NEWS FLASH
4 article
Sunday, 17 June 2012 15:21    Print E-mail
Juni 2012 - 4 article

Komitmen Indonesia Terhadap Pemajuan dan Perlindungan HAM

Menteri Luar Negeri RI,
DR. R.M. Marty M. Natalegawa

Indonesia menyambut dengan baik pelaksanaan Sidang ke-13 Working Group Meeting on the Universal Periodic Review for Indonesia ini.

Partisipasi kami menunjukkan komitmen penuh Indonesia terhadap pemajuan dan perlindungan HAM. Setidaknya, ini merupakan keinginan kuat kami untuk berbagi dengan masyarakat internasional mengenai upaya-upaya yang kami lakukan dan tantangan-tantangan yang kami hadapi, dalam promosi dan perlin-dungan HAM. 

Dalam pandangan kami, Universal Periodic Review, membangun dan bersinergi dengan proses serupa pada tingkat nasional dan regional, suatu mekanisme penting untuk memperkuat upaya-upaya guna membantu mengembangkan nilai-nilai demokrasi dan HAM, memeriksa keberadaan dan membuat kemajuan HAM di lapangan.
Untuk tujuan ini, pada akhir Februari lalu Indonesia telah menyerahkan National Report. Formulasi ini melibatkan berbagai Kementerian dan Lembaga Pemerintah, termasuk Pemerintah-Pemerintah Daerah yang berbeda-beda sebagai bagian dari negara.

Sebagian besar, laporan ini adalah hasil dari kerjasama antara stakeholder-stakeholder yang lebih luas, termasuk lembaga-lembaga HAM dan organisasi-organisasi masyarakat sipil. Memang, dalam pandangan kami, proses inklusif sebagaimana digambarkan atas laporan ini sangat penting dalam memberikan rasa kepemilikan yang luas. Sejak terakhir kali kami mempresentasikan laporan ke forum ini pada tahun 2008, sebelum putaran pertama dari Tinjauan Periodik Universal kami, kami telah membuat kemajuan besar dan penting dalam bidang HAM.

Kami sangat menyadari bahwa begitu banyak yang diharapkan dari kami. Tidak hanya oleh masyarakat internasional, yang telah menunjukkan dukungan yang kuat untuk transformasi demokrasi Indonesia, namun, yang paling penting, juga oleh masyarakat kami sendiri.

Read more... Last Updated ( Sunday, 17 June 2012 17:16 )
 
Sunday, 17 June 2012 15:34    Print E-mail
Juni 2012 - 4 article

Grand Design Polugri Dapat Merubah Tampilan Kebijakan Luar Negeri Indonesia

YAYAN GH MULYANA
Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional

Sumber kebijakan luar negeri adalah textual sources (hukum dan legislasi, doktrin, strategi) dan constextual sources (lingkungan pergaulan domestik dan lingkungan internasional). Dalam rangka menata dan membangun panduan politik luar negeri yang lebih terstruktur dan sistematis, pada tanggal 23 February 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyampaikan directive untuk menyusun suatu white paper yang mencakup satu periode sebuah pemerintahan, misalnya Kabinet Indonesia Bersatu II, yang kemudian harus di-update setiap tahunnya.

White paper ini mengatur strategi dan kebijakan sehingga harus dipedomani dan dijalankan oleh para dubes dan diplomat, juga oleh para menteri, para gubernur, dan jajaran pemerintahan. Dengan demikian maka sandingan dari white paper Kebijakan Luar Negeri 2012-2014 adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional 2010-2014.

Grand design merupakan rencana komprehensif dan jangka panjang yang menggariskan kepentingan dan agenda strategis politik luar negeri serta langkah-langkah strategis bagi pencapaiannya. Grand Design juga memuat dimensi-dimensi pokok dari politik luar negeri serta modalitas-modalitas bagi implementasi dimensi-dimensi pokok tersebut secara efektif.

Dan untuk membantu menjabarkan atau mengoperasionalkan grand design tersebut, maka penyusunan annual foreign policy white book tentunya akan sangat membantu untuk menyusun langkah-langkah strategis yang spesifik sesuai tantangan dan kesempatan yang berkembang pada kurun waktu yang dicakupnya.

Read more... Last Updated ( Sunday, 17 June 2012 17:17 )
 
Sunday, 17 June 2012 16:15    Print E-mail
Juni 2012 - 4 article

Strategi Diplomatik dalam Upaya Intensifikasi Kerjasama Antar Bangsa

Hariyadi Wirawan
Ketua Jurusan Hubungan Internasional FISIP UI

 

Gambaran umum RI adalah sebuah negara dengan GDP sebesar $ 521 milyar pada 2010 dan akan mencapai $ 7,010 trilyun pada 2050 menurut perkiraan Credit Suisse Research Institute (2009). Sementara itu, menurut Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Indonesia memiliki kelanggengan tiga parameter utama, yaitu; geografi yang bersifat tetap; demografi berjangka panjang dan tingkat proses serta kebijakan yang rumit, dan; sejarah dan kesejarahan yang berkembang dan diterjemahulang oleh interaksi geografi dan demografi yang tidak linear.

Secara umum, kebijakan politik luar negeri RI yang mengedepankan sembo-yan Million Friends, Zero Enemies dapat diidentifikasi sebagai strategi diplomatik dalam upaya intensifikasi kerjasama antar bangsa dan memberi perhatian penuh pada upaya perdamaian dunia.

Sedangkan Dynamic Equilibrium adalah kata lain dari “bebas aktif”, de-ngan penekanan pada pengaturan karakter negara-negara besar dan sekaligus kesempatan pada negara-negara yang sedang berkembang untuk meningkatkan kemampuannya melalui kerjasama yang diperluas.

Read more... Last Updated ( Sunday, 17 June 2012 17:52 )
 
Sunday, 17 June 2012 16:16    Print E-mail
Juni 2012 - 4 article

Indonesia Memiliki Keunggulan Kompetitif, Bukan Hanya Komparatif


Presiden RI

Melihat potensi dan trend pertumbuhan RI pada tahun-tahun terakhir ini, peluang yang tersedia pada tingkat dunia, maka saya punya tesis bahwa abad 21 ini Indonesia bisa menjadi negara maju. Itu bisa terpulang bagi kita kalau kita be-kerja keras.

Dalam lima belas tahun kedepan kita akan berada pada posisi strong economy, ekonomi yang kuat dan adil. Sementara politik dan demokrasi kita akan berada pada posisi stabil dan matang. Sebuah bangsa itu akan terus berkembang manakala peradabannya tinggi: pengetahuannya maju, politiknya baik, good society, tradisinya juga baik, dan seterusnya.

Kita harus bekerja sangat keras de-ngan cara lebih bersatu, dengan visi dan kepemimpinan, bersama-sama untuk menuju ke keadaan tersebut. Itulah potensi kita, dan sekaligus peluang. Kita punya potensi sumber daya energi dan juga pertanian yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita menjadikan semua itu menjadi industri, bukan hanya komoditas dagang semata, tapi industri, hulu, hilir, dengan teknologi, sumber daya manusia, dan policy yang tepat, sehingga dengan demikian kita memiliki keunggulan kompetitif, bukan hanya komparatif.

Read more... Last Updated ( Sunday, 17 June 2012 17:16 )