NEWS FLASH
Maret 2013
Print E-mail
Maret 2013 - Diplomasi Maret 2013
Wednesday, 15 May 2013 22:58

Diaspora Indonesia Mengupayakan Database Kelompok Profesional

Muhamad Arif 

Presiden Indonesian Diaspora Network (IDN) AS

Melalui IDBC ini, Diaspora Indonesia akan memberikan peluang usaha yang dilakukan melalui pendekatan budaya. Selanjutnya Diaspora Indonesia juga akan melakukan kegiatan sosial karena banyak diantara kita yang ingin melakukan kegiatan sosial ke beberapa institusi sosial yang ada di Indonesia.Berikutnya yang kita lakukan adalah professional bank, yaitu yang kita sebut dengan brain banks. Kita akan mengupayakan bagaimana ada sebuah database mengenai kelompok profesional Indonesia yang berada di luar negeri, sehingga ketika dibutuhkan mereka dapat dicari, inilah beberapa komponen yang coba kita lakukan.

Dalam CID II ini nantinya akan lebih banyak lagi permasalahan yang dibahas, dimana diantara penyelenggaraan CID I dan CID II ini kita lebih memfokuskan pada bagaimana struktur organisasi dan platform komunikasi kita, website dan lain-lain. IDBC juga sedang membangun infrastrukturnya dimana pada saat ini mereka baru berumur 4 (empat) bulan.Selanjutnya kita juga melakukan penandatanganan beberapa MoU, dimana pada pelaksanaan CID II nanti, hasil-hasil dari business interlooking ini sudah dapat kita lihat, bukan hanya pada pengusaha-pengusaha kita yang ada di luar negeri tetapi juga para profesional kita dan lain-lainnya yang difasilitasi oleh IDBC. Memang yang selama ini cukup aktif bergerak adalah para pengusaha ini, dimana mereka memiliki network yang luar biasa.

Selama ini komunitas Indonesia cukup kompak dan memiliki hubungan yang baik, misalnya saya yang tinggal di Washington DC, ada sekitar 20 ribu orang Indonesia disana. Kita saling mengetahui antara satu dan yang lain dan selalu mengkomunikasikan berbagai peluang yang ada kepada sesama orang Indonesia, namun demikian hal itu kita lakukan masih dalam lingkup yang terbatas.Sedangkan yang kita lakukan dalam Indonesian Diaspora Networking adalah semacam menyambungkan simpul-simpul dari konsentrasi diaspora Indonesia di tiap kota dan negara agar mereka saling terjalin secara global. Jadi 20 orang Indonesia di Washington DC dan 30 ribu di New York, 40 ribu di Los Angeles dan lain-lainnya, semuanya terjalin bersama.

Read more...
 
Print E-mail
Maret 2013 - Diplomasi Maret 2013
Wednesday, 15 May 2013 22:59

Diaspora Indonesia Di Singapura Aktif Berkontribusi Untuk Indonesia

Johnny Harjantho

Group Managing Director, Smart Group, Singapura

Jumlah diaspora Indonesia yang ada di Singapura berkisar antara 180 hingga 200 ribu orang, dan sebagian besar berprofesi sebagai domestic expert, yaitu sekitar 100.000 orang, yang lainnya adalah mahasiswa, pekerja terlatih, pengusaha dan professional.

Untuk saat ini, diaspora Indonesia memang diaspora terbesar di Singapura. Jumlah perusahaan di Singapura yang dimiliki oleh orang Indonesia juga cukup banyak, baik perusahaan skala kecil, menengah maupun besar. Tapi pada umumnya, perusahaan-perusahaan besar Indonesia di Singapura adalah cabang dari perusahaan induk yang ada di Indonesia, seperti misalnya Salim Group dan sebagainya.

Cukup banyak pengusaha Indonesia di Singapura yang memulai usahanya dari nol, mereka adalah yang saya sebut sebagai generation zero, dimana pada umumnya mereka memulai usahanya dengan visa kunjungan dan selanjutnya menetap dengan membuka usaha. Kemudian mereka rintis usaha tersebut hingga menjadi besar. Rasa kebangsaan para pengusaha generation zero ini cukup tinggi. Hal ini mungkin karena mereka merasa bahwa melakukan usaha di Singapura itu tidak mudah, tingkat kompetisinya cukup tinggi dan harus selalu berupaya untuk lebih cepat dari orang lain.  Karena itulah maka mereka memiliki ikatan yang kuat dengan sesama generation zero dan juga diaspora Indonesia lainnya.

Masyarakat Indonesia yang bekerja di perusahaan-perusahaan besar Singapura cukup banyak jumlahnya, dimana perusahaan-perusahaan tersebut sebagian besar juga melakukan investasi di Indonesia. Dalam hal ini mereka kemudian mempercayakan diaspora Indonesia untuk me-manage perusahaan mereka yang ada di Indonesia, karena pada umumnya diaspora Indonesia yang mereka percayakan itu sudah lama bekerja di perusahaan mereka. Termasuk diantaranya adalah salah satu bank terbesar Singapura yang ada di Indonesia, itu juga dikelola oleh diaspora Indonesia.

Read more...
 
Print E-mail
Maret 2013 - Diplomasi Maret 2013
Wednesday, 15 May 2013 23:03

Diaspora Indonesia Berperan Pada Industri Minyak Dan Gas Di Qatar

Ali Musthofa,

Diaspora Indonesia di Qatar

Human resources lokal di Qatar jumlahnya sangat sedikit, mungkin hanya sekitar 400 ribu, dengan jumlah penduduk 1,8 juta, artinya bahwa lebih banyak pendatang dibandingkan penduduk lokal.Pada 2022, Qatar akan menjadi tuan rumah Word Cup, dan untuk melakukan persiapan, maka sejak beberapa tahun terakhir ini Qatar melakukan pembangunan infrastruktur yang luar biasa agresif. Oleh karena itu Qatar sangat membutuhkan bantuan tenaga kerja asing termasuk dari Indonesia, sehingga peluang bagi diaspora Indonesia di Qatar sangat terbuka lebar, baik untuk membangun infrastruktur maupun untuk mengisi industri-industri yang sekarang sudah mulai berjalan di Qatar. Industri yang sangat kuat saat ini adalah industri perminyakan dan juga industri turunannya seperti pupuk, vinyl dan lain sebagainya.

Indonesia banyak memiliki ahli di bidang perminyakan dan gas serta sudah memiliki pengalaman selama puluhan tahun sehingga peluang bagi diaspora Indonesia untuk berperan di industri minyak dan gas di Qatar sangat besar. Hal ini sudah dimulai sejak pertengahan tahun 1995, tetapi kedepan saya melihat bahwa kesempatan itu masih terbuka lebar, termasuk di industri dan bisnis pendukungnya, seperti resto dan perhotelan.

Sekarang ini memang sudah cukup banyak orang Indonesia yang ada di Qatar, yaitu sekitar 37 ribu orang, tetapi dibandingkan dengan bangsa-bangsa lainnya, seperti Belanda, Filipina dan negara-negara lainnya, diaspora Indonesia masih tergolong sedikit jumlahnya. Saya kira dengan begitu banyaknya peluang yang ada di Qatar saat ini, mudah-mudahan informasi mengenai peluang kerjasama ekonomi dan lapangan kerja yang ada disana bisa dibantu oleh diaspora Indonesia di Qatar.

Read more...
 
Print E-mail
Maret 2013 - Diplomasi Maret 2013
Wednesday, 15 May 2013 23:05

Task Force Pekerja Migran

Diaspora Indonesia Usulkan Pembentukan Indonesian Worker Union

 

Berbagai permasalahan yang muncul terkait dengan pekerja migran, diantaranya adalah; bahwa para pekerja migran tidak me-nguasai budaya/bahasa setempat, jam kerja yang tidak jelas (7x24 jam), hubungan kerja yang tidak seimbang (majikan-budak), tidak bisa dijangkau oleh UU Perburuhan karena dilakukan hanya atas dasar MoU bilateral, berbagai kendala dalam melakukan advokasi terkait TKI/PLRT, masih diskriminatifnya UU No 39 tahun 2004 , dan masih terdapatnya pasal-pasal yang bersifat kontroversial.

Upaya-upaya perlindungan yang selama ini diberikan kepada para pekerja migran adalah sebagaimana yang tertuang dalam UU No.39 tahun 2004 dan dengan mengoptimalkan peran BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI). Selanjutnya adalah menempatkan Atase Tenaga Kerja di Perwakilan RI di luar negeri, disamping juga melakukan moratorium pengiriman TKI/TKW/PLRT.

Untuk perbaikan kedepan dalam penanganan permasalahan TKI/TKW/PLRT, Task Force Pekerja Migran Diaspora Indonesia mengusulkan agar dilakukan advokasi revisi/penggantian UU No. 39 tahun 2004. Selanjutnya meminimalisir peran PJTKI yang nakal (predator), melakukan diseminasi Konvensi PBB tentang Perlindungan Buruh Migran (sudah diratifikasi), serta mendorong penghentian pengiriman TKI (TKW/PLRT) secara permanen ke negara-negara tertentu yang tidak menunjukkan itikad baik dalam perlindungan.

Task Force Pekerja Migran Diaspora Indonesia juga akan mendorong pemerintah untuk memiliki Indonesia Overseas Labour Office (IOLO) di negara-negara dimana terdapat PLRT. Di sisi lain, diaspora Indonesia juga akan mendorong dan membantu penyediaan lapangan kerja di tanah air dan membuka sentra-sentra industri rumah tangga.

Read more...
 
Print E-mail
Maret 2013 - Diplomasi Maret 2013
Wednesday, 15 May 2013 23:06

Produk Makanan Dan Obat-Obatan Indonesia Digemari Warga Madagaskar

Kolonel Richard,

Diaspora Indonesia di Madagaskar

Indonesia dan Madagaskar memang memiliki kedekatan sejarah dan budaya, karena pada jaman dulu, para pedagang dari Indonesia melakukan perdagangan hingga ke Madagaskar. Sekarang ini bahkan sebagian besar orang Madagaskar adalah keturunan Indonesia. Dalam segi budaya dan bahasa, kita juga bisa melihat bahwa bahasa dan budaya di Madagaskar juga banyak yang berasal dari Indonesia, sehingga kalau kita melihat budaya Nusantara secara komparatif, maka kita juga bisa menemukan budaya tersebut ada di Madagaskar.

Dari penelitian yang dilakukan, ternyata DNA orang Indonesia juga banyak ditemukan di Madagaskar, dan oleh karena itulah maka Madagaskar memiliki keinginan yang kuat untuk masuk kedalam Diaspora Indonesia.Sekarang ini jumlah orang Indonesia yang berada di Madagaskar memang hanya sedikit, tapi Seni budaya Madagaskar memiliki banyak kemiripan dengan seni budaya Indonesia, ini mungkin diakibatkan oleh terjalinnya hubungan perdagangan yang sangat baik antara Indonesia dan Madagaskar pada jaman nenek moyang kita dulu, sehingga juga terjadi pertukaran seni budaya antara Indonesia dan Madagaskar.

Madagaskar terkenal dengan sumber daya alam berupa mineral, sehingga banyak mengundang investor untuk datang ke Mada-gaskar. Namun karena faktor kedekatan dengan Indonesia, maka Madagaskar lebih senang memilih investor dari Indonesia dibandingkan dengan investor dari negara lain. Dalam hal ini kami sangat berharap, agar investor dari Indonesia bisa bersama-sama mengembangkan sektor pertambangan dan juga sektor-sektor lainnya di Madagaskar.

Read more...
 


Page 2 of 3