Current Issue Februari 2017

Langkah-Langkah Penguatan Diplomasi Ekonomi

RIDWAN HASAN Staff Ahli Menlu RI bidang Diplomasi Ekonomi

Secara kelembagaan, Kemenlu RI sudah memiliki fungsi jabatan baru, yaitu Staff Ahli Diplomasi Ekonomi yang kebetulan sekarang ini saya dipercaya untuk mengemban jabatan tersebut. Sebelumnya, di Kemenlu juga sudah ada Pokja Penguatan Diplomasi Ekonomi yang dipimpin oleh Wakil Menlu RI, dimana pada saat itu juga diperkuat dengan keberadaan Dubes Ngurah Swajaya dan beberapa pejabat tinggi Kemenlu lainnya.

Dalam melaksanakan tugasnya, Pokja Penguatan Diplomasi Ekonomi ini tidak berdiri sendiri melainkan berkoordinasi dengan unit-unit yang ada di Kemenlu, karena pada dasarnya diplomasi ekonomi itu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari diplomasi Indonesia secara keseluruhan. Jadi baik di Jakarta maupun di Perwakilan yang secara tugas memiliki Fungsi Ekonomi, dan juga di KBRIKBRI yang besar yang biasanya memiliki kaitan dengan atase teknis, juga dikoordinasikan oleh kami.

Tentunya langkah-langkah yang dilakukan oleh Pokja Penguatan Diplomasi Ekonomi itu berjalan seiring dengan kebijakan yang dicanangkan oleh pemerintah, dimana yang menjadi titik berat dari pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah Nawacita. Dan ini tidak bisa dilepaskan dari target-target ekonomi dan seberapa besar angka-angka yang harus dicapai. Apalagi pemerintahan sekarang ini memang sangat fokus pada hasil kongkrit yang bisa dicapai.Pada tataran Pemerintah Pusat juga dilakukan upayaupaya penguatan kebijakan ekonomi dengan lebih sungguh-sungguh dengan dibentuknya task force Kebijakan Ekonomi yang koordinasinya dilakukan melalui kantor Menko Perekonomian.

Pada task force Kebijakan Ekonomi ini ada 4 pokja dan salah satunya adalah pokja Diseminasi Kebijakan Ekonomi, dimana Menlu RI duduk sebagai anggota. Dalam aktivitas rutin keseharian pokja ini, saya ditugaskan oleh Menlu RI bersama-sama dengan Wakil Menlu RI untuk mengikuti berbagai rapat yang dilakukan di kantor Menko Perekonomian, termasuk juga berbagai kegiatan yang memerlukan koordinasi dengan berbagai macam lembaga yang ada di Kemenlu. Saya kira itulah yang menjadi landasan kami dalam melaksanakan tugas.

Selanjutnya adalah bagaimana kemudian kami menterjemahkan berbagai macam kebijakan pemerintah di lingkup Kemenlu dan Perwakilan untuk mencapai capaian-capaian yang ditargetkan pemerintah, apakah itu di bidang investasi, perdagangan atau pariwisata. Dalam hal ini kami melakukan berbagai aktivitas, dimana salah satunya yang kami lakukan pada tahun lalu adalah berupa paket kebijakan ekonomi yang pada saat itu sudah ada 14 paket yang diluncurkan pemerintah, dan kemudian belakangan menjadi 15 paket. Pada tahun lalu kami juga melakukan apa yang disebut dengan Diplomatic Gathering di Ruang Sunda Kelapa, Kemenlu RI, yang audiensnya adalah Kedutaan-Kedutaan Besar dan komunitas diplomatik yang ada di Jakarta, berikut dunia usaha asing yang ada di Indonesia. Mereka semua kami undang dalam rangka mendiseminasikan dan mendiskusikan segala hal yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi.

Pada acara ini kami menghadirkan Kepala BKPM, Menteri Perdagangan, Menteri Komunikasi dan Informasi serta tentunya Menteri Luar Negeri sebagai pembicara. Kegiatan ini sangat sukses dan mendapat sambutan yang sangat baik dari dunia usaha asing yang berada di Indonesia.

Lalu bagaimana kemudian dengan Perwakilan kita di luar negeri yang merupakan ujung tombak dalam melakukan praktek diplomasi. Bagaimana kami melakukan fungsi ekonomi di Perwakilan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi upaya kami melakukan diplomasi ekonomi dalam bentuk penetrasi, peningkatan dan perluasan pasar untuk meningkatkan daya saing kita dengan melakukan atau membuat semacam fair trade. Dengan adanya economic inteligen reportdan market inteligen kemudian perwakilan membuat suatu penelitian atau kajian mengenai peluang pasar dan bagaimana bentuk persaingan yang ada di suatu negara atau suatu tempat, dimana hasil kajian ini bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha kita di tanah air.

Tentunya kami juga mendorong dan mengordinasikan berbagai macam kegiatan tersebut dengan berbagai instansi terkait. Contoh yang telah kami lakukan dengan sangat bagus, adalah pada saat kami mendukung kesuksesan Trade Expo Indonesia(TEI), baik yang diselenggarakan pada 2015 maupun 2016.Kami tentunya melakukan kolaborasi dengan lembaga/kementerian terkait, seperti BKPM dan Kementerian Perdagangan, termasuk juga dalam mengupayakan kedatangan para pengusaha asing dari berbagai negara serta para pengusaha dari berbagai daerah di Indonesia untuk hadir dan berpartisipasi di ajang TEI yang diselenggarakan di Jakarta.

Tentunya saya sebagai bagian dari Kementerian Luar Negeri juga bekerja sama dengan direktorat direktorat terkait di Kemenlu, seperti misalnya dengan Direktorat Timur Tengah yang menyelenggarakan kegiatan ke Gorontalo, dan dengan Direktorat Amerop yang memiliki kegiatan ke Jawa Barat.

Jadi kami memang melakukan berbagai macam kegiatan untuk menggali sebanyak mungkin peluang bisnis yang bisa meningkatkan perdagangan bilateral dan perdagangan di dalam negeri.

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Edisi Terbaru

Edisi Terbaru

Facebook Page