|
|
| Edisi - April 2012 |
| Sunday, 22 April 2012 13:03 |
|
Meningkatkan Kemampuan Pasukan Perdamaian Dalam Menangani Berbagai Konflik Mengawali pidatonya yang bertema ‘The UN and Global Security: Collaboration and Partnership’ dengan ucapan “selamat pagi”, Sekjen PBB Ban Ki-Moon menilai hubungan antara PBB dan ASEAN semakin penting menyusul diadopsinya Joint Declaration on Comprehensive Partnership. Pandangan tersebut disampaikannya pada saat membuka The Second Jakarta International Defense Dialogue (JIDD II) yang diselenggarakan pada tanggal 21 Maret 2012 di Balai Sidang Jakarta. Ia ingin melihat kedua organisasi tersebut dapat bekerjasama di berbagai bidang kerjasama yang kongkrit sebagai suatu komunitas internasional dalam menghadapi tantangan-tantangan global. Kehadiran Sekjen PBB di JIDD II ini merupakan salah satu agenda dari kunjungan resminya ke Indonesia pada tanggal 19 – 21 Maret 2012 atas undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam kunjungan ini, selain didampingi oleh istrinya, Mrs. Ban Soon-taek, Sekjen PBB juga didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Sekretariat PBB. Sehari sebelumnya (20 Maret 2011), Sekjen PBB melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Yudhoyono di Istana Bogor yang kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi International Peace and Security Centre (IPSC) di Sentul, Bogor. Di IPSC, Sekjen PBB berkenan menyampaikan pidato dengan tema “UN Peacekeeping: Challenges and Opportunities for Indonesia, the Region and Beyond.” Seusai menyampaikan pidato, Sekjen PBB berkesempatan menyaksikan atraksi demo dari 8 (delapan) Satuan Tugas di IPSC, yakni: Satuan Tugas Kesehatan (Medical Evacuation); Satuan Tugas Kompi Zeni; Satuan Tugas POM (Pengaturan Lalu Lintas); Peninjauan Sarpras; Military Observers; Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Patroli); Satuan Tugas Force Protection Company (Fix Guard); dan Cimic Smart Car (Mobil Pintar). Kehadiran Sekjen PBB di IPSC adalah untuk melihat secara langsung kesiapan pemerintah Indonesia dalam mendorong peningkatan kualitas peace keepers Indonesia, dimana hal ini penting untuk mewujudkan visi ‘empat ribu’ Indonesian Peacekeepers di UN Peacekeeping Operations. Disamping itu kehadiran Sekjen PBB di IPSC juga untuk memberikan informasi langsung terkait perkembangan terkini dari UN Peacekeeping Operationsn PBB. Sementara pada pembukaan JIDD II, Sekjen PBB menegaskan pentingnya fasilitas militer yang memadai sebagai salah satu faktor keberhasilan pelaksanaan misi pasukan perdamaian PBB. Ia mencontohkan saat pelaksanaan misi pasukan perdamaian di Pantai Gading, menurutnya Pasukan Perdamaian PBB tidak mungkin berhasil tanpa kontribusi dari Ukraina, yang telah meminjamkan tiga helikopter tempurnya pada saat kritis. Mengomentari tema pertemuan, ‘Operasi Militer Selain Perang: Kolaborasi dan Integrasi untuk Memperkuat Keamanan dan Stabilitas Global’, Sekjen PBB menyampaikan bahwa saat ini pasukan perdamaian PBB telah menetapkan standar internasional untuk hal tersebut. Pihaknya sedang dalam proses untuk meningkatkan kemampuan pasukan perdamaian dalam menangani berbagai konflik di dunia. Dalam kesempatan tersebut, Sekjen PBB juga menyatakan keprihatinannya terhadap rawannya masalah pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di dunia. Acara pembukaan JIDD II ini diikuti oleh sekitar 13 perwakilan negara sahabat termasuk perwakilan organisasi-organisasi internasional seperti EU dan NATO.[] |



