Januari 2017 Preivous Issue

MENLU RI : BDF VIII TUNJUKKAN KEMAJUAN DEMOKRASI INDONESIA

Pelaksanaan Bali Democracy Forum (BDF) VIII  memiliki momentum yang tepat bagus untuk memperlihatkan kemajuan demokrasi di Indonesia kepada dunia. hal ini dikarenakan BDF VIII diselenggarakan hanya berselang satu hari dari pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak yang sukses dilaksanakan dengan baik dan menjadi tolak ukur proses demokratisasi Indonesia yang semakin matang.

Dalam sambutan pembukaan BDF VIII Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi memberi perhatian khusus terhadap pilkada serentak yang digelar pada kamis (9/12). Menurut Menlu Retno, delegasi dari berbagai negara turut melihat secara langsung proses bagaimana demokratisasi bekerja di Indonesia.

“Tentu pilkada dan BDF akan menjadi satu hal yang sangat menarik,” kata Menlu Retno di Nusa Dua, Kamis (10/12/2015).

Menlu Retno mengatakan para peserta dapat melihat dan menilai secara langsung cara kerja demokrasi di Tanah Air. Apalagi, pada pilkada serentak kemarin melibatkan sembilan pemilihan gubernur dan 260 bupati/wali kota di seluruh Indonesia.

“Pilkada serentak kemarin merupakan salah satu perhelatan demokrasi yang sangat besar. Dan, BDF diselenggarakan saat kita sedang menggelar local election,” papar Menlu RI Menurut Menlu Retno, pilkada serentak dapat ditunjukkan jika Indonesia telah melaksanakan pemilihan langsung hingga tingkat terkecil perebutan kekuasaan di tingkat daerah, tak hanya di level pemilihan presiden dan parlemen saja.

“Indonesia sudah melakukan pemilihan langsung hingga tingkat pemerintahan lokal, tidak hanya di level pemilihan presiden dan parlemen saja. Ini dapat dilihat oleh peserta BDF secara langsung bagaimana demokrasi bekerja di Indonesia,” ucap Menlu  Retno.

Selain itu Menteri Luar Negeri mengungkapkan kegembiraannya karena peserta BDF ke-8 melebihi ekspektasinya, yakni 89 negara dan 3 organisasi internasional.

“Ini merupakan bukti komitmen dan keinginan negara-negara untuk melakukan pertukaran penerapan demokrasi dan mengadopsi nilai-nilai demokrasi itu sendiri,” tutur Menlu dalam pernyataan pers usai pembukaan BDF 2015 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.

Sejak dibentuk pada 2008, ajang demokrasi tahunan untuk kawasan Asia Pasifik itu telah menghasilkan kerja sama dan kegiatan-kegiatan konkret dalam mempromosikan demokrasi di kawasan.

Selama 2015, “Institute for Peace and Democracy” (IPD) sebagai badan pelaksana BDF telah menyelenggarakan 13 kegiatan dalam mempromosikan demokrasi diantaranya di Mesir, Fiji, Myanmar, Tunisia, Libya, Palestina, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam.

Kegiatan yang dilakukan IPD berupa program “capacity building” dalam bentuk dialog, seminar, pelatihan, dan kunjungan pemilu bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga masyarakat di negara-negara tersebut.

“Salah satu inisiatif terbaru dari IPD adalah pelaksanaan ‘civil society forum’ dan ‘media forum’ yang dilakukan beriringan dengan BDF. Untuk yang pertama kalinya BDF yang merupakan pertemuan antarpemerintah sudah memulai kultur baru untuk melakukan interaksi langsung dengan lembaga masyarakat dan media,” ujar Menteri Retno.

Dipaparkannya, IPD  sejak Januari-Desember 2015 telah menyelenggarakan hampir 13 Kegiatan dan pertemuan internasional untuk lebih aktif mempromosikan demokrasi di kawasan maupun di dunia.

Mengutip perkataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang membuka BDF ke-8, Menlu Retno menegaskan kembali bahwa demokrasi merupakan alat untuk mencapai tujuan kesejahteraan untuk warga.[]

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Edisi Terbaru

Edisi Terbaru