NEWS FLASH
Print E-mail
Juni 2012 - Diplomasi Juni 2012
Sunday, 17 June 2012 16:19

Andrea Hirata Berbagi Tips Kepada Diplomat Muda Indonesia
 

Sejumlah 25 orang diplomat muda Indonesia, pada tanggal 2 Mei 2012, turut berpartisipasi dalam acara ”Ngobrol Bareng Andrea Hirata” yang diselenggarakan secara informal oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri RI di kantor Kemenlu RI.

”Ketika saya mendapat undangan untuk mengisi diskusi yang terdiri dari kelompok kecil dan unik, saya langsung menyatakan saya bersedia. Bagi saya, dengan berbagi pengalaman dalam acara ini, saya bisa memberikan sebuah bekal masa depan untuk diplomat muda Indonesia” ungkapnya.

Acara dipandu oleh Direktur Kerjasama Teknik, Siti Nugraha Mauludiah, yang bertindak sebagai moderator, Ternyata banyak di antara peserta yang memiliki pengalaman dan bakat menulis namun tidak terasah dengan optimal. Hal inilah yang kemudian menuntun menuju pembahasan mengenai “How to be a Good Writer”.

Dalam pandangan Andrea Hirata, belum banyak diplomat Indonesia yang berani membawa karya sastra bangsanya ke luar negeri. Padahal, sastra bisa menjadi sebuah sarana promosi Indonesia yang sangat efektif. Namun demikian, Andrea Hirata juga menekankan apabila diplomat ingin membawa sastra sebagai tool dari diplomasi, maka diplomat harus bisa memahami seperti apakah perkembangan sastra di luar sana. Beliau juga sangat menyayangkan perselisihan yang terjadi di antara sastrawan Indonesia, karena hal ini jelas menghambat daya saing sastra Indonesia di dunia internasional.

Laskar Pelangi, misalnya, telah diterbitkan di 24 negara dan dalam waktu dekat akan diterbitkan pula di Amerika Serikat oleh Farrar, Straus and Giraux (FSG), penerbit terbaik di dunia yang telah menerbitkan 22 karya pemenang nobel. Dengan kata lain, novel Laskar Pelangi yang menggambarkan kebudayaan Belitong dengan kemajemukan etnisnya telah memberi kabar kepada dunia tentang toleransi antar etnis dan pemeluk agama di Indonesia.

“Saya pernah diundang ke acara di sebuah toko buku di Amerika Serikat. Penontonnya membludak. Setelah selesai acara, ada peserta yang bertanya tentang Indonesia,” papar Andrea. “Jangan pernah meremehkan kekuatan karya sastra.”

Bagi Andrea, sesungguhnya hal terpenting dalam menulis adalah mental. “Saya menjadi seorang penulis yang berhasil karena saya memiliki mental yang kuat untuk menulis. Sehingga langkah pertama untuk menjadi seorang penulis adalah memiliki mental yang kuat. Jangan takut untuk menulis. Jangan gamang untuk menulis”

Selanjutnya adalah proses kreatif, dimana Andrea menegaskan bahwa setiap penulis memiliki pemicu yang berbeda-beda untuk bisa menciptakan tulisan yang bagus, salah satunya adalah lokasi

Langkah ketiga adalah Technicalities, dimana bagi seorang Andrea Hirata, riset atau penelitian merupakan sebuah proses penting dalam pembuatan tulisan. Dengan adanya riset yang benar maka seorang penulis akan terhindar dari writers’ block. Anehnya, kata Andrea, rata-rata orang Indonesia itu tidak suka untuk melakukan riset, bahkan cenderung meremehkan kelas metodologi riset. (AP)