Februari 2017 Preivous Issue

Diplomasi Ekonomi Menindaklanjuti Kunjungan Raja Salman

Staff Ahli Menlu RI Bidang Diplomasi Ekonomi, Ridwan Hassan, di ruang kerjanya (15/3/2017) mengatakan bahwa kegiatan diplomasi ekonomi antara lain dapat dilakukan dengan memanfaatkan Kunjungan Kerja atau Kunjungan Kenegaraan.

Kunjungan itu bisa berupa delegasi asing yang mengunjungi kita atau delegasi kita yang mengunjungi suatu negara. Dan kita tentunya berharap bahwa dari kegiatan saling kunjung itu ada manfaat ekonomi yang betul-betul real”, kata Ridwan Hassan.

Lebih lanjut Ridwan Hassan memaparkan bahwa kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi kemarin adalah salah satu kunjungan yang diharapkan membawa dampak ekonomi yang besar. “Dari berbagai informasi yang disampaikan oleh media, kita bisa melihat bahwa ada minat dan komitmen untuk melakukan kerja sama ekonomi yang nilainya bahkan disebutkan sekitar USD 25 miliar. Tapi sebagaimana diketahui, bahwa selain kerja sama ekonomi tersebut, ada juga berbagai kerja sama yang dilakukan di bidang bidang lainnya”, kata Ridwan Hassan.

Menurut Ridwan Hassan, salah satu contoh yang menonjol dan bisa diambil sebagai hasil dari kunjungan Raja Salman ke Indonesia adalah berupa kerja sama pembangunan pengilangan minyak di Cilacap yang nilainya cukup besar. “Ini baru kerja sama pada tingkatan ‘G to G’atau kerja sama ekonomi pada tingkat antar pemerintah. Bentuk kerja sama lainnya tentunya juga cukup banyak mengingat kunjungan Raja Salman kemarin itu juga membawa rombongan delegasi yang cukup besar, termasuk dari kalangan swasta”, terang Ridwan Hassan. Sebagaimana diketahui bahwa ketika orang hendak berdagang atau melakukan investasi, tentunya ia sudah membuat suatu perhitungan atau mengkalkulasi mengenai untung-ruginya. “Menurut saya disitulah tantangannya, karena kita harus bisa meyakinkan bahwa paket yang kita tawarkan sangat menarik dan menguntungkan bagi mereka”, jelas Ridwan Hassan.

Salah satu kegiatan yang juga diselenggarakan di dalam rangkaian acara kunjungan Raja Salman adalah berupa Business Forum yang secara formal diselenggarakan oleh Kadin Timur Tengah dan didukung oleh BKPM, Kemendag dan Kemenlu. “Namun disini Kemenlu hanya bersifat membantu, terutama adalah teman-teman di Direktorat Timur Tengah. Dan kemudian apa saja business dealing yang dihasilkan dari pertemuan antara swasta dengan swasta ini, juga tidak semuanya dapat kita ketahui. Tapi yang pasti cukup banyak deal yang dihasilkan”, imbuh Ridwan Hassan.

Dalam forum ini, Indonesia menawarkan paket-paket peluang bisnis dan investasi yang sesuai dengan bidang usaha masing-masing anggota delegasi, dan sebaliknya, para pengusaha Arab Saudi itu juga menawarkan peluang investasi kepada para pengusaha Indonesia. “Dalam hal ini kita hanya mendorong para pelaku bisnis di kedua negara untuk turut berperan dalam upaya memajukan ekonomi kita. Mengenai hubungan bisnisnya seperti apa, itu kita kembalikan kepada mereka”, tukas Ridwan Hassan.

“Saya kira cukup banyak yang harus kita follow upd ari kunjungan Raja Salman ini, termasuk juga semua kunjungan tamu-tamu asing ke Indonesia, dan juga sebaliknya kunjungan Presiden, Menteri dan Pejabat Tinggi kita ke luar negeri, karena memang kita diamanatkan untuk melakukan tindak lanjutnya”, tukas Ridwan Hassan.

Lebih lanjut Ridwan Hassan menegaskan bahwa kunjungan kunjungan itu bukan hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tapi merupakan kegiatan yang harus di follow updan terus dikawal, meskipun dimaklumi bahwa dalam setiap kegiatan bisnis, at the end of the process yang memiliki peranan adalah para business player. Sedangkan pemerintah, termasuk Kemenlu dan instansi terkait lainnya, hanya bertugas sebagai fasilitator dan memastikan bahwa aturanaturan dan kebijakan-kebijakan yang ada dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Oleh karena itu, kepastian hukumnya harus sudah disiapkan, kepastian dan kelengkapan proyek yang ditawarkan juga harus berjalan sesuai dengan peraturan yang ada, termasuk juga hal-hal yang berkaitan dengan semua itu juga sudah diselesaikan. Artinya bahwa proyek atau paket investasi yang ditawarkan sudah tidak memiliki persoalan, termasuk dalam hal penyediaan dan pembebasan lahan, pasokan listrik, dan tenaga kerja.

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Edisi Terbaru

Edisi Terbaru