|
|
| Edisi - April 2012 |
| Sunday, 22 April 2012 05:58 |
|
GENERASI MUDA BERBAGAI BANGSA PEROLEH BEASISWA SENI DAN BUDAYA
Kementerian Luar Negeri secara konsisten sejak 2003 memberikan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) kepada generasi muda dari berbagai negara.
Program yang telah dilaksanakan untuk yang kesepuluh kalinya ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam meningkatkan kerja sama dalam bidang sosial budaya antar berbagai negara di dunia. Program ini juga bertujuan menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang keberagaman Indonesia di kalangan generasi muda internasional. Para penerima beasiswa ini diharapkan dapat menjadi friends of Indonesia yang nantinya akan membantu promosi Indonesia di negara masing-masing. Dalam jangka panjang, program BSBI merupakan sarana kerja sama dalam bidang budaya dan diplomasi antar negara.
Budaya Indonesia tidak hanya melambangkan tradisi, nilai-nilai luhur, dan pandangan hidup masyarakat Indonesia. Lebih dari itu, harapan, perhatian dan bagaimana Indonesia memandang dunia. Demikian disampaikan Wamenlu Duta Besar Wardana saat membuka Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia 2012 (BSBI 2012) di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta (3/4/2012). Dubes Wardana menjelaskan tiga hal utama dalam memahami Indonesia, yaitu keanekaragaman, masyarakat yang bersatu dengan sikap toleransi dan saling menghargai serta semangat demokrasi. Dalam menjelaskan ketiga hal tersebut, Dubes Wardana menggarisbawahi bahwa musyawarah untuk mufakat, budaya dialog, dan demokrasi merupakan salah satu tradisi bangsa Indonesia yang dicerminkan dalam kehidupan sehari-hari, baik secara nasional maupun dalam kebijakan luar negerinya.
Melalui Program BSBI, Wamenlu mengharapkan terjadinya learning and sharing experience dua arah. Para peserta tidak hanya dapat memahami budaya Indonesia dengan lebih baik tetapi juga berkesempatan memperkenalkan budayanya kepada masyarakat sekitar.
“Saya harap para peserta BSBI 2012 dapat memiliki pemahaman yang luas dan pengalaman yang berkesan selama berada di Indonesia,” tutup Wardana.
Selama 3 bulan, peserta BSBI 2012 akan mengikuti berbagai kegiatan dan pelatihan seni budaya diantaranya mempelajari bahasa Indonesia, keberagaman seni budaya, tari dan musik tradisional, serta keseharian masyarakat Indonesia. Pelatihan tersebut akan diikuti di sanggar-sanggar mitra Kemlu RI yang ada di lima kota, yaitu: Bandung (Saung Angklung Udjo), Denpasar (Sanggar Semarandana), Makassar (Rumah Budaya Rumata), Solo (Sanggar Tari Soeryo Soemirat), dan Surabaya (Studio Tydif).
Selain program pengenalan seni budaya kepada 50 peserta tersebut, BSBI 2012 juga menyediakan beasiswa bagi 15 orang calon pemimpin agama masa depan (future faith leaders) melalui Program Kekhususan BSBI 2012. Program ini merupakan tindak lanjut dari Rencana Aksi Semarang yang dihasilkan pada pertemuan Regional Interfaith Dialogue (RID) ke-6 di Semarang bulan Maret lalu.
Adapun 15 calon pemimpin agama masa depan tersebut berasal dari negara-negara peserta RID ke-6, yakni 10 negara ASEAN ditambah Australia, Selandia Baru, Timor Leste, dan Fiji. Para peserta akan belajar mengenai keberagaman Indonesia khususnya nilai-nilai kerukunan umat beragama Indonesia di Yogyakarta dari mulai 21 Mei sampai 14 Juli 2012. Mitra Kemlu RI dalam pembelajaran tersebut adalah Universitas Islam Negeri “Sunan Kalijaga” Yogyakarta.
Sebagai acara puncak pelaksanaan Program BSBI 2012, akan diselenggarakan sebuah pagelaran seni budaya bertajuk “Indonesia Channel” yang akan menampilkan kolaborasi tarian dan musik tradisional dari para peserta BSBI 2012. Pagelaran dimaksud rencananya akan diselenggarakan di Solo pada tanggal 14 Juli 2012. (Sumber: Dit. Diplomasi Publik) |



