami salut dengan peserta asal New Caledonia dan Vietnam yang ikut berpuasa selama sebulan penuh.

Kami kira tidak ada kendala yang berarti selama menjalankan program ini, karena kebetulan mereka sebaya dengan anak-anak lainnya yang belajar di sanggar sehingga perilaku mereka ya 11/12 lah. Jadi kami anggap mereka seperti anak-anak sanggar yang baru, kalau mereka salah kami tegur atau dimarahi, sama saja dengan anak-anak sanggar yang lainnya.

Jujur saja bahwa anak-anak sanggar sendiri sampai kagum dengan para peserta BSBI ini, mereka bilang kalau peserta BSBI ini memang luar biasa karena mereka bisa lebih cepat belajarnya dibandingkan anak-anak kita sendiri. Mereka lebih cepat memahami dan mengerti apa yang diajarkan.

Selama tiga bulan mereka berbaur dengan anak-anak sanggar dan masyarakat di sekitar sanggar, ternyata masing-masing mengajarkan hal-hal positif satu sama lainnya. Jadi saya kira program BSBI ini sangat bagus, dimana para pesertanya betul-betul mencintai seni dan budaya Indonesia dan berkeinginan untuk mengetahui semuanya, mengetahui filosofinya dan juga ceritanya.

Jadi terkadang saya seperti mendongeng saja ketika mengajarkan mereka, karena harus menjelaskan gerakannya seperti ini dan filosofinya adalah ini kemudian ceritanya adalah ini.

Kami berharap kalau bisa program ini tetap dijaga seperti ini, dan kita tahu bahwa banyak sekali seni budaya di Indonesia yang unik-unik. Jadi kalau saya boleh bermimpi, entah kapan saya ingin ada panggung seperti ini yang menampilkan seni budaya Indonesia dari 33 provinsi dalam satu panggung.

Ini mungkin bisa dibuat dalam bentuk medley, jadi bisa saja pertunjukannya tidak hanya dalam satu malam tapi bisa 2-3 malam, dengan demikian orang menjadi tahu bahwa ternyata benar Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang begitu besar.  

Last Updated on Monday, 28 November 2016 08:48