Maret 2017 Preivous Issue

Begini Cara FSAA Menyambut Hari Jadi KAA

Klab Esperanto SMKAA membagikan hasil kajian mereka perihal upaya LSM internasional dalam menciptakan perdamaian melalui penyebarluasan Bahasa Esperanto, Sabtu (25/3) di Museum KAA. (Sumber Foto: Dok. FSAA SMKAA)

Banyak Jalan Menuju Roma! Demikian pula halnya dengan cita-cita perdamaian dunia. Hal itu menjadi perhatian komunitas epistemik Forum Studi Asia Afrika SMKAA dalam acara diseminasi Sabtu (25/03) di Museum KAA di Jalan Asia Afrika No.65 Bandung. Dalam acara itu, dua pegiat Bahasa Esperanto asal komunitas Esperanto Bandung, yakni Qonita Qurrotayun dan Iyan Septiyana bersama-sama membedah peran lembaga swadaya masyarakat internasional dalam mengembangkan cara-cara mencapai perdamaian dunia melalui Bahasa Esperanto.

“Untuk menyambut Hari Jadi KAA tahun ini (red – 2017), kami menggelar acara ini (red – diseminasi) dengan tema perdamaian dan masyarakat internasional. Kami pada diseminasi kali ini bekerja sama dengan Klab Bahasa Esperanto SMKAA. Pasalnya, komunitas ini telah melakukan kajian perihal kontribusi lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional sebagai aktor non-negara yang berkontribusi terhadap upaya perdamaian dunia,” ujar Koordinator Sekretariat FSAA, Jefri Raditiyo.

Jefri menambahkan, hasil kajian itu diharapkan dapat bermanfaat bagi SMKAA, khususnya dalam pengembangan program Bahasa Esperanto di Indonesia. Pasalnya, sejak kali pertama didirikan di SMKAA pada tahun 2009 SMKAA, Klab Esperanto mengadopsi Nilainilai KAA sebagai pesan utama yang ingin disampaikan melalui pengajaran Bahasa Esperanto.

Saat diwawancara, Qonita mengaku, “Komunitas internasional Esperanto melibatkan banyak peran komunitas lokal di setiap negara dalam mengembangkan Bahasa Esperanto. Akibatnya, tercipta hubungan interkoneksi dan interrelasi antar aktor non-negara di sejumlah negara. Hubungan itu sangat efektif untuk meneruskan berbagai Banyak Jalan Menuju Roma! Demikian pula halnya dengan cita-cita perdamaian dunia. Hal itu menjadi perhatian komunitas epistemik Forum Studi Asia Afrika SMKAA dalam acara diseminasi Sabtu (25/03) di Museum KAA di Jalan Asia Afrika No.65 Bandung. Dalam acara itu, dua pegiat Bahasa Esperanto asal komunitas Esperanto Bandung, yakni Qonita Qurrotayun dan Iyan Septiyana bersama-sama membedah peran lembaga swadaya masyarakat internasional dalam mengembangkan cara-cara mencapai perdamaian dunia melalui Bahasa Esperanto. “Untuk menyambut Hari Jadi KAA tahun ini (red – 2017), kami menggelar acara ini (red – diseminasi) dengan tema perdamaian dan masyarakat internasional. Kami pada diseminasi kali ini bekerja sama dengan Klab Bahasa Esperanto SMKAA. Pasalnya, komunitas ini telah melakukan kajian perihal kontribusi lembaga pesan perdamaian lintas negara.”

Gadis asal Sukabumi yang kini tengah tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pasundan itu juga mengatakan, “Kajian ini berangkat dari rasa ingin tahu saya terhadap transformasi besar dalam isu studi HI, khususnya isu keamanan nontradisional dan pluralisme dalam aktor HI.”

Iyan yang tampil bersama Qonita menjelaskan dalam paparannya, “Bahasa Esperanto awalnya dirancang dengan idealisme kerja sama demi perdamaian di kawasan Eropa. Lambat laun bahasa ini berkembang pesat di masa Perang Dingin. Yang menarik adalah bahasa ini makin populer justru di era pasca Perang Dingin”.

Kecanggihan teknologi informasi dan transportasi, lanjut Iyan, berkontribusi besar terhadap perkembangan Bahasa Esperanto. Yang menjadi titik tekan kajiannya adalah sejauh mana indikatorindikator LSM dalam konsep International Society menurut mazhab English School hadir dalam lembaga swadaya masyarakat internasional yang mengembangkan Bahasa Esperanto sebagai instrumentasi perdamaian dunia.

Peran LSM, menurut Iyan, adalah strategis bagi Bahasa Esperanto. Sebab, aktor nonnegara dan sub-negara juga penting. Iyan yang kini tengah menimba ilmu di Sekolah Pascasarjana Hubungan Internasional Universitas Katholik Parahyangan itu menambahkan, “Sekuritisasi isu tak terelakkan lagi wajib melibatkan aktor non-negara dan bahkan, sub-negara. Dalam situasi itu Bahasa Esperanto kini terus berkembang pesat”.

Kategori