Current Issue Maret 2018

IAF Menggali Potensi Kerjasama Indonesia – Afrika

Indonesia-Africa Forum adalah perwujudan komitmen Indonesia dan negara-negara Afrika untuk maju dan sejahtera bersama, serta menjadi forum pertama, dimana Afrika dan Indonesia dapat bertemu dan bahas kerja sama konkret yang libatkan berbagai pemangku kepentingan”, papar Menlu RI, Retno LP Marsudi pada pidato pembukaan Indonesia-Africa Forum (IAF) 2018, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada tanggal 10 April 2018. Menlu RI berharap kegiatan IAF ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk dapat menggali lebih banyak lagi potensi-potensi kerjasama menguntungkan bagi Indonesia-Africa untuk kemakmuran bersama. “This time for Africa”, tegas Menlu RI.

Indonesia-Africa Forum yang pertama ini mengusung tema “Developing Sustainable Economic and Investment Cooperation” dan dibuka secara resmi oleh Wapres RI, Jusuf Kalla. Forum dihadiri oleh lebih dari 500 peserta termasuk 240 delegasi dari 46 negara Afrika, Organisasi Internasional dan Development Partners serta sekitar 200 delegasi dari Indonesia, yang terdiri dari kalangan Pemerintahan, swasta, dan pelaku bisnis. “Mari kita bergandengan tangan dalam memperkuat hubungan Indonesia-Afrika dan secara bersama mewujudkan dunia yang adil dan sejahtera”, ujar Wapres RI dalam pidato pembukaannya.

Lebih lanjut Wapres RI menyampaikan harapan agar forum ini dapat menghasilkan kerjasama ekonomi yang nyata, di berbagai bidang serta terus memetakan kerjasama di bidang infrastruktur, industri strategis, hingga fasilitas pembiayaan. Saat ini, Indonesia memerlukan minyak bumi, kapas, dan biji kakao dari Afrika. Sementara Afrika memerlukan minyak sawit, kendaraan bermotor, dan mie instan dari Indonesia. Di bidang investasi, lebih dari 30 perusahaan di bidang farmasi, tekstil, energi dan lainnya, beroperasi di Afrika.

Rangkaian kegiatan IAF 2018 ini terdiri dari forum diskusi, pameran industri, dan business deals. Di sela-sela pertemuan juga diselenggarakan sejumlah pertemuan bilateral antara Indonesia dengan negara-negara Afrika. IAF 2018 merupakan show case kerja sama ekonomi konkret antara Indonesia dan negara-negara Afrika dalam menerjemahkan kedekatan politik dan historis Indonesia Afrika menjadi suatu kerjasama ekonomi yang erat dan nyata. Kedekatan Indonesia dan Afrika secara historis telah dimulai sejak Konferensi Asia Afrika (1955) yang dilanjutkan dengan Non-Alignment Movement (1965), New AsianAfrican Partnership (2005), dan 60th Commemoration of Asia-Africa Conference (2015).

Indonesia berkomitmen buntuk memperkokoh kerjasama dengan Afrika, antara lain, peningkatan kerja sama teknik dan capacity building ke kawasan Afrika; peningkatan kerjasama beasiswa, pengembangan fasilitas kredit ekspor yang kompetitif, peningkatan kerjasama konektivitas, dan enjajagan perjanjian perdagangan melalui pembentukan Preferential Trade Agreement. Selain itu, pada tahun mendatang, sebagai upaya menindaklanjuti  pertemuan IAF 2018 rencana akan diselenggarakan pertemuan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue pada bulan Agustus/ September 2019 Pertemuan ini juga akan membahas potensi dan peluang kerjasama kedua negara, seperti kerjasama keamanan pangan, ekonomi kreatif dan digital, energi, dan pembangunan, serta langkah aksi untuk mewujudkan kemungkinan program kerjasama yang belum tergali selama ini.

Nilai Perdagangan RI-Afrika pada tahun 2017, dengan nilai ekspor USD 4,86 miliar, dan impor USD 3,97 miliar. Dengan neraca perdagangan surplus bagi RI USD 887,28 juta serta tren yang meningkat 15,25% dari tahun 2016. Komoditas utama ekspor RI ke Afrika, antara lain, minyak sawit, makanan dan minuman olahan, sabun, kertas, garmen, kendaraan bermotor dan suku cadangnya. Sementara itu, komoditas utama impor RI dari Afrika: minyak bumi, kapas, biji kakao, bubur kayu, dan bahan kimia bagi pupuk dan industri. (Sumber: Dit. Infomed/Kemlu/DS)

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Maret 2018

Tabloid Maret 2018