Oktober 2010

Treaty Room Penyimpanan Naskah Perjanjian Internasional

Sesuai dengan Undang-undang No.24 Tahun 2000 mengenai Perjanjian Internasional yang mengamanatkan kepada Menteri Luar Negeri untuk menyimpan dan memelihara naskah Perjanjian Internasional serta perjanjian lainnya dimana Indonesia ditunjuk sebagai lembaga penyimpan/depository (contohnya; Agreement on Establishing ASEAN Secretariat dan Treaty of Amity and Cooperation). Seluruh naskah perjanjian dimaksud disimpan dalam ruang penyimpanan Perjanjian Internasional (treaty room) di Gedung Garuda, Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat.

Dan saat ini treaty room telah berfungsi satu tahun sejak diresmikan pada tanggal 15 Oktober 2009 oleh Menlu RI, Dr. N. Hasan Wirajuda. Treaty Room ini antar lain berfungsi sebagai : a. tempat penyimpanan dan pengelolaan naskah asli perjanjian internasional; b. tempat penyimpanan dan pemeliharaan piagam pengesahan suatu perjanjian internasional; c. tempat penyimpanan dan pemeliharaan peta-peta perbatasan; d. tempat penyimpanan dan pemeliharaan staatblad dari tahun 1830 sampai dengan tahun 1959; dan e. tempat dokumentasi diplomasi dan dokumentasi foto lainnya yang terkait dengan diplomasi Indonesia.

Untuk menjalankan fungsi tersebut diatas, tentunya diperlukan suatu standarisasi, dan pengelolaan Treaty Room tersebut telah disesuaikan dengan standar ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia).

Standar minimal fisik Treaty Room diantaranya adalah: a. ruangan penyimpanan harus berfungsi sebagai “strong room” ; b. harus tahan api (minimal 2 jam); c. konstruksi bangunan bersifat permanen, minimal 100 tahun tanpa kerusakan; d. bahan baku beton bertulang; e. bahan baku yang digunakan setidaknya tidak mudah terbakar, mampu mengantisipasi perubahan iklim, dan tidak mudah dimakan rayap; f. lantai mampu menahan beban minimal 1000-1200 kg/m2; g. pencahayaan matahari ke dalam ruangan minimal 30% dan tidak boleh langsung mengenai arsip yang disimpan; h. luas ruangan penyimpanan sekitar 200 m2 atau memuat 1000 meter linier.

Sementara perlengkapan standar penunjang Treaty Room antara lain adalah: a. dilengkapi dengan sprinkler system; b. heat/smoke detector; c. pendingin udara (AC) agar suhu ‘strong room’ terkontrol pada 20 derajat Celcius plus minus 2 derajat Celcius; d. alarm system; e. CCTV; f. dehumidifier (pengatur kelembaban udara) agar kelembaban udara ‘strong room’ RH 50% plus-minus 5%; g. roll O’pack (lemari penyimpan naskah); h. pintu khusus tahan api; dan h. access control.
Demi kepentingan menjaga kualitas dokumen-dokumen yang disimpan di dalam Treaty Room, akses bagi pihak-pihak yang dapat memasuki Treaty Room sangat terbatas. Sehingga untuk memfasilitasi kepentingan publik dalam memperoleh informasi mengenai dokumen-dokumen yang disimpan di dalam Treaty Room, Kementerian Luar Negeri telah membuat suatu database digital Perjanjian Internasional yang dapat di akses oleh publik pada alamat http://naskahperjanjian.deplu.go.id/.

Hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan dalam rangka mengembangkan, mengelola dan mengoptimalkan fasilitas dan layanan Perpustakaan Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional, serta sejalan dengan kebijakan pengembangan perpustakaan digital Kementerian Luar Negeri, Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional dalam mengembangkan Perpustakaan Hukum Digital.

Pengembangan Perpustakaan Hukum Digital ini dalam rangka memberikan pelayanan informasi kepustakaan, khususnya informasi dan data serta kajian pustaka terkait Hukum dan Perjanjian Internasional, secara mudah dan cepat melalui jaringan internet (on-line). Perpustakaan hukum digital ini mengelola berbagai koleksi digital dan format data, serta beragam kelompok pengguna.

Keberadaan Perpustakaan Digital ini melengkapi fasilitas Perpustakaan dan Pusat Informasi yang telah ada di Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional, yaitu berupa Database Treaty Room, I-Treaty dan Pusat Informasi Hukum (PIH).

Sebagai wahana informasi yang terbuka, maka layanan ini dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh pegawai Kementerian Luar Negeri, mahasiswa dan peneliti, serta pihak-pihak lain yang membutuhkan data dan informasi yang berkaitan dengan Hukum dan Perjanjian Internasional, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan hubungan luar negeri.

Sementara ini website perpustakaan digital tersebut masih dalam tahap pengembangan dan hingga saat ini baru mencakup list perjanjian internasional yang terdiri dari : 157 perjanjian bilateral, 2 perjanjian multilateral, 33 perjanjian regional, dan 267 perjanjian yang berkenaan dengan organisasi internasional. Selain menyediakan list perjanjian internasional, website tersebut juga memberikan penjelasan kepada publik terkait dengan proses pembuatan, pengesahan dan penyimpanan perjanjian internasional yang ada di Treaty Room.[] Sumber: Dirjen HPI

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Edisi Terbaru

Edisi Terbaru