NEWS FLASH
Print E-mail
Edisi - April 2012
Sunday, 22 April 2012 13:07

 

RI-Inggris Sepakat Lipatgandakan Perdagangan

Jakarta: Indonesia dan Inggris sepakat melipatgandakan kerja sama perdagangan dalam tiga tahun ke depan. Baik Indonesia maupun Inggris terbuka bagi investor kedua negara. Inggris merupakan investor terbesar kelima di Indonesia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Inggris David Cameron menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pers bersama seusai pertemuan bilateral, di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/4) sore.

Menurut Presiden SBY, RI-Inggris akan mempererat kerja sama dalam lima bidang, yakni perdagangan, investasi, pendidikan, demokrasi, dan perubahan iklim. Untuk perdagangan, ada peningkatan sekitar 10 persen dari tahun 2010 ke 2011. Nilainya, dari 2,6 miliar dolar AS menjadi 2,8 miliar dolar AS.

“Kami bertekad mencari peluang-peluang baru untuk meningkatkan perdagangan ini, perdagangan yang makin tinggi tetapi juga berimbang, dan membawa manfaat yang riil baik bagi Inggris maupun Indonesia,” kata Presiden SBY.

Di bidang pendidikan, dibahas pentingnya mahasiswa Indonesia belajar di Inggris, begitu juga sebaliknya. “Mereka (people to people contact; red) akan menjadi tulang punggung dari hubungan bilateral kedua negara di masa depan,” SBY menambahkan.

“Perihal demokrasi dan dialog antarkeyakinan, Inggris dan Indonesia mepelopori satu dialog yang terus berkembang menyangkut peradaban dan agama,” ujar Presiden SBY.


Sementara itu, PM David Cameron menambahkan, Inggris akan mempermudah ijin masuk pelaku bisnis untuk melipatgandakan perdagangan bilateral. “Inggris akan meluncurkan jasa visa prioritas untuk pelaku bisnis yang secara reguler melakukan perjalanan ke Inggris,” ujar PM Cameron.


“Saya juga dengan amat senang hati menyampaikan undangan dari Yang Mulia Ratu untuk Presiden Yudhoyono mengadakan kunjungan kenegaraan ke Inggris musim gugur ini, bertepatan dengan tahun Diamond Jubilee,” kata PM Cameron.

Diamond Jubilee adalah perayaan 60 tahun Ratu Elizabeth II naik tahta. Ratu Elizabeth II naik tahta tahun 1952, sekitar tujuh tahun setelah Perang Dunia II berakhir. Ia menggantikan ayahnya, Raja George VI, yang meninggal. (arc) (sumber: presidensby.info).