Januari 2017 Preivous Issue

Resensi Buku : Permata Dari Surga

Harmonisasi kehidupan merupakan suatu kebutuhan yang tak terelakkan di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang multietnis dan multikultur. Dalam kondisi ini diperlukan upaya untuk terus menjunjung nilai-nilai kearifan lokal bangsa yang mengajarkan tentang dialog, toleransi dan empati.

Sejarah membuktikan bahwa sejak dahulu kala, Nusantara mempunyai posisi yang strategis karena menjadi titik temu peradaban besar dunia, dimana warisan nilai-nilai adiluhung terbentuk dari akulturasi budaya-budaya Hindu-Buddha dan Islam, dan hal ini dapat ditemukan dalam bentuk praktek sosial keagamaan di Indonesia.

Sebagai negara multietnis dan multikultural, masyarakat Indonesia memandang perbedaan sebagai suatu keindahan dan bagian inheren dalam kehidupan yang perlu dipelihara, dimana Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila merupakan aktualisasi nilai-nilai dari kebutuhan untuk memelihara kerukunan dalam bangsa yang multikultural.

Dengan landasan tersebut, bangsa Indonesia secara proaktif meneruskan dan mengembangkan budaya dialog, toleransi serta saling memahami antar sesama umat beragama dan antar peradaban. Hal ini dipandang sa-ngat perlu untuk menghilangkan kecurigaan dan kesalahpahaman antar agama dan budaya, dan mempromosikan harmoni serta kerja sama di tengah-tengah perbedaan dan keanekaragaman.

Buku “Permata Dari Surga : Potret Kehi-dupan Beragama di Indonesia” memberikan informasi dan gambaran lengkap, akurat serta objektif tentang hubungan dan toleransi antara agama-agama yang hidup di Indonesia: Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu.

Buku ini tidak hanya sekedar menyodorkan kondisi kehidupan beragama dan dinamika hubungan antar agama-agama secara konseptual, karena didalamnya dibahas bagaimana praksis interaksi dan komunikasi pemeluk beda agama di beberapa wilayah Indonesia.

Buku ini sangat bermanfaat, bukan hanya bagi para peneliti masalah-masalah agama dan sosial, tetapi juga menjadi rujukan dan pedoman bagi kelompok masyarakat di berbagai tempat, termasuk para pemangku kebijakan di berbagai tingkat sosial demi memba-ngun kehidupan antar-umat beragama yang rukun dan toleran.

Secara akademis, buku ini berkontribusi dalam khasanah kepustakaan ilmiah di pelbagai disiplin keilmuan, seperti teologi, perbandingan agama, sejarah, dan sosiologi agama-agama di Indonesia.

Secara garis besar, buku ini membahas konsep relasi dan toleransi dalam ajar-an agama-agama besar di Indonesia. Pem-bahasannya merujuk pada kitab suci atau penafsiran para tokoh utamanya. Di dalamnya didiskusikan pola hubungan, praksis toleransi masing-masing pemeluk agama dalam kehidupan sehari-hari, dan tak ketinggalan posisi negara dalam memfasilitasi terciptanya hubungan baik dan harmonis antar-pemeluk agama dalam berbagai bentuk dan tingkatan.

Selain membandingkan konsep relasi dan toleransi dalam tiap ajaran agama dengan praksis toleransi antar-pemeluk beda agama, buku ini juga menyajikan faktor-faktor pendukung terciptanya hubungan harmonis dan toleransi dalam kehidupan beragama di Indonesia. Diantaranya kebijakan peme-rintah yang progresif atas pengakuan dan perlindungan terhadap keberadaan agama-agama.

Buku ini menggunakan kerangka pendekatan yang menimbang bahwa konflik antara penganut agama tidak hanya disebabkan oleh faktor-faktor internal agama, melainkan juga faktor-faktor non-agama, seperti ke-senjangan ekonomi, akses ke lapangan kerja, perebutan posisi dan kedudukan politik atau jabatan di pemerintahan. Dengan demikian, secara teoritis bisa ditegaskan bahwa agama bukanlah faktor pemicu konflik, karena pada prinsipnya semua agama membawa misi kedamaian.

Buku ini terdiri dari dua bagian. Bagian Pertama terdiri dari lima Bab dan berisi pembahasan teoritis tentang pengertian agama dan unsur-unsurnya. Pada Bagian Pertama ini diulas mengenai sejarah masuknya agama-agama besar ke Indonesia, faktor-faktor pendukung terwujudnya toleransi beragama, hubungan harmonis antar-umat beragama serta hubungan antara agama-agama dan negara, termasuk tantangan toleransi dan strategi memperkuat kerukunan beragama.

Bagian Kedua mendiskusikan model tole-ransi dan hubungan harmonis tingkat praksis umat beragama di sejumlah wilayah Indonesia. Sejumlah provinsi atau kota di Indonesia dipilih untuk memperlihatkan dinamika dan harmoni hubungan antara umat beragama dalam beragam bentuk. Daerah-daerah itu meliputi Jakarta, Sema-rang, Pontianak, Singkawang, Bali dan Bangka Belitung.

Di Bagian Kedua ini juga diulas hubungan agama-agama dengan negara, mulai dari masa prasejarah, masa Hindu-Buddha, masa Islam, masa kolonial, hingga masa kemerdekaan.

Buku setebal 218 halaman yang membawa pesan penting kerukunan dan toleransi antar umat beragama ini adalah buah hasil kerja sama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Buku ini bisa menjadi sumber inspirasi kalangan pemeluk agama di Indonesia maupun di luar negeri yang masih belum dapat mengembangkan pola hubungan yang rukun, harmonis dan damai.

Kategori