Surat Pembaca

Surat Pembaca

Tantangan kebijakan politik luar negeri Indonesia sangat tergantung pada stabilitas politik dalam negeri, dimana kondisi ekonomi dalam negeri dan penyelesaian masalah perbatasan dengan tetangga menjadi isu penting sebagai dasar pijakan politik luar negeri Indonesia.

Namun pada prakteknya, menurut para ahli Hubungan Internasional di beberapa perguruan tinggi, kebijakan politik luar negeri bebas-aktif Indonesia selalu tidak sama di setiap periode kepemerintahan, selalu saja ada variasi dan dinamika. Kebijakan politik luar negeri bebas aktif Indonesia terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu sesuai dengan kepentingan nasional, dimana setiap periode kepemerintahan tentunya memiliki fokus  kepentingan nasional yang berbeda.

Saya sangat tergelitik untuk mengetahui apa saja variasi dan dinamika politik luar negeri Indonesia pada setiap masa kepemerintahan tersebut. Melalui surat ini saya berharap agar Tabloid Diplomasi dapat menyajikan tulisan atau artikel yang mengupas tentang hal tersebut.

Dan saya akan merasa sangat berterima kasih sekali seandainya Taboid Diplomasi juga menampilkan tulisan mengenai dinamika fokus utama Kementerian Luar Negeri dari masa ke masa.

Salam Diplomasi

Chika Alifah, Mahasiswa Universitas Pancasila, Jakarta.

Saat ini kita sudah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tapi saya merasa bahwa belum ada yang dapat kita rasakan dari diberlakukannya MEA tersebut. Mungkin saja bahwa perubahan itu sudah dirasakan pada tataran pemerintahan, tapi untuk tataran masyarakat tampaknya hal ini belum terasakan.

Mungkin saja hal ini juga terjadi di Negara-negara ASEAN lainnya, tapi hal ini tidak terungkapkan secara gamblang dikarenakan masih sangat minimnya informasi mengenai perkembangan MEA. Sebagai Ibukota ASEAN atau sebagai negara yang menjadi Sekretariat ASEAN tentunya Indonesia harus menjadi pelopor dan panutan dalam hal pe-nyampaian informasi perkembangan pelaksanaan MEA kepada seluruh lapisan masyarakat.

Saya sangat berharap agar Tabloid Diplomasi dapat berkontribusi dalam memberikan informasi mengenai perkembangan pelaksanaan MEA, tidak saja di Indonesia tetapi juga di Negara-negara ASEAN lainnya.

Terima kasih

Desy Nurlita, Mahasiswa UPN, Yogyakarta.

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori