|
|
| Edisi - April 2012 |
| Sunday, 22 April 2012 06:24 |
|
ASEAN Sepakati 4 Dokumen Pada KTT ke-20 di Phnom Penh Para pemimpin ASEAN, dalam KTT ke-20 di Phnom Penh (4/4/2012), menyepakati empat dokumen, yaitu Phnom Penh Declaration on ASEAN: One Community, One Destiny; Phnom Penh Agenda on ASEAN Community Building; Declaration on Drug Free ASEAN 2015; dan ASEAN Concept Paper on Global Movement of Moderates. Wapres Boediono menyampaikan bahwa secara garis besar, Phnom Penh Declaration on ASEAN: One Community, One Destiny merupakan suatu dokumen yang nantinya akan mengidentifikasi dan mengurai berbagai isu dan bidang kerja sama dalam ke-tiga Pilar Komunitas ASEAN guna mendorong pencapaian Komunitas 2015. Sedangkan Phnom Penh Agenda on ASEAN Community Building merupakan rumusan prioritas kerja sama ASEAN selama Keketuaan Kamboja di tahun 2012. “Indonesia juga ingin memastikan bahwa seluruh inisiatif ataupun kesepakatan yang telah diperoleh pada masa Keketuaan Indonesia tahun 2011 yang lalu dapat terus dilanjutkan, diperkuat serta direalisasikan,” tutur Wapres Boediono. Pada pilar Sosial Budaya Komunitas ASEAN, upaya pencapaian ASEAN yang bebas dari penyalahgunaan obat dan narkotika di tahun 2015, juga menjadi sorotan utama para Pemimpin ASEAN. “Atas dasar tersebut para pemimpin negara anggota ASEAN bersepakat untuk mengesahkan Declaration on Drug-Free ASEAN 2015 untuk nantinya dapat ditindaklanjuti oleh berbagai mekanisme dan sectoral bodies di bawah kerangka kerja sama ASEAN,” tambah Wapres Boediono. Sementara itu, dalam rangka mengedepankan budaya dialog dan upaya de-radikalisasi di kawasan, para pemimpin ASEAN juga menyepakati concept paper mengenai ASEAN Global Movement of Moderates. “Kami berharap, dengan adanya dokumen tersebut, jejaring kerja sama antar kalangan moderat dalam rangka memajukan “culture of peace” di kawasan dapat diperkuat” tutup Wapres Boediono. Pertemuan KTT ke-20 ASEAN, yang terdiri dari sesi pleno dan retreat tersebut, ditutup secara resmi dengan Closing Ceremony yang dihadiri oleh seluruh pemimpin negara anggota ASEAN. (Sumber: Ditjen KS ASEAN/ed. PY) |



