|
Dubai Strategis Untuk Dijadikan Mitra Bagi Indonesia
Mansyur Pangeran
Konsul Jenderal RI untuk Dubai
INDONESIA merupakan salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Asia dimana nilai GDP telah mencapai lebih dari USD 920 miliar atau menempati peringkat 17 dalam kelompok G-20. Di tengah krisis global, dimana banyak negara lain mengalami pertumbuhan minus, perekonomian Indonesia masih mencatat pertumbuhan yang positif. Banyak produk Indonesia, antara lain furniture dan komponen otomotif masih diminati dunia dengan keunggulan komparatif dibandingkan dengan produk negara lain.
Saat ini terjadi peningkatan jumlah masyarakat kelas menengah (middle class) yang mencapai 17% dari total populasi 240 juta penduduk. Hal ini merupakan salah satu faktor pendukung bagi meningkatnya permintaan domestik (domestic demand) Indonesia, dimana dunia usaha dapat mengambil manfaat ekonomi yang lebih luas.
Saat ini adalah waktu yang tepat bagi para pengusaha dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk turut berpartisipasi dalam kunjungan ke TEI 2011 di Jakarta guna mengetahui lebih jauh sektor-sektor yang masih terbuka serta mengambil kesempatan untuk mengembangkan usaha dan memperluas jejaring kerja dengan para pengunjung dari 102 negara yang hadir dalam TEI 2011.
Sebagai ajang pameran terbesar di Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun oleh pemerintah RI, TEI merupakan display produk-produk unggulan dari berbagai sektor di Indonesia. Pada TEI 2010 tercatat peningkatan jumlah pengunjung dari tahun sebelumnya hingga lebih dari 9.000 buyers dari 102 negara dengan capaian transaksi mencapai 369,3 juta dolar AS. Dengan kehadiran para pengusaha dari UEA ini diharapkan adanya peningkatan kuantitas dan kualitas dari penyelenggaraan TEI 2011 ini.
Dubai merupakan negara yang cukup strategis untuk dijadikan mitra bagi Indonesia. Posisi strategis dan stabilitas politik ekonomi menjadikan Dubai sebagai pusat lalu lintas barang, jasa, manusia dan uang. Kenyataan ini semakin dikuatkan dengan krisis politik-ekonomi di beberapa negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara seperti Suriah, Mesir, Tunisia, dan Libya, yang telah memaksa ratusan miliar dolar AS dipindahkan ke Dubai. Dan di sisi lain, kondisi krisis ekonomi berkepanjangan yang melanda Eropa dan Amerika akhir-akhir ini juga menjadikan kawasan Asia, terutama Indonesia, sebagai sasaran destinasi bagi aliran dana para pemilik modal. Di luar dana investasi yang berasal dari luar, kekuatan keuangan UEA dengan produksi minyak mentah lebih dari 3 juta barrel per hari juga patut mendapat perhatian.
Total volume perdagangan Indonesia-Dubai meningkat 26,4% dari 1.555.871,80 dolar AS pada 2009 menjadi 1.962.786,000 dolar AS pada 2010. Disamping itu seluruh produk barang-barang Indonesia pada umumnya masih kompetitif dan paling dicari di pasar UEA dan kemudian dire-ekspor ke negara-negara Eropa, Asia Selatan dan Afrika. Produk-produk unggulan Indonesia di UEA adalah emas dan mutiara, perhiasan, kendaraan seperti Toyota Innova, Toyota Fortuner dan suku cadang kendaraan bermotor, ban, karet dan produk turunannya, furnitur, peralatan elektronik, kopi, coklat, alas kaki, kulit dan produk derivatif, peralatan kesehatan, alat tulis, tekstil dan produk turunannya.
Upaya diseminasi TEI 2011 ini telah dilakukan sejak bulan Juni 2011, saat kesempatan pertemuan dengan Direktur Perdagangan Luar Negeri UEA, Mr. Mohammed Hamdan Al Zaabi. Pada saat itu, beliau dengan antusias mengatakan akan mendiseminasikan TEI 2011 kepada KADIN di 7 Emirat di UEA disamping juga menyampaikan keinginan untuk meningkatkan bobot kunjungan ke TEI 2011 menjadi kunjungan misi dagang dan sekaligus menjajaki peluang bisnis dan perdagangan di Indonesia.[]
|