Februari 2017 Preivous Issue

RI – Afrika Selatan Kembangkan Kerja Sama Ekonomi

“Kedekatan sejarah Indonesia dan Afrika Selatan menjadi fondasi kuat untuk kembangkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan bagi kedua negara,” demikian disampaikan Menlu RI, Retno L. P. Marsudi setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Afrika Selatan, Maite NkoanaMashabane di Cape Town, Afrika Selatan pada 6 Februari 2017.

Pertemuan bilateral yang dilakukan dalam format Joint Commission for Bilateral Cooperation(JCBC) tersebut difokuskan pada peningkatan kerja sama ekonomi. Kedua Menlu sependapat bahwa kedekatan hubungan kedua negara belum terefleksikan dalam nilai kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara.  Dalam kaitan ini, Menlu Afrika Selatan menyambut baik langkah Menlu RI yang membawa beberapa wakil BUMN dan pengusaha  Indonesia dalam kunjungannya ke Afrika Selatan. Kelompok pengusaha yang dibawa oleh Menlu RI telah melakukan kegiatan business-matchmaking dan membuka potensi-potensi kerja sama  dengan mitranya di Afrika Selatan antara lain di bidang industri strategis, keuangan, dan transportasi.

Indonesia dan Afrika Selatan sepakat untuk mendorong para pengusaha di kedua negara dalam memanfaatkan peluang yang masih banyak terbuka. Sebagai langkah konkrit, kedua Menlu juga sepakat menugaskan tim teknisnya untuk segera menyelesaikan plan of action Kemitraan Strategis 2017-2021, sebagai acuan kerja sama yang dapat dilakukan khususnya di bidang ekonomi.

Selain itu, kedua Menlu juga menyepakati beberapa area kerja sama untuk segera direalisasikan, seperti di bidang kelautan dan perikanan, kerjasama pelatihan diplomat, dan kesepakatan perjanjian bebas visa untuk paspor diplomatik dan dinas. Selanjutnya Menlu RI menghadiri forum bisnis Indonesia-Afrika Selatan dan menyampaikan bahwa pengusaha Indonesia dan Afrika Selatan harus mampu memanfaatkan hubungan politik kedua negara yang sangat baik untuk merealisasikan berbagai peluang kerja sama dagang dan investasi yang saling menguntungkan.

Forum bisnis IndonesiaAfrika Selatan ini dihadiri oleh pengusaha Afrika Selatan dari berbagai sektor di antaranya energi, perkapalan, industri strategis, biro perjalanan, serta importir produk furniture dan makanan seperti mie instan . Sedangkan dari Indonesia hadir pengusaha dari KADIN dan BUMN antara lain dari industri strategis, perkapalan, dan lembaga pembiayaan.

Kehadiran Indonesia Eximbank yang menawarkan berbagai skema pembiayaan ekspor, melengkapi upaya promosi ekspor produk unggulan Indonesia dan menjadi angin segar bagi kerja sama perdagangan kedua negara.”Saya menyadari bahwa salah satu hambatan untuk melakukan kerja sama dagang bagi pengusaha adalah isu pembiayaan, oleh karena itu ikut dalam delegasi pengusaha Indonesia dengan saya adalah wakil dari Indonesia Eximbank,” tutur Menlu RI.

Dalam sambutannya, Menlu RI menyampaikan berbagai langkah reformasi ekonomi Indonesia yang bertujuan untuk membuat ekonomi Indonesia lebih kompetitif, efisien dan terbuka. Menlu RI juga menyampaikan kekuatan ekonomi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN, dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 10 tahun terakhir yang cukup baik, termasuk tahun lalu yang mencapai urutan

ketiga di antara negara-negara G-20. Lebih lanjut Menlu RI menyampaikan bahwa stabilitas politik dan kemajuan demokrasi Indonesia memberikan stabilitas yang berkelanjutan dan kepastian bagi para investor di Indonesia. “Pesan utama saya kepada teman teman pengusaha dari Afrika Selatan, datanglah untuk lakukan kerja sama dagang, investasi dan kunjungan wisata ke wonderful Indonesia”, ucap

Menlu RI. Dengan dilaksanakannya forum bisnis IndonesiaAfrika Selatan ini, diharapkan akan semakin mempererat hubungan ekonomi kedua negara. Tahun 2017 menjadi prioritas untuk memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia dengan negara-negara di Afrika dan negara pasar non tradisional lainnya.

Salah satu hasil dari forum bisnis Indonesia-Afrika Selatan ini adalah akan dilakukannya impor sebesar 18 kontainer serta penjajakan rencana pendirian pabrik produksi mie instan di Afrika Selatan. Afrika Selatan  merupakan mitra dagang terbesar kedua di Afrika Sub-Sahara. Pada periode Januari-Oktober 2016, perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD 860 juta dengan surplus bagi Indonesia. Ekspor utama Indonesia ke Afrika Selatan antara lain berupa kendaraan bermotor, karet, alas kaki, ban dan kertas .

Pada 2016, nilai investasi Afrika Selatan ke Indonesia sebesar USD 981,5 ribu. Total jumlah investasi Afrika Selatan di Indonesia pada periode 2011-2016 mencapai USD 2,75 juta, utamanya di sektor pariwisata (hospitality). Adapun jumlah wisatawan Afrika Selatan yang berkunjung ke Indonesia pada 2015 berjumlah 25.048 orang.Afrika merupakan kawasan yang memiliki potensi besar, sehingga penting bagi Indonesia untuk terus meningkatkan dan memperluas kerja sama di kawasan ini khususnya dengan Afrika Selatan. Karena itu Pemerintah Indonesia dan Afrika Selatan akan segera menyelesaikan plan of action2017-2021 mengenai area kerja sama ekonomi yang akan diintensifkan dan mendorong para pengusaha untuk memanfaatkan berbagai peluang yang ada

Kategori