April 2009

Deplu Memperoleh Penghargaan MURI Dan Sertifikasi ISO

Reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Deplu sejak tahun 2001 telah menghasilkan sistem dan budaya kerja dilingkungan Deplu dan Perwakilan RI diluar negeri menjadi lebih baik. Dalam bahasa Deplu reformasi birokrasi tersebut diistilahkan dengan sebutan Benah Diri Deplu. Sejak proses Benah Diri dijalankan, maka untuk pertama kalinya proses rekrutmen pegawai di instansi pemerintah memenuhi standar internasional ISO 9001:2008. Departemen Luar Negeri dinilai telah menjalankan proses rekruitmen pegawai secara konsisten sejak tahun 2002, bebas KKN, transparan, dan berdasarkan kompetisi dan kompetensi.

Atas prestasi dan capaian yang dilakukan oleh Deplu, Museum Rekor Indonesi (MURI) memberikan penghargaan Departemen / Instansi pemerintah pertama dengan sistem rekruitmen pegawai memenuhi standar ISO 9001 : 2008, bersih dan transparan berdasarkan kompetensi. Penghargaan disampaikan langsung oleh Ketua MURI, Jaya Suprana pada acara Pejambon Coffee (28/3) di Gedung Pancasila, Pejambon.

“Reformasi birokrasi merupakan suatu keniscayaan. Reformasi digulirkan karena ada perubahan-perubahan besar di dunia. Salah satu penekanan dari benah diri deplu adalah perubahan budaya kerja, corporate culture termasuk di dalamnya menjadikan deplu dan perwakilan memahami tugas perlindungan warga. Selain itu, reformasi dilakukan dalam rangka kepedulian dan keberpihakan. Peduli kepada warga kita yang membutuhkan bantuan. Tidak ada pilihan bagi Diplomat Indonesia kecuali memihak mereka. Ini bagian dari budaya kerja yang ingin kita majukan, oleh karena itu kami terus menerus untuk menjadikan pelayanan warga di Deplu dan perwakilan Indonesia prima, cepat, mudah, dan ramah”. Demikian disampaikan Menlu sebelum menerima penghargaan MURI pada acara Pejambon Coffee (28/3).

Pembenahan proses rekrutmen pegawai Departemen Luar Negeri merupakan salah satu unsur penting dalam reformasi birokrasi (benah diri) yang dijalankan sejak 2001. Proses ”benah diri” dimaksudkan sebagai upaya membenahi ”mesin diplomasi” RI agar lebih mampu menghadapi berbagai tantangan diplomasi masa kini dan masa depan. Dalam hal ini Deplu telah melakukan restrukturisasi organisasi departemen, restrukturisasi organisasi perwakilan, dan pembenahan profesi.

Rekrutmen pegawai yang bebas KKN, transparan, dan berdasarkan merit system menjamin terpenuhinya kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan memiliki kompetensi tinggi. Sejak tahun 2002, Deplu merekrut rata-rata 100 diplomat baru setiap tahunnya. Dengan proses rekrutmen yang bersih KKN, telah terbentuk kepercayaan masyarakat yang sangat tinggi—yang tercerminkan dari terus meningkatnya jumlah pelamar setiap tahunnya. Karena itu, peluang Deplu mendapatkan tenaga-tenaga SDM terbaik (the best and the brightest) juga semakin tinggi.

Dengan sertifikasi ISO 9001:2008 ini maka proses rekrutmen pegawai Deplu telah dibakukan dalam satu sistem. Konsistensi Deplu dalam menjalankan sistem tersebut akan terus terpelihara dan tidak terpengaruhi oleh pergantian pejabat. Selain sertifikasi ISO 9001:2008 untuk sistem rekrutmen pegawai Deplu, sertifikasi ISO juga diraih oleh KBRI Singapura dan KBRI Kuala Lumpur untuk pelayanan warga dan pelayanan publik yang prima. Bentuk-bentuk pelayanan seperti perpanjangan paspor, perpanjangan kontrak kerja TKI, dan pelayanan sertifikat pelaut telah dibenahi dan dikembangkan sehingga memenuhi kriteria cepat, murah, dan nyaman. Sebagai contoh, perpanjangan paspor yang tadinya membutuhkan waktu hingga dua minggu, kini bisa dilakukan dalam tempo tiga jam saja—dan dengan tarif yang pasti dan murah.

Peningkatan kualitas pelayanan publik di KBRI dan konsulat Indonesia juga merupakan bagian dari proses ”benah diri” Deplu sejak 2001. Dalam proses ini, juga telah terbentuk satu institutional culture baru yang berorientasi pada pelayanan dan perlindungan warga Indonesia di luar negeri—dengan motto ”kepedulian dan keberpihakan.”

Secara simbolik ketiga sertifikasi ISO tersebut, masing-masing untuk Biro Kepegawaian Departemen Luar Negeri, KBRI Singapura, dan KBRI Kuala Lumpur akan diserahkan pada tanggal 27 Maret 2009 di Gedung Pancasila, Jakarta.[]

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Don`t copy text!