NEWS FLASH
2016 Juli
SURAT PEMBACA Print E-mail
Google bookmarkDel.icio.usTwitterFacebookDigg
2016 Juli - Diplomasi Juli 2016
Thursday, 28 July 2016 05:06

SURAT PEMBACA

Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 sudah di hadapan mata, yakni pada akhir Desember tahun ini, tetapi sepertinya gaungnya tidak terasa.Entah apakah hal ini hanya terjadi di Indonesia atau juga terjadi di negara-negara ASEAN lainnya.

Informasi yang komprehensif mengenai kesiapan Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya dalam menghadapi MEA 2015 memang tidak tersedia dengan baik, padahal informasi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Entah kenapa hal ini bisa terjadi, entah karena pemerintah yang kurang bagus dalam mensosialisasikan MEA 2015 atau karena memang belum siapnya negara-negara ASEAN dalam menyongsong MEA 2015.

Terkait hal tersebut, saya sangat berharap bahwa Tabloid Diplomasi bisa menyuguhkan informasi sebagaimana dimaksud. Jika seandainya negara-negara ASEAN memang belum siap menghadapi MEA 2015, saya kira para pemimpin ASEAN harus bijak mengambil keputusan untuk menunda pelaksanaan MEA 2015. Jika memang tidak bisa ditunda, lantas sudah sejauh mana kesiapan semua negara ASEAN dalam menghadapi MEA 2015. Saya yakin Tabloid Diplomasi bisa menyuguhkan informasi dimaksud. Bravo Tabloid Diplomasi.

 

Muhammad Rifki, mahasiswa UPN Veteran Jakarta

 

Akhir tahun 2015 akan segera tiba, begitu pula dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hanya dalam hitungan bulan, seluruh masyarakat di Negara-negara ASEAN akan menghadapi suatu situasi dan keadaan yang berbeda dari masa-masa sebelumnya. Yang akan merasakan dampak secara langsung tentu saja adalah masyarakat, namunsayangnya kita dapat melihat bahwa sebagian masyarakat kita belum siap memasuki era yang baru ini.

Alih-alih dapat mempersiapkan diri, menyusun rencana dan mencari solusi terhadap dampak negatif yang mungkin diterima, sebagian besar masyarakat kita justru tidak mengetahui bahwa akhir tahun ini MEA akan segera diberlakukan.  Apakah mungkin bagi pemerintah Indonesia untuk melakukan sosialisasi secara massif dan efektif hanya dalam jangka waktu sekitar dua bulan ini ? Kalaupun bisa disosialisasikan, lantas bagaimana dengan kesiapan masyarakat menghadapi perubahan yang terjadi hanya dalam jangka waktu yang singkat ?

Apa yang bisa diharapkan dari hasil sosialisasi secara masif hanya dalam jangka waktu tersebut ? Apakah masyarakat kita juga sudah siap seandainya mereka hanya jadi penonton dalampelaksanaan MEA?

Melati Andria, MahasiswaUniversitasSahid, Jakarta

 

 
Print E-mail
2016 Juli - Diplomasi Juli 2016
Thursday, 28 July 2016 05:07

CATATAN REDAKSI

Para pembaca setia Tabloid Diplomasi yang terhormat, mengawali tahun 2016 pada edisi ke-93 (Januari-Februari 2016) kami akan menyuguhkan topik utama mengenai Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) 2016 yang merupakan pernyataan atau pidato rutin setiap tahun yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri. Pada PPTM kali ini Menlu Retno mengawali pidatonya dengan 2 perkembangan yaitu memburuknya hubungan antara Arab Saudi dan Iran serta uji coba nuklir oleh Korea Utara. Arab Saudi dan Iran adalah teman baik Indonesia.

Dilatarbelakangi kekhawatiran Menlu yang mendalam akan perdamaian dan  keamanan di kawasan Timur Tengah, maka presiden RI mengutus Menteri Luar Ne-geri melakukan komunikasi intensif dengan Arab Saudi, Iran, dan beberapa negara lain. Semua upaya akan terus dilakukan agar situasi tidak menjadi lebih buruk.Indonesia juga menyampaikan kekhawatiran yang dalam atas uji coba nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara. Sebagai teman baik, Indonesia meminta agar Korea Utara melaksanakan resolusi Dewan Keamanan terkait.

 Diplomasi Indonesia akan bergerak lebih cepat di tahun 2016. Dengan optimisme yang tinggi serta kemampuan untuk mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan, Menlu yakin bahwa 2016 akan menjadi tahun yang lebih baik.Menlu Menegaskan, secara keseluruhan, selama tahun 2015, diplomasi Indonesia terus memberi kontribusi nyata kepada pembangunan dan kepentingan nasional.

Read more...
 
Print E-mail
2016 Juli - Diplomasi Juli 2016
Thursday, 28 July 2016 05:08

Pernyataan Pers Tahunan Menlu Tahun 2016

Di awal tahun 2016, dunia dikhawatirkan dengan adanya 2 perkembangan yaitu memburuknya hubungan antara Arab Saudi dan Iran serta uji coba nuklir oleh Korea Utara. Arab Saudi dan Iran adalah teman baik Indonesia.Dilatarbelakangi kekhawatiran yang mendalam akan perdamaian dan  keamanan di kawasan Timur Tengah maka dalam beberapa hari ini Indonesia telah melakukan komunikasi intensif dengan Arab Saudi, Iran, dan beberapa negara lain. Semua upaya akan terus dilakukan agar situasi tidak menjadi lebih buruk. Komunikasi intensif akan terus dilanjutkan.

Indonesia juga menyampaikan kekhawatiran yang dalam atas uji coba nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara. Sebagai teman baik, Indonesia meminta agar Korea Utara melaksanakan resolusi Dewan Keamanan terkait.Tahun 2015 baru saja berlalu. Satu tahun, dimana berbagai tantangan harus dihadapi dunia. Konflik masih melanda berbagai negara. Perdamaian dan stabilitas masih belum bisa terwujud di Timur Tengah. Hasil perjuangan bangsa Palestina masih jauh dari sempurna. Dan persaingan kepentingan negara-negara besar menajam dan melebar ke berbagai kawasan.

Pada saat yang sama, dunia juga dihadapkan pada berbagai tantangan non-tradisional yang sangat meng-khawatirkan.Ekstremisme, radikalisme dan terorisme menjadi ancaman bersama. Bom Paris adalah contoh tidak adanya negara yang bebas dari ancaman ini. Foreign terrorist fighters yang bergabung ke ISIS jumlahnya semakin bertambah dari berbagai negara. Bencana alam dan dampak perubahan iklim meruntuhkan kemajuan pembangunan yang telah dicapai banyak negara. Transnational organized crimes seperti penyelundupan manusia, perdagangan obat terlarang dan cyber crime  membawa banyak kerugian materil dan nyawa bagi banyak bangsa.

Read more...
 
Print E-mail
2016 Juli - Diplomasi Juli 2016
Thursday, 28 July 2016 05:11

Bali Democracy Forum VIII

Mengembangkan Demokrasi Dan Tata Kelola PEMERINTAHAN EFEKTIF

Pemerintah Indonesia kembali menyeleng-garakan Pertemuan Bali Democracy Forum (BDF) VIII yang digelar pada tanggal 10-11 Desember 2015 di Nusa Dua, Bali.Pertemuan yang berlangsung selama dua hari tersebut mengambil tema “Democracy and Effective Public Governance”. BDF VIII dihadiri oleh sekitar 250 perwakilan dari 89 negara dan 3 organisasi internasional.Tema pertemuan BDF kali ini relevan de-ngan perkembangan saat ini, tidak hanya di tingkat nasional namun juga pada tingkat global, di mana pengembangan demokrasi dan tata kelola pemerintahan telah menjadi isu yang tidak terpisahkan dalam upaya pening-katan kesejahteraan masyarakat.

Demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang efektif akan mendorong pembangunan komprehensif dan holistik melalu pendekatan yang mengedepankan transparansi, akuntabi-litas, partisipasi dan penegakan hukum.Pemerintahan yang mampu mendengar dan menjawab aspirasi rakyatnya merupakan perwujudan dan pemenuhan hak masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan dan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

Pertemuan juga akan mengeksporasi lebih lanjut tantangan dan rangkaian inovasi yang dapat dan telah ditempuh oleh negara-negara di kawasan Asia-Pasifik guna mencari solusi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.

Read more...
 
Print E-mail
2016 Juli - 4 Article Juli
Thursday, 28 July 2016 05:13

JUSUF KALLA :  DEMOKRASI BUKAN TUJUAN, TAPI CARA MENCAPAI KESEJAHTERAAN RAKYAT

 

Bali. Bali Democracy Forum (BDF), yang telah dilaksanakan selama delapan kali, diharapkan dapat menjadi ajang diskusi bagi negara-negara yang hadir, untuk bertukar pengalaman dalam menjalankan demokrasi, sehingga mampu mendorong kemajuan demokrasi di dunia.

“Forum  yang memberikan kita suatu diskusi, pemahaman dan saling menukar pengalaman dalam hal menjalankan demokrasi di masing-masing negara kita, dan juga tentu mengambil manfaat hal-hal yang penting, sehingga kita mengalami hal-hal yang lebih baik,” demikian harapan Wapres saat berbicara di hadapan para peserta Bali Democracy Forum VIII, dengan tema “Democracy and Effective Public Governance” di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), 10 Desember 2015.

Demokrasi, lanjut Wapres, bukanlah merupakan tujuan, melainkan suatu proses untuk mencapai kesejahteraan rakyat yang menjadi tujuan dalam bernegara.

“Bagi kita semua, demokrasi tentu bukanlah tujuan, tapi cara untuk mencapainya. Tujuan tetaplah bagaimana memajukan negara, menye-jahterakan rakyat dan juga tentu bagaimana mencapai tujuan kita lebih baik,” pesan Wapres.

Last Updated on Friday, 05 August 2016 06:19
Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 3