Current Issue Juni 2022

DIPLOMASI EKONOMI DEMI AKSES PASAR DAN PERLINDUNGAN INVESTASI

Diplomasi ekonomi terus diperkuat oleh Kemlu RI. Upaya pemulihan ekonomi dilakukan tanpa mengorbankan aspek kesehatan. Ditekankan juga bahwa upaya pemulihan ekonomi juga dilakukan dengan memperhatikan lingkungan hidup dan SDGs.

Pertama, diplomasi Indonesiabekerja untuk membentuk travel corridor arrangement (TCA)dengan tujuan pemulihan perjalanan lintas batas yang aman. Saling pengakuan sertifikat vaksinasi dan interoperabilitas plat-form juga terus dijajaki. Menurut Menlu RI Retno LP Marsudi, pembahasan intensif sedang dilakukan dengan­ Malaysia, Singapura, Arab Saudi, India, Australia, UAE, Turki, Belanda, Serbia, Hungaria, Ukraina, Kazakhstan, dan Uni Eropa.

Kedua, memperluas akses pasarserta promosi dan pelindungan investasi, antara lain dilakukan melalui dimulainya perundingan CEPA dengan UAE dan peluncuran CEPA dengan Kanada dan MERCOSUR dan FTA ASEAN Kanada. Selain itu, Kemlu RI juga berhasil menyelesaikan Perundingan Perjanjian Investasi Bilateral (BIT) dengan Swiss. Kemudian berlakunya CEPA In-donesia dengan EFTA pada 1 November 2021. Selain itu, Indonesia juga menyelenggarakan sejumlah temu bisnis hybrid, seperti: Indonesia Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Forum III dengan transaksi danpotensi bisnis Rp. 1,23 triliun, ser-ta Indonesia Central and Eastern Europe (INA-CEE) Business Forum 2021 dengan transaksi bisnissenilai Rp. 44 miliar.

Indonesia juga berpartisipasi pada Dubai Expo 2020 dan komitmen investasi saat kunjungan Presiden di UAE sebesar USD 44,6 miliar. Diplomasi yang dijalankan juga memperkokoh strategic presence/outbound investment BUMN dan swasta Indonesia di luar negeri, antara lain melalui program BUMN Go Global. Menlu Retno Marsudi menyatakan bahwa penguatan industri strategis Indonesia seperti bidang kesehatan, bahan baku obat, industri pertahanan, petrokimia maupun energi terbarukan terus dilakukan. “Diplomasi juga digerakkan untuk memperjuangkan fair treatment bagi komoditas Indonesia termasuk kelapa sawit,” ujarnya.

Ketiga, diplomasi melakukanpenguatan ekonomi digital, ekonomi kreatif dan ekonomi hijau antara lain melalui penyelenggaraan ASEAN Creative Eco­ nomy Business Forum (ACEBF)dalam kerangka ASEAN Com prehensive Recovery Framework (ACRF). Promosi investasiekonomi hijau dan transisi energi juga dilakukan bersama pelaku bisnis Inggris di sela pertemuan COP26 di Glasgow yang menghasilkan komitmen investasi USD 9,29 miliar.

Diplomasi juga digerakkan untuk memperkuat kebijakan Pacific Elevation di Pasifik, antara lain melalui penyelenggaraan Virtual 2nd Pacific Exposition pada Oktober 2021 yang dikunjungi lebih dari 11 ribu orang dengan transaksi perdagangan senilai USD 104 juta. Kemudian penguatan kerja sama pembangunan melalui dukungan hibah kepada sebelas negara sahabat, yaitu Afghanistan, Antigua dan Barbuda, India, Madagaskar, Mozambique, Palau, Suriname, Timor Leste, PNG, Zimbabwe dan Saint Vincent and the Grenadines. Fokusnya pada kerja sama pemberdayaan perempuan, peningkatan digital literacy UMKM, pemanfaatan teknologi pertanian dan mitigasi dampak perubahan iklim.

Untuk tahun 2022, upaya pemulihan ekonomi global diperkirakan masih banyak menghadapi berbagai tantangan. Pelaksanaan diplomasi ekonomi akan terus diperkuat, antara lain melalui penguatan akses produk industri strategis nasional seperti kesehatan perkeretaapian, industri pertahanan, perkapalan ke kawasan Asia, Timur Tengah dan Afrika. Kemlu RI juga akan menyelenggarakan Pacific Forum for Development gunameningkatkan kerja sama pembangunan di Pasifik secara lebih terstruktur. Kemudian meningkatkan engagement dengan para investor di luar negeri guna memperkuat kemitraan dengan Sovereign Wealth Fund Indonesia.

Penguatan kemitraan guna mendukung transisi energi, ekonomi hijau dan lestari juga menjadi fokus penting. Kemudian melanjutkan upaya mempercepat penyelesaian berbagai perundingan CEPA, antara lain dengan UAE, Uni Eropa. Turki dan Chile. Di tingkat multilateral, diplomasi dijalankan untuk terus mendorong sistem perdagangan internasional yang lebih adil dan transparan.

Don`t copy text!