Current Issue Februari 2017

Menjaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Di tengah ketidakpastian global yang ditandai oleh kekhawatiran atas kebijakan proteksionisme dan inward looking Presiden Trump, Indonesia perlu terus memelihara posisi tawar yang selama ini dimilikinya baik di tingkat nasional, regional, maupun global. Demikian juga momentum pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02% ditahun 2016 perlu dijaga dan terus ditingkatkan.

Amerika Serikat (AS) tetap merupakan salah satu mitra penting Indonesia, khususnya dalam menyikapi tantangan bersama seperti terorisme dan keamanan Laut Tiongkok Selatan. Demikian disampaikan oleh Direktur Amerika, Kemenlu RI, Adam Tugio kepada para peserta Sekolah Staf Dinas Kementerian Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan Ke-58 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan Ke-56 yang berlangsung sejak tanggal 13 Februari hingga 7 Maret 2017 dan diikuti oleh 28 Diplomat Kementerian Luar Negeri.

Lebih lanjut, Adam menyampaikan bahwa outcome terpenting dari Polugri saat ini adalah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mengingat pentingnya posisi AS dalam kestabilan dan keamanan kawasan, kiranya diplomasi Indonesia perlu diarahkan untuk membuat peran Indonesia tetap relevan sebagai partnerAS di kawasan. Untuk itu Indonesia harus berkontribusi dalam menjaga unity and centrality ASEAN, memastikan komitmen masyarakat internasional terhadap proses multilateral dan hukum internasional, memastikan posisi Indonesia sebagai bagian dari Global Supply Chains, serta menjadi penyeimbang antara AS dengan dunia Islam.

Sementara itu, Profesor Aleksius Jemadu dari Universitas Pelita Harapan, menekankan bahwa konsep dynamic equilibrium masih kontekstual untuk diterapkan oleh Indonesia sebagai bagian dari Polugrinya. Politik bebas aktif membuat Indonesia bisa diterima oleh semua pihak sebagai pengambil inisiatif di kawasan. Menurut Prof. Jemadu, dalam jangka panjang AS akan menjadi lebih pragmatis dalam postur Polugrinya. Dalam hal ini hubungan AS dengan negara lain akan lebih bersifat transaksional.

Indonesia harus mengantisipasi pelaksanaan kebijakan one on one interaction dan upaya AS untuk mengkapitalisasi state power daneconomic leverage dari Multi National Companies (MNC) mereka. Dalam kaitan itu Indonesia harus memfokuskan pada penguatan kedalam karena “a good diplomacy is based on internal strength.” Sedangkan Duta Besar Arif Havas Oegroseno, Deputi I Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Kemenko Bidang Kemaritiman RI, dalam joint session kepada peserta Sesdilu dan Sesparlu, mempaparkan mengenai berbagai perkembangan dan tantangan dalam pembangunan maritim di Indonesia.

Dubes Havas mengatakan bahwa diperlukan pendekatan kohesif dalam menentukan dan menjalankan kebijakan terkait isu kemaritiman. Lebih lanjut Dubes Havas menambahkan bahwa Indonesia tengah menghadapi persaingan adidaya yang terjadi di depan “halaman” negara kita sendiri. Di lain pihak juga, kita berurusan dengan ketidakpastian global (uncertainty) yang jika tidak dikelola dengan baik akan menciptakan ketidakstabilan wilayah/regional. “Oleh karena itu, diperlukan kemampuan Indonesia untuk menyeimbangkan kekuatan (balancing act) dalam menjaga stabilitas kawasan,” jelasnya.

Hal lain yang dijelaskan Dubes Havas adalah mengenai 6 fokus Diplomasi Maritim Indonesia, yaitu: Peran aktif dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia; Penguatan kepemimpinan; Peran aktif dalam penyusunan norma internasional; Penetapan eksistensi landas kontinen sesuai hukum internasional; Mendukung WNI di berbagai organisasi internasional; dan Penetapan batas maritim Indonesia.

Selain diberikan materi tentang pengembangan karakter diplomat dan substansi tentang perkembangan dan tantangan kebijakan luar negeri RI, para peserta juga diberikan pengetahuan tambahan berupa keterampilan menulis, diantaranya untuk pembuatan policy paper dan  pidato.

 

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Edisi Terbaru

Edisi Terbaru

Facebook Page