April 2009

Dubes RI Moskow Cairkan Kebekuan Siberia

Dubes Hamid Awaludin lakukan pembicaraan serius dengan berbagai kalangan di Tomsk, ibukota Tomsk Oblast, Siberia. Serangkaian rancangan kerjasama akan dimulai tahun ini dan membuka babak baru hubungan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Kini, semua tinggal menunggu implementasi di lapangan.

Demikian kunjungan dua hari Dubes Hamid bersama tim KBRI Moskow di ibukota wilayah paling dingin di Rusia 16-17/3. Di tempat ini, musim dingin biasa mencapai minus 45 derajat Celcius sedangkan musim panasnya plus 40 derajat. Gubernur, rektor dan pengusaha setempat menyambut dengan antusias terhadap berbagai usulan kerjasama yang diharapkan dapat menjadi awal kerjasama Indonesia – Siberia. “Pekerjaan kita saat ini adalah bagaimana membuat semua komitmen menjadi kenyataan dan tidak berhenti pada konsep di atas kertas. Inilah bagian paling krusial yang harus kita perhatikan,” ujar Dubes kepada Gubernur Kress Victor Melhiorovich sebelum meninggalkan kantornya. “Saya menyetujui sepenuhnya dan kita di Tomsk akan menjadikannya prioritas,” jawab sang Gubernur.

Berdasarkan pembicaraan selama kunjungan, maka kerjasama keduanya akan dimulai dengan implememtasi konsep people-to-people contact dalam bentuk pengenalan budaya, kerjasama universitas serta pertemuan antara pengusaha Indonesia dan Siberia. Pemerintah Daerah Tomsk Oblast menyatakan siap mengakomodir rencana penampilan budaya Indonesia pada musim panas tahun ini dengan menyediakan panggung dan penonton. Sedangkan pihak Indonesia menyiapkankan tim kesenian yang memadai untuk pementasan dimaksud. “Selain menjembatani hubungan antar manusia, hal ini juga merupakan sarana untuk meningkatkan wisatawan Rusia ke Indonesia,”ujar sang Dubes.

Meskipun belum memiliki akses secara langsung, ternyata banyak anggota masyarakat wilayah paling dingin di Rusia ini yang mulai “menggilai” Bali. Secara keseluruhan peningkatan turis Rusia ke Indonesia tahun 2008 lebih dari 60% menjadi sekitar 80 ribuan dan diharapkan akan naik meski terdapat krisis finansial global. Direct flight Indonesia – Moskow tahun ini menjadi jembatan emas kerjasama di bidang turisme. “Orang Rusia ingin menikmati suasana panas dan orang Indonesiapun sangat antusias merasakan titik ekstrim minus 40 derajat. Inilah yang disebut extreme tourism,” seloroh Dubes Hamid.

Agar lebih efektif maka kerjasama budaya ini disepakati untuk dijadikan satu paket dengan kerjasama bidang perdagangangan dan investasi. Sebanyak 25 pengusaha bidang perminyakan hingga water purification yang ditemui Dubes ingin lakukan pertemuan langsung dengan pengusaha Indonesia baik di Tomsk ataupun di Indonesia. “Ini akan memangkas harga produk yang biasanya dijual melalui pihak ketiga,”kata wakil Gubernur dalam kesempatan lainnya. “Indonesia membuka diri atas impor teknologi eksplorasi minyak tanpa pajak, sedangkan Tomsk perlu furniture sampai garment berkualitas tinggi,” tukas Dubes.

Adapun di sektor pendidikan Dubes telah lakukan pertemuan dengan dua universitas ternama setempat yakni Universitas Politeknik Tomsk dan Universitas Negeri Tomsk. Sebagai kota pelajar di Rusia, maka keberadaan dua mahasiswa di tempat tersebut dianggap masih belum mewakili Indonesia secara keseluruhan. Selain itu, tahun ini diharapkan keikutsertaan mahasiswa Tomsk dalam mengikuti program beasiswa Dharmasiswa yang ditawarkan pemerintah Indonesia.

Baik Pemerintah Tomsk maupun KBRI Moskow kini segera menindaklanjuti komitmen yang telah dibuat paling lambat mulai tengah tahun ini. “I never delay until tomorrow what we can do today,” kata Dubes dengan mimik serius yang diamini Gubernur dan stafnya.***

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Don`t copy text!