Februari 2017 Preivous Issue

Perlu Mengemas Paket Investasi Dengan Menarik

Terkait dengan investasi, Wakil Menlu RI sering menyampaikan istilah ‘paket investasi’. Menurutnya, sekarang ini kita sudah tidak perlu lagi bicara mengenai potensi, karena walaupun potensinya sangat bagus, tetapi kalau potensi itu tidak dipersiapkan secara matang maka potensi itu tidak akan ada artinya. Oleh karena itu, Wakil Menlu RI selalu mengatakan kepada segenap pihak yang ingin mengundang investor untuk membuat ‘paket investasi’

Menurut Wakil Menlu RI, kalau kita berbicara mengenai potensi investasi atau pariwisata yang akan ditawarkan kepada pihak asing, maka segala sesuatunya sudah harus dipersiapkan secara matang. Jadi jika suatu daerah memiliki objek wisata yang sangat bagus dan ingin dikembangkan dengan mengundang investor, maka pertanyaannya adalah apakah untuk mencapai ke objek wisata tersebut sudah ada akses jalan, lalu seberapa bagus jalan tersebut.

Kemudian apakah sudah ada fasilitas infrastruktur utama, infrastruktur penunjang dan infrastruktur sosial. Selanjutnya apakah masyarakatnya sudah siap menerima kedatangan turis asing. Dan apakah sudah ada bandara internasional yang walaupun tidak besar dan mewah tapi sudah memiliki fasilitas VIP, imigrasi, karantina dan  faktor  pendukung  lainnya.

Kalau suatu daerah ingin menawarkan investasi di sektor pariwisata atau manufaktur, maka harus sudah dipastikan lokasinya ada dimana. Lahannya juga sudah harus tersedia dan disiapkan oleh pemerintah daerah, serta dipastikan berapa besar luasnya. Hal ini adalah agar jangan sampai nanti jika ada investor yang berminat tapi kemudian terhambat oleh permasalahan lahan yang belum tersedia atau belum dibebaskan. Sekarang ini untuk mengurus perizinan usaha hanya dibutuhkan waktu 3 jam saja, oleh karena itu maka masalah penyediaan lahan harus sudah disiapkan dengan baik. Begitu pula dengan halhal lainnya, dimana semuanya sudah harus disiapkan secara matang.

Baru-baru ini, Kemendagri bersama-sama dengan pihak swasta dan didukung oleh BKPM, Kemendag, Kemenlu dan instansi terkait lainnya menyelenggarakan acara ‘Indonesia Investment Week’di Singapura. Acara ini mengundang daerah-daerah di Indonesia untuk melakukan promosi investasi pariwisata bersama di luar negeri. Disini ditekankan agar daerah-daerah yang mengikuti acara ini sudah mempersiapkan proposal paket investasinya secara kongkrit dan lengkap, mulai dari ‘A’ sampai ‘Z’. Bila perlu sudah dilengkapi dengan prakiraan besarnya biaya dan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi oleh investor, dan proposal ini sebaiknya juga sudah dikirim jauh-jauh hari sebelum kegiatan dilakukan.

“Saya kira sebagaimana disampaikan oleh Menlu, bahwa teman-teman kita di Perwakilan sudah sangat siap untuk berperan. Tapi ibarat serdadu, kalau mau berperang mereka harus punya peluru, dan peluru itu harus sudah disiapkan oleh pemilik proyek, apakah itu pemerintah pusat, pemerintah daerah atau kalangan dunia usaha. Kami hanya mengingatkan kepada semua pihak agar betul-betul sudah siap dengan hal-hal yang detil terhadap apa yang akan ditawarkan ke luar negeri, atau sudah menyiapkan paket yang jelas dan lengkap “, terang Staff Ahli (Sahli) Menlu RI bidang Diplomasi Ekonomi, Ridwan Hassan, menanggapi mengenai sejauh mana upaya Kemenlu RI dalam membantu para pelaku usaha di tanah air untuk bisa mendapatkan investor dari luar negeri.

Lebih lanjut Sahli Diplomasi Ekonomi mengatakan, bahwa meskipun kita punya banyak potensi dan berbagai produk yang menarik yang bisa ditawarkan, tapi jangan lupa bahwa bukan cuma kita saja

yang menawarkan, banyak negara juga menawarkan hal yang sama. Jadi, menurut Sahli Diplomasi Ekonomi, pada jaman sekarang ini dimana penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan sudah semakin canggih, kita dituntut untuk juga semakin canggih dalam menawarkan berbagai potensi dan produk yang kita miliki.

BKPM :
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 44,
Jakarta 12190
P.O. Box 3186, Indonesia
P. +62 21 5252 008 (hunting)
F. +62 21 520 2050
E. info@bkpm.go.id

 

Kategori