Januari 2018 Preivous Issue

Demokrasi Telah Membawa 70 Tahun Perdamaian di Uni Eropa

uni eropa
GUNNAR WIEGAND Managing Director Asia-Pacifc, Uni Eropa

Saya ucapkan selamat kepada Indonesia atas peringatan 10 tahun Bali Democracy Forum (BDF) dan juga pembukaan BDF Chapter Tunis. Salah satu tantangan terbesar demokrasi adalah bagaimana mewujudkannya bagaimana mengatasi harapan dan kebutuhan semua warga negara, dan sekaligus mengamankan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi penerus. Di Uni Eropa, kami percaya bahwa demokrasi terwujudkan dan, lebih dari itu, demokrasi sangat diperlukan untuk mengejar perdamaian, keadilan sosial dan penghormatan terhadap martabat manusia. Jelas bahwa demokrasi pada dasarnya lebih efektif dan responsif dalam memenuhi kebutuhan warganya.

Negara dan masyarakat menjadi kuat dan tangguh ketika memiliki stabilitas keamanan dan ekonomi, tapi juga ketika hak asasi manusia terlindungi, tersedianya layanan publik yang layak, dan juga memiliki institusi yang bertanggung jawab, efektif dan transparan di semua tingkat. Aturan hukum adalah kunci dalam memerangi korupsi, terorisme dan kejahatan terorganisir. Demokrasi telah membawa 70 tahun perdamaian di Uni Eropa, yang belum pernah diketahui sebelumnya oleh benua kami. Masyarakat sipil yang aktif, media yang bebas dan pluralistik, serta checks and balances telah menjadi ciri khas masyarakat kami. Namun kita tidak boleh lupa bahwa perjalanan ini tidaklah selalu mulus dan kita seharusnya tidak pernah menganggap prestasi ini dengan begitu saja. Jika ada sesuatu yang telah kita pelajari selama ini, demokrasi tidak akan pernah selesai dipelajari dan tidak ada kemajuan demokrasi yang tidak dapat dirubah.

Pada kenyataannya, saat ini demokrasi tengah mendapat tekanan di seluruh dunia, di sini dan di benua kami. Ketidakpercayaan didalam institusi politik dan pemutusan hubungan antara pemimpin politik dan warga negara merupakan salah satu tantangan utama yang membuka jalan bagi wacana populisme dan anti-kemapanan. Tantangan keamanan, degradasi lingkungan, migrasi dan ketimpangan ekonomi semakin menambah kompleksitasnya. Namun Uni Eropa juga sangat prihatin dengan menyusutnya ruang bagi masyarakat sipil, sebuah fenomena global yang telah semakin dalam dan semakin cepat dalam beberapa tahun terakhir. Terlebih lagi bahwa menyusutnya ruang tersebut tidak hanya berhubungan dengan pembelaan hak asasi manusia dan organisasi masyarakat sipil; ini adalah bagian dari dorongan balik otoriter terhadap demokrasi, menyerang kebebasan fundamental, media, peradilan yang independen dan pilar demokrasi lainnya.

Pada saat yang sama, ada juga cerita positif dan transisi demokrasi yang sukses. Aktivisme demokratis yang penuh semangat membuat terobosan di banyak bagian dunia termasuk di Asia Tenggara. Uni Eropa selalu memuji dan menghargai kepemimpinan Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan sebuah negara dengan tradisi toleransi dan pluralisme yang membanggakan. Keterlibatan warga, akses yang sama terhadap kesempatan, pemberdayaan perempuan, serta penyertaan generasi muda dan kelompok rentan yang semakin menonjol, terutama pada saat membicarakan hasil pembangunan berkelanjutan.

Di dalam demokrasi modern, teknologi digital merupakan kesempatan besar untuk memberdayakan warga biasa; membawa konektivitas yang cepat dan komunikasi yang instan, tetapi juga dapat digunakan sebagai pendorong utama untuk memperkuat kepercayaan dan dialog antara warga negara dan perwakilan terpilih serta untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Namun, demokrasi kita masih harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru ini, karena peran utama media sosial dan dampak “berita palsu” pada pemilihan baru-baru ini telah terlihat. Uni Eropa sangat menyadari tantangan dan peluang demokrasi ini. Tetap menjadi prioritas Uni Eropa untuk mendukung transisi demokrasi secara global, namun juga terus memperbaiki tata pemerintahan yang demokratis serta membangun masyarakat yang lebih kuat dan lebih tahan banting.

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Februari 2018

Tabloid Februari 2018