Current Issue Februari 2017

Peningkatan Kerjasama Ekonomi Di Kawasan Afrika

DANIEL TUMPAL SIMANJUTAK Direktur Afrika, Kemenlu RI

Kementerian Luar Negeri menjadikan Diplomasi Ekonomi sebagai salah satu prioritas diplomasi RI diluar negeri. Upaya peningkatan ekonomi terus dilakukan, Menteri Luar Negeri pada minggu kedua bulan Februari melakukan kunjungan ke 3 negara di Afrika sebagai bagian dari penguatan diplomasi ekonomi di wilayah Afrika. Dalam 5 tahun terakhir Indonesia telah memprioritaskan Kawasan Afrika sebagai tujuan Diplomasi ekonomi. Untuk melihat sejauh mana perkembangan diplomai di Kawasan Afrika, berikut ini petikan wawancara Tabloid Diplomasi dengan Direktur Afrika, Daniel Tumpal Simanjutak :

(T) Tahun ini diplomasi Indonesia akan memprioritaskan kawasan Afrika, peluang dan potensi apa yang bisa menguntungkan Indonesia di kawasan Afrika ?

(J) Afrika merupakan kawasan yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang besar mencapai 1 miliar jiwa. Afrika juga tengah mengalami pertumbuhan ekonomi 4,1% dalam 5 tahun terakhir, sehingga menjadi pasar yang potensial bagi produk-produk RI.

(T) Bulan lalu Menteri Luar Negeri melakukan kunjungan dan bertemu dengan mitranya di tiga negara Afrika yaitu Mesir, Afrika selatan dan Mozambik. Hasil apa yang diperoleh dari kunungan ini ?

(J) Pada kunjungan Menlu ke Afsel dan Mozambik, diperoleh banyak hasil positif bagi kepentingan ekonomi RI, antara lain peluang positif menjadikan Mozambik sebagai hub bagi ekspor produk RI di kawasan selatan Afrika. Selain itu, dari kedua negara terdapat potensi kerja sama industri pertahanan, potensi kerja sama perkeretaapian dan komitmen untuk memulai penurunan tarif bagi komoditas-komoditas perdagangan.

(T) Hubungan yang erat antara Indonesia dan Afrika belum bisa diterjemahkan secara kontekstual dalam bentuk penguatan kerjasama ekonomi, strategi apa yang kirakira bisa membantu penguatan diplomasi Indonesia di bidang ekonomi di kawasan Afrika ?

(J) Untuk dapat mencapai penguatan ekonomi signifikan dengan Afrika, perlu dilakukan fokus-fokus kerja sama serta sinergi yang kuat antara pemerintah dengan dunia usaha. Dari segi pemerintah, khususnya Kemenlu, sedang dirancang suatu roadmap yang akan menjadi panduan bagi seluruh stakeholders untuk meningkatkan hubungan bilateral. Selain itu, perlu juga digalakan kunjungan kunjungan pejabat tinggi pemerintah, di level Menlu dan Presiden ke Afrika. Hal ini selain akan memperkuat hubungan politik, namun juga akan mengangkat rasa percaya diri dunia usaha nasional untuk berkiprah di Afrika.

(T) Berapa nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Afrika, saat ini ?

(J) Saat ini perdagangan Indonesia dengan kawasan Afrika Sub-Sahara mencapai USD 5,2 milyar. Memang terdapat penurunan dari tahuntahun sebelumnya, namun hal tersebut banyak dipengaruhi melemahnya ekonomi global dan jatuhnya harga minyak.

(T) Kekurangan apa yang membuat diplomasi ekonomi Indonesia belum terealisasi dengan baik ?

(J) Kekurangan lebih pada koordinasi yang masih perlu ditingkatkan antara Kementerian/Lembaga pemerintah. Pola pikir yang masih berkiblat ke Barat juga perlu diubah. Umumnya masih terdapat pandangan bahwa Afrika merupakan kawasan yang rentan dan berbahaya, padahal sebagian negara Afrika sama majunya, bahkan ada yang lebih maju dari Indonesia dalm hal pendapatan per kapita. Perlu terdapat kebijakan nasional yang secara sistematis mendorong perhatian Indonesia ke Afrika, salah satunya arahan Presiden RI yang memandang Afrika sebagai pasar prospektif bagi Indonesia.

(T) Apa saja komoditas RI yang telah memasuki pasar Afrika, dan peluang komoditas apa yang bisa dikembangkan pada masa mendatangkan ?

(J) Pada umumnya banyak sekali jenis produk RI yang telah memasuki pasar Afrika, seperti CPO, produk kertas, sabun, tekstil dan makanan. Produk Indomie bahkan telah sangat diterima oleh beberapa negara Afrika dan dianggap masyarakat setempat sebagai produk lokal. Untuk sektor lain yang potensial adalah produk industri strategis. Tidak hanya produk pertahanan seperti kendaraan lapis baja dan kapal, namun juga produk sipil seperti kereta dan pesawat terbang.

(T) Apa kiat Kemenlu untuk mendorong Pengusaha Indonesia untuk berinvestasi ke Afrika dan sebaliknya ?

(J) Kemenlu terus mendorong partisipasi dunia usaha nasional pada pameran pameran internasional di Afrika. Selain baik untuk promosi, namun juga agar dunia usaha Indonesia melihat sendiri peluang dan mengenal dekat pasar Afrika, tidak hanya mendengar dari sumber lain. Kemenlu juga aktif dengan merangkaikan delegasi bisnis Indonesia pada kunjungankunjungan pejabat tinggi RI ke kawasan.

(T) Negara manakah yang menjadi competitorbagi Indonesia untuk memasuki pasar Afrika, strategi apa yang bisa digunakan untuk memudahkan Indonesia dapat memenangkan persaingan tersebut ?

(J) China, India dan Negara negara Eropa adalah pesaing besar Indonesia. Selain karena memang memiliki kekuatan ekonomi yang besar, negaranegara tersebut sudah lama berada di Afrika. Namun yang perlu diperhatikan, negara-negara tetangga Indonesia, seperti Thailand dan Vietnam sudah lebih maju di Afrika dibandingkan Indonesia. Tentu Indonesia harus mengejar ketertinggalan dengan terobosan-terobosan kebijakan nasional, seperti akan dilaksanakannya Indonesia-Africa Forum di tahun 2018. Selain itu juga akan dilaksanakan IndonesiaAfrica Maritime Dialogue dan Indonesia-Africa Seaport Networking Cooperation yang juga akan berlangsung tahun 2018.

(T) Target apa yang akan dibidik oleh tim Diplomasi Ekonomi untuk menggarap pasar Afrika ?

(J) Target yang dicapai setidaknya Indonesia memiliki hub-hub yang mewakili berbagai kawasan di Afrika. Dari hub-hub tersebut, Indonesia dapat memperluas pasar ke negara-negara sekitar hub tersebut. Catatan: Pada tahun 2015 > total perdagangan RI-Afrika Sub Sahara: USD 5,8 milyar dengan ekspor USD 3,04 milyar Pada tahun 2016 > total  perdagangan RI-Afrika SubSahara: USD 5,2 milyar (turun  10%) dengan ekspor USD 2,6 milyar

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Edisi Terbaru

Edisi Terbaru

Facebook Page