|
|
| Edisi - April 2012 |
| Sunday, 22 April 2012 07:49 |
|
KBRI Berlin : Hubungan Ekonomi RI - Jerman Semakin Intens Hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dan Jerman telah terjalin dengan sangat baik dan terus mengalami peningkatan. Sepanjang dua tahun berturut-turut, volume perdagangan Indonesia dan Jerman mengalami kenaikan yang cukup tajam. Krisis Euro Zone terbukti tidak terlalu mempengaruhi minat Jerman untuk mengimpor produk-produk tradisional unggulan Indonesia seperti kelapa sawit, tekstil dan garmen, sepatu, kopi, teh, kakao, tembakau, karet dan bahan kimia. Pada tahun 2011 (Januari-November) volume perdagangan kedua negara tercatat cukup tinggi yaitu sebesar 5,1 milyar Euro, atau mengalami kenaikan sebesar 0,2 milyar Euro dibanding periode yang sama tahun 2010 yaitu 4,9 milyar Euro (data Eurostat). Angka ini menempatkan Jerman sebagai mitra dagang Indonesia terbesar di Uni Eropa (nomor dua belas di dunia), dengan surplus di pihak Indonesia sebesar 2,1 milyar Euro. Kerjasama antara Indonesia dan Jerman di bidang investasi juga berlangsung dengan baik sejak ditandatanganinya Naskah Perjanjian Kerjasama Investasi tahun 1953, yang diperkuat dengan Persetujuan Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal (P4M) yang ditandatangani pada tahun 2003. Tercatat tidak kurang dari 250 perusahaan Jerman yang saat ini beroperasi di Indonesia, yang didominasi dengan sektor otomotif, transportasi, farmasi, dan telekomunikasi. Perusahaan-perusahaan besar Jerman yang menjalankan bisnisnya di Indonesia di antaranya adalah BMW, Daimler, VW, Siemens, dan BASF. Terlepas dari krisis Euro Zone yang implikasinya turut dirasakan oleh Jerman, nilai investasi Jerman di Indonesia dapat dikatakan cukup stabil. Pada tahun 2011, nilai investasi Jerman di Indonesia tercatat sebesar 158,1 juta US Dollar dengan jumlah proyek 68 unit atau mengalami peningkatan dibanding tahun 2010 yaitu 157,6 juta US Dollar untuk jumlah proyek 51 unit (data BKPM). Kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Jerman memiliki cakupan yang luas dan tidak terbatas hanya pada sektor perdagangan dan investasi, namun juga economic-related sectors lainnya, seperti kerjasama pembangunan. Kerjasama pembangunan kedua negara yang telah terjalin dengan baik sejak tahun 1961 tersebut menempatkan sektor perlindungan iklim, private sector development dan good governance/decentralization sebagai prioritas kerjasama untuk periode tahun 2011-2012. Angka kerjasama pembangunan kedua negara sejak tahun 1961 tercatat mencapai total 3,44 milyar Euro. Tingginya intensitas hubungan ekonomi Indonesia dan Jerman tersebut telah menempatkan sektor ekonomi sebagai fokus utama kerjasama bilateral Indonesia dan Jerman pada tahun 2012 yang menandai 60 tahun hubungan bilateral kedua negara. Kedua Kepala Negara dalam pertemuan bilateral di Jakarta, awal Desember 2011, telah menegaskan kembali sektor ekonomi sebagai prioritas kerjasama kedua negara, yang mencakup sektor perdagangan dan investasi, kesehatan, riset dan teknologi, industri strategis, dan perlindungan iklim. Indonesia memiliki kepentingan untuk memanfaatkan keunggulan Jerman untuk mendorong adanya alih teknologi bagi pengembangan sektor-sektor tersebut di dalam negeri.
Strategi Diplomasi Ekonomi Kerjasama Ekonomi RI – Jerman tidak akan berkembang secara signifikan jika tidak dilakukan melalui berbagai pendekatan dan strategi diplomasi yang mampu merangsang pelaku ekonomi kedua negara. Untuk mengembangkan hubungan bilateral dibidang ekonomi, perdagangan dan investasi, KBRI melakukan terobosan dan mengambil langkah-langkah strategis. Perkembangan yang cukup pesat dalam hubungan bilateral Indonesia dan Jerman di bidang ekonomi, perdagangan, dan investasi, secara signifikan disumbang oleh konsep kerjasama yang lebih bersifat business driven ketimbang government driven, dimana Pemerintah lebih bertindak sebagai fasilitator untuk terciptanya kontak bisnis dan kerjasama konkrit antara kalangan bisnis kedua negara. Sejalan dengan hal tersebut, maka strategi diplomasi ekonomi yang diaplikasikan oleh KBRI Berlin di Jerman lebih ditekankan pada penyelenggaraan promosi terpadu tourism, trade and investment (TTI) yang menonjolkan forum temu bisnis (one-on-one business meeting) sebagai ajang mempertemukan pelaku bisnis kedua kedua negara melalui kerjasama dengan asosiasi bisnis/KADIN setempat, serta mendorong partisipasi perusahaan-perusahaan eksportir Indonesia dalam pameran dagang dan ekonomi internasional di Jerman (misalnya pameran furniture di Köln, pameran produk organik di Nürnberg, COTEC/coffee, tea and cacao di Hamburg). Dapat dicatat bahwa pelaksanaan program promosi terpadu TTI yang digagas oleh Perwakilan RI di Jerman, telah diselenggarakan secara reguler sejak tahun 2010 (bertempat di Munich), tahun 2011 (bertempat di Hamburg), dan pada tahun ini akan dilaksanakan di Düsseldorf, tepatnya pada tanggal 15 November 2012. Tingkat partisipasi pemangku kepentingan kedua negara khususnya kalangan bisnis dalam kedua forum dimaksud sangat tinggi. Sejumlah kerjasama konkrit berhasil dicapai dalam forum-forum tersebut di antaranya yang dapat dicatat adalah kerjasama di Bidang Caprolactam antara PT. Elsoro Multi Pratama dan Helm AG, kerjasama joint production lokomotif cepat antara antara PT. Kereta Api Indonesia dan Bombardier Transportation GmbH, kerjasama di bidang energi terbarukan antara Provinsi Sumatera Barat dan Negara Bagian Bavaria, rencana investasi METRO Group (wholesaler-retailer) di Indonesia pada akhir tahun 2012, kerjasama di bidang energi terbarukan antara Greenworld Energi Nusantara dan Benreg AG. Selain kegiatan TTI, KBRI Berlin juga menyelenggarakan kegiatan Update from the Region dengan mengambil tema spesifik menyangkut peluang investasi, perdagangan dan pariwisata dari wilayah atau kawasan tertentu di Indonesia, bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat yang ditujukan kepada para pelaku usaha dan pemangku kepentingan terkait lainnya di Jerman. Tahun lalu (tanggal 7 April 2011), kegiatan Update from the Region telah menampilkan potensi Provinsi Sulawesi Utara, dan untuk tahun ini akan mengangkat potensi Kota Solo (Surakarta), Jawa Tengah. Kegiatan promosi lain yang digulirkan oleh KBRI Berlin adalah promosi kuliner Indonesia. Pada tanggal 9 Maret 2012 lalu, KBRI Berlin secara khusus menyajikan Indonesian Culinary Festival dengan menampilkan cita rasa kuliner Provinsi Sumatera Barat dan menghadirkan juru masak William Wongso. Sajian kuliner tersebut sangat diminati dan memperoleh apresiasi yang tinggi dari publik Jerman. Kegiatan serupa akan dilakukan lagi tahun 2013 mendatang. Di samping bidang perdagangan dan investasi, KBRI Berlin juga senantiasa melaksanakan program dalam rangka pengembangan kerjasama di bidang perlindungan iklim sebagai salah satu dimensi penting dalam kerjasama ekonomi kedua negara. Indonesia dan Jerman selama ini merupakan dua negara yang aktif memelopori upaya penanganan isu perubahan iklim baik di tingkat regional masing-masing maupun di tingkat multilateral. Berbagai skema kerjasama ditawarkan Jerman kepada negara-negara sahabat dalam upaya penanganan perubahan iklim, salah satunya International Climate Initiative yang telah dimanfaatkan oleh Indonesia untuk sejumlah proyek, termasuk salah satunya Harapan Rainforest project di Sumatera. Di samping itu, KBRI Berlin secara aktif juga terlibat sebagai negosiator dalam perundingan perubahan iklim UNFCCC dan Dubes RI Berlin secara khusus dipercayai sebagai Penasehat Senior Delegasi RI dalam perundingan-perundingan tersebut.
Peluang semakin terbuka Dari kerjasama ekonomi yang telah terjalin antara Indonesia dan Jerman, terdapat sejumlah peluang yang dapat dimanfaatkan oleh kalangan bisnis kedua belah pihak di antaranya adalah: Pertama, Bidang Perlindungan Iklim. Sebagai salah satu prioritas kerjasama pembangunan, perlindungan iklim memiliki peluang bisnis bagi kedua negara untuk dimanfaatkan dan dikembangkan. Pengusaha Jerman selama 10 tahun terakhir ini secara giat melakukan promosi bisnis dalam teknologi yang ramah lingkungan. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh kalangan bisnis di Indonesia untuk bekerja sama sebagai mitra lokal guna pengembangan teknologi ramah lingkungan (green technology) di Indonesia dalam rangka perlindungan iklim. Kedua, Kekuatan ekonomi Indonesia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta dan pertumbuhan ekonomi positif sebesar 6,5% pada tahun 2011, Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi investor asing, termasuk Jerman. Pada tahun 2012 ini, Jerman menempatkan Indonesia sebagai market target bersama dengan 4 negara lainnya yaitu Malaysia, Turki, Kolombia dan Brazil, yang memberikan peluang bagi Indonesia untuk merangkul Jerman secara lebih erat sebagai mitra kerjasama ekonomi. Dapat dicontohkan bahwa sebagai salah satu investor Jerman yang penting bagi Indonesia di bidang otomotif, VolksWagen (VW) saat ini tengah melirik Indonesia untuk dijadikan sebagai basis produksi. Ketiga, Skema Public-Private Partnership (PPP). Pemerintah Jerman melalui Kementerian Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan membuka peluang untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki karakteristik hasil yang berkelanjutan dan berdimensi green economy, melalui skema Public-Private Partnership (PPP). Skema PPP ini kiranya bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk bekerjasama dengan pihak Jerman dalam membangun infrastruktur berbasis green technology atau pengembangan energi terbarukan.[] |



