Maret 2017 Preivous Issue

Dukungan Diplomasi Inovatif Dalam Membangun Ekonomi Indonesia

Sejarah mencatat bahwa kebijakan luar negeri yang dilakukan banyak negara sejak dahulu pada dasarnya bertujuan untuk kemakmuran ekonomi. Dewasa ini, berbagai tantangan global seperti pelonjakan pertumbuhan penduduk, krisis pengungsi, dampak Brexit, kelesuan ekonomi Tiongkok dan kebijakan Trump mempertegas arti penting strategi diplomasi dalam menunjang ekonomi negara.

Dalam meraih kepentingan ekonomi nasional saat ini, para diplomat dituntut untuk merubah mindset. Tujuan diplomasi tidak semata hanya menjual barang dan menarik investasi, tapi yang terpenting adalah mempererat hubungan baik. Untuk itu, diplomat perlu menelurkan ide-ide baru, langkah-langkah inovatif, pemahaman akan kepentingan nasional, serta kemampuan menjembatani perbedaan antara Indonesia dengan negara-negara lain. Demikian, antara lain pesan yang disampaikan Muhammad Lutfi dalam uraiannya di hadapan para peserta pelatihan Sesdilu 58, pada hari Jumat, tanggal 24 Maret 2017, bertempat di Pusdiklat Kementerian Luar Negeri.

Diplomasi berperan penting sebagai “pengintai” dalam memahami berbagai fenomena global untuk kemudian diterjemahkan dalam kebijakan yang mendorong kegiatan ekonomi. Sebagai contoh, diplomasi Indonesia harus dapat mengantisipasi kecenderungan sikap proteksionisme sejumlah negara sehingga tetap dapat menarik investasi yang lebih berkualitas untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan alih teknologi.

Sebagai middle income country, Indonesia perlu investasi yang tidak lagi untuk penyerapan tenaga kerja semata, namun harus mampu mendorong industrialisasi yang kuat sehingga dapat melepaskan diri dari middle income trap. Di sisi lain, untuk memperluas pengembangan ekonomi dituntut pula untuk dapat melakukan investasi di negara lain atau menjadi pemain global ataupun regional.

Mantan Mendag dan Kepala BKPM yang pernah menjabat sebagai Dubes RI di Tokyo tersebut juga mencontohkan sejumlah negara yang dinilai inovatif dan mampu memanfaatkan keunggulannya, seperti Thailand yang berhasil memasyarakatkan kulinarinya secara global. Selain itu, Singapura juga dinilai mampu memanfaatkan perwakilan negaranya secara efektif dan efisien dengan mengandalkan jejaring bisnis warganya. Untuk itu, para diplomat diharapkan dapat engage semua pihak karena membangun hubungan baik dengan semua pihak merupakan dasar penting dalam mencapai misi diplomasi khususnya diplomasi ekonomi Indonesia.[]

Kategori