|
|
|
Maret 2013 -
Diplomasi Maret 2013
|
|
Wednesday, 15 May 2013 22:07 |
|
INDONESIA TUAN RUMAH FORUM PERTEMUAN GLOBAL ALIANSI PERADABAN PBB 2014
“INDONESIA DIPANDANG PENTING UNTUK MENJADI TUAN RUMAH DENGAN MEMPERHATIKAN BERBAGAI RAIHAN INDONESIA YANG DINILAI TEPAT UNTUK MENGGAMBARKAN KEHIDUPAN ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM KERANGKA MENCARI SOLUSI BERBAGAI TANTANGAN GLOBAL.”
“Untuk sebuah negara yang beraneka ragam seperti Indonesia, penerimaan atas pluralisme, se-perti yang terdapat pada semboyan nasional “Bhinneka Tunggal Ika”, adalah fakta kehidupan nasional. Meskipun jelas bukan tanpa berbagai tantangan, rakyat Indonesia telah senantiasa mengedepankan demokrasi dalam pengaturan multikultural, multi-agama.”
Hal tersebut disampaikan Menlu RI, Dr. R.M. Marty M. Natalegawa yang menjadi salah satu pembicara pada plenary session dalam rangkaian Pertemuan Forum Global ke-5 Aliansi Peradaban PBB (Meeting of the 5th Global Forum of UN Alliance of Civilizations) di Wina, Austria, 27 Februari 2013 yang lalu. Pembicara lain pada sesi ini adalah Gjorge Ivanov (Presiden Macedonia), Traian Basescu (Presiden Rumania), Princess Rym Ali (Jordan Media Institute), Antonio de Aguiar Patriota (Menlu Brazil), dan Irina Bokova (Dirjen UNESCO). Plenary session ini dimoderatori oleh presenter TV BBC, Zaenab Badawi.
Pertemuan Forum Global Aliansi Peradaban PBB di Wina merupakan pertemuan ke-5, se-telah sebelumnya di Madrid, Spa-nyol (pertama, 2008), Istanbul, Turki (kedua, 2009,) Rio De Janeiro, Brazil (Ketiga, 2010) dan di Doha, Qatar (keempat, 2011).
|
|
Read more...
|
|
|
|
Maret 2013 -
Diplomasi Maret 2013
|
|
Wednesday, 15 May 2013 22:22 |
|
Membangun Komunitas Global Diaspora Indonesia
Diaspora Indonesia yang tersebar di lima benua, dan terdiri dari warga negara Indonesia serta warga bangsa-bangsa dunia keturunan Indonesia, merupakan sebuah komunitas yang besar dan beragam serta terikat oleh tali hubungan dan rasa kecintaan terhadap Indonesia. Diaspora Indonesia terdiri dari para profesional, buruh, perawat, awak kapal, insinyur, arsitek, guru, mahasiswa, politikus, aktivis, artis, wiraswasta, inovator, atlit, pemuka agama, pemuda, ibu rumah tangga dan lain sebagainya.
Saat ini mereka tengah membangun sebuah komunitas global Diaspora Indonesia melalui pembentukan Indonesian Diaspora Network (IDN) dan bertekad untuk bersinergi dengan Indonesia. Ini merupakan jawaban Diaspora Indonesia atas imbauan Presiden SBY yang disampaikan pada pelaksanaan Congres of Indonesian Diaspora (CID) I di AS. Diaspora Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan kemitraan dan kerjasama yang dinamis untuk kesejahteraan Indonesia. Diaspora Indonesia sangat berbesar hati dengan capaian yang telah diraih Indonesia dalam hal kemajuan demokrasi, ekonomi dan peran Indonesia di dunia internasional, disamping juga semakin mendunianya budaya Indonesia.
Diaspora Indonesia percaya dan berkeyakinan bahwa Indonesia akan mampu mengatasi berbagai tantangan yang masih ada, diantaranya seperti memajukan kesejahteraan umum, meningkatkan good governance, dan penegakan hukum.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
Maret 2013 -
4 Article Maret 2013
|
|
Wednesday, 15 May 2013 22:26 |
|
Diaspora Dalam Kancah Politik Internasional

Melba Pria
Duta Besar Meksiko untuk RI
Selama 25 tahun terakhir, diaspora telah semakin menjadi penting di arena politik internasional, dima-na sebenarnya pergerakan orang melintasi batas internasional memi-liki implikasi yang sangat besar bagi pertumbuhan dan kesejahteraan di negara asal dan negara tujuan.Pada tahun 1970-an, India dan Pakistan adalah negara pertama di Asia yang mengirim pekerja ke Timur Tengah, selanjutnya diikuti oleh Filipina, dan kemudian oleh negara-negara lain di Asia Selatan dan Tenggara.
Menurut PBB, lebih dari 215 juta orang tinggal di luar negeri, dan lebih dari 700 juta orang bermigrasi di dalam negara mereka. Dalam dekade mendatang, perubahan demografi, globalisasi dan perubahan iklim akan meningkatkan tekanan migrasi, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.Beberapa negara merupakan penerima migran internasional ter-besar, misalnya Amerika Serikat dengan jumlah penduduk lebih dari 317 juta dan sebanyak 13,5% dari jumlah tersebut adalah migran. Sementara itu jumlah migran di Jerman mencapai 13,1%; di Arab Saudi 27,8%; Kanada 21,3%; Spanyol 14,1%; India 0,4%; Australia 29%; Malaysia 8,4%; Jepang 1,7%; Singapura 40,7%; Meksiko 0,7%; dan Indonesia 0,1%.
Antara tahun 2005-2009, migran Filipina yang ada di Singapura meningkat mencapai hampir dua kali lipat, migran dari Bangladesh meningkat dari 9.000 menjadi 39.000, sedangkan dari Indonesia, dalam dua tahun terakhir ini menurun dari 37.500 menjadi 33.100.Kita juga bisa melihat, bagaimana di tahun yang sama persentase migran internasional mencapai angka tertinggi, misalnya Singapura yang menerima sejumlah besar pekerja migran dari Filipina, Indonesia, Bangladesh dan China.
|
|
Last Updated on Thursday, 16 May 2013 06:46 |
|
Read more...
|
|
|
|
Maret 2013 -
4 Article Maret 2013
|
|
Wednesday, 15 May 2013 22:37 |
|
Harus Bersejarah, Konggres Diaspora Indonesia II

Dubes Dino
Konggres Diaspora Indonesia II yang akan digelar di Jakarta, 18-20 Agustus 2013 tidak boleh menjadi ajang seminar biasa. Namun, harus menjadi pertemuan yang bersejarah. Pertemuan yang berorientasi pada penguatan jejaring, program-program dan langkah-langkah konkrit.Pernyataan ini ditegaskan Duta Besar RI untuk AS Dino Patti Djalal dalam paparannya di Lokakarya Nasional Diaspora Indonesia di Gedung Nusantara, Kemlu, hari ini (27/2/2013).
Untuk mencapai sasaran itu, Dino mengatakan perlunya Konggres tersebut mencanangkan target-target yang dapat direaliasikan. Tidak perlu besar, tapi program-program yang memberikan dampak langsung bagi pembangunan nasional.Dino mengatakan berbagai ide muncul dari sejumlah pertemuan antar Diaspora Indonesia, termasuk pembentukan task force. Namun ia mengingatkan ide-ide tersebut harus terukur berdasarkan kriteria harus ada pelaksana yang berkomitmen, harus ada mitranya di tanah air dan gagasan itu harus dapat dilaksanakan.
Dino melihat lokakarya kali ini harus dapat mematangkan persiapan Konggres Diaspora Indonesia II. “Kepanitiaan dengan pemenuhan tugas sesuai dengan porsi masing-masing menjadi penting,” tegasnya.Konggres Diaspora Indonesia II yang bertema “Pulang Kampung” tersebut diharapkan dihadiri oleh sekitar 2000-4000 Diaspora dari seluruh dunia.Diakui Dino, target ini tidak ri- ngan, mengingat 80-90% Diaspora Indonesia terdiri dari para middle class. “Mayoritas terikat kerja di kantor, sehingga memerlukan izin dari kantornya untuk datang ke Indonesia.”
|
|
Last Updated on Thursday, 16 May 2013 06:49 |
|
Read more...
|
|