NEWS FLASH
Print E-mail
2016 Agustus - 2016 Agustus 4 Article
Monday, 28 November 2016 08:23

BSBI Membuka Pandangan Tentang Indonesia

Keikutsertaan saya pada program BSBI telah membuka pandangan saya tentang Indonesia. Sejak kecil saya sudah terbiasa dengan adat Jawa yang selalu ditanamkan oleh kakek saya. Meskipun demikian, tidak banyak yang saya ketahui tentang Indonesia.Melalui BSBI saya berkesempatan untuk mempelajari seni budaya Indonesia di kota Solo, yaitu belajar tari kreasi Jawa Kridhanala di Sanggar Mangkunegaran (Soerya Soemirat). Bersama rekan-rekan peserta lainnya dari berbagai negara, saya mendapatkan banyak pelajaran seni budaya Indonesia, terutama tari dan Gamelan Jawa.

Disini saya menemukan sisi lain Indonesia yang selama ini hanya bisa dilihat dari televisi atau internet, dan bertemu langsung serta berbagi pengalaman dengan banyak orang dari berbagai negara, memberi pengalaman tersendiri buat saya. Hingga saat ini pun saya masih menjalin kontak dengan sesama alumni BSBI di berbagai belahan dunia.

peserta bsbi

Gisele Batra (Kaledonia Baru)                                                                                                                                      

Saya adalah seorang volunteer pada sebuah organisasi bernama Association France Volontaires dan aktif mengajar Bahasa Inggris kepada anak-anak di negara Vanuatu sejak 2013. Dari sinilah kemudian saya sangat tertarik untuk mempelajari kehidupan sosial dan budaya negara lain.

Pengalaman saya di berbagai forum kemahasiswaan di Universitas New Caledonia juga mempermudah saya untuk berhubungan dan mempelajari berbagai budaya masyarakat dengan latar belakang berbeda, dan saya sangat tertarik untuk mempelajari kebudayaan Indonesia.

Selama ini saya sering mendengar pemberitaan negatif tentang Indonesia. Oleh karena itu saya merasa penasaran dan ingin mengetahui kebenarannya. De-ngan mengikuti program BSBI ini, nantinya saya bisa mengajarkan tarian Indonesia di kampung halaman saya di Lifou serta di Vanuatu.                                                                                                 

Ayah saya adalah orang Indonesia, karena itulah maka saya tertarik untuk mencari jati diri saya sebagai diaspora Indonesia dan pernah belajar pencak silat Merpati Putih selama 3 tahun. Saat ini saya bekerja sebagai koordinator seni dan musik di Pusat Kepemudaan Le Rex, dan menurut saya seni itu merupakan kunci dalam pembangunan watak suatu bangsa, serta dapat mendorong manusia untuk saling berbagi, mengasihi, meng-hargai dan bertoleransi.

 

Alkistis Karouli (Yunani)

Saya belajar budaya Minang di sanggar Syofyani yang berada di Kota Padang. Bagi saya tinggal di Indonesia selama tiga bulan ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Sekarang saya sudah bisa sedikit bicara bahasa Minang dan menyanyikan lagu ‘Indang’ (Dindin Badindin) dan tentunya juga beberapa tarian Minang.

Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, Kemlu RI dan juga KBRI Athena yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk belajar budaya Indonesia, khususnya budaya Minang. Ini merupakan pengalaman terindah dan terkesan dalam hidup saya.

 

Paul Ryanto Marcelo Barri (Kaledonia Baru)                 

Ayah saya adalah orang Indonesia, karena itulah maka saya tertarik untuk mencari jati diri saya sebagai diaspora Indonesia dan pernah belajar pencak silat Merpati Putih selama 3 tahun. Saat ini saya bekerja sebagai koordinator seni dan musik di Pusat Kepemudaan Le Rex, dan menurut saya seni itu merupakan kunci dalam pembangunan watak suatu bangsa, serta dapat mendorong manusia untuk saling berbagi, mengasihi, meng-hargai dan bertoleransi.

Last Updated on Monday, 28 November 2016 08:48