NEWS FLASH
Print E-mail
Edisi - Agustus 2011
Saturday, 13 August 2011 19:54

Rencana Aksi Pelaksanaan Zona Bebas Senjata Nuklir Di Kawasan Asia Tenggara


Kesepakatan yang dicapai dalam Pertemuan Tingkat Menlu Komisi Perjanjian Zona Bebas Senjata Nuklir (SEANWFZ Comission) menjadi contoh klasik bagaimana ASEAN berkontribusi terhadap masalah perdamaian dan keamanan internasional.
Kemajuan yang signifikan telah dicapai oleh negara-negara ASEAN dengan berhasil menyepakati elemen-elemen penting dalam mengkaji Rencana Aksi pelaksanaan zona bebas senjata nuklir di kawasan Asia Tenggara.


Elemen-elemen tersebut adalah kepatuhan negara-negara anggota terhadap kewajiban Perjanjian Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara, aksesi negara-negara pemilik senjata nuklir terhadap Perjanjian tersebut, kerjasama dengan Badan Atom Dunia (IAEA) dan pengaturan institusional.
Pertemuan SEANWFZ Comission secara rinci membahas mengenai aksesi negara-negara pemilik senjata nuklir terhadap Perjanjian Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara.


Negara-negara anggota meng-endorse poin-poin diskusi ASEAN yang disusun oleh Indonesia. Poin-poin diskusi ini akan menjadi rujukan bagi ASEAN dalam berkonsultasi dengan negara-negara pemilik senjata nuklir.
Hal ini merupakan terobosan baru yang akan ditindaklanjuti dengan pembahasan lebih rinci dalam pertemuan tingkat teknis pada Agustus mendatang.
Pada tingkat Menteri, Indonesia diminta untuk memfasilitasi konsultasi antara ASEAN dengan negara-negara pemilik senjata nuklir.


Terobosan ini merupakan momentum yang baik, dan Indonesia akan menggunakan momentum tersebut dengan baik.
Selain masalah aksesi, topik lain yang dibahas dalam pertemuan adalah keselamatan nuklir pasca bencana tsunami di Jepang. ASEAN sepakat untuk memperkuat awareness dan langkah koordinasi dalam menyikapi hal tersebut.


Pembahasan mengenai Laut China Selatan antara ASEAN dan China masih terus berlangsung. Dewasa ini, negara-negara sadar akan membayar ongkos yang mahal terhadap kawasan yang terpecah dan tidak stabil. Kesadaran mengenai dialog diantara negara-negara ini, diyakini menjadi semangat ASEAN dan China.
Indonesia, sebagai negara yang tidak memiliki klaim atas Laut China Selatan, terus bersikap positif. Indonesia mengedepankan langkah positif dan berkeinginan merubah tantangan menjadi kesempatan, merubah masalah menjadi peluang yang dapat mengikat kerjasama antara negara, bukan malah memecahnya.[]