Maret 2017 Preivous Issue

Kemenlu Angkat Potensi Bisnis Provinsi Kepulauan Riau Melalui program Update from The Region (UFTR)

“Tahun 2016, Indonesia telah menandatangani 149 perjanjian ekonomi baik yang bilateral maupun multilateral. Kemenlu telah mendukung kesuksesan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2016 yang telah dihadiri oleh 125 negara dengan total nilai transaksi 974.76 juta USD dan 31 perjanjian dagang senilai 200 juta USD telah ditandatangani”.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri pada Updates From The Region (UFTR) dengan tema “Exploring Business Opportunities in Kepulauan Riau Province” bertempat di ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri, tanggal 11 April 2017.

UFTR adalah salah satu program Kemlu yang bertujuan untuk menjembatani potensi ekonomi, pariwisata dan budaya daerah dengan peluang pasar dan investasi luar negeri. Kegiatan UFTR diawali dengan Laporan Plt. Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Niniek K. Naryatie, dilanjutkan dengan sambutan dari Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si. dan Wakil Menteri Luar Negeri, A.M Fachir.

UFTR tersebut dihadiri oleh sekitar 200 undangan yang terdiri dari Duta Besar Perwakilan Negara Sahabat, Korps Diplomatik, perwakilan organisasi bisnis negara sahabat di Jakarta, pejabat Kementerian Luar Negeri, dan jajaran pejabat Provinsi Kepulauan Riau.

Plt. Dirjen IDP, dalam laporannya menyatakan bahwa UFTR ini bertujuan menciptakan peluang pasar dan investasi luar negeri bagi daerah di bidang bisnis, pariwisata dan investasi (TTI) serta kuliner dengan mempromosikan potensi provinsi Kepulauan Riau kepada pihak luar negeri. Sebelumnya, UFTR Provinsi Kepulauan Riau diselenggarakan tahun 2013. Sementara itu Diplomatic Tour ke Provinsi tersebut diselenggarakan tahun 2016.

Gubernur Provinsi Kepulauan Riau dalam sambutannya mengundang kepada para Duta Besar dan Diplomatic Corps negara sahabat untuk datang ke Kepulauan Riau dan berinvestasi di sektor pariwisata, industri dan maritim.

Tampil sebagai narasumber pada sesi diskusi panel tersebut adalah, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau; Direktur Fasilitasi Promosi Daerah – BKPM RI, Husen Maulana, SIP, M.Si; Tenaga Ahli Pembangunan Regional – Sekretariat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Edib Muslim dan General Manager PT. Bintan Resort Cakrawala – Abdul Wahab serta dimoderatori oleh Staf Ahli Menlu Bidang Hubungan Antarlembaga – Duta Besar Salman Al Farisi.

Dalam diskusi panel tersebut para narasumber menjelaskan mengenai insentif pemerintah kepada para investor baik berupa tax holiday maupun kemudahan dalam perizinan. Khususnya untuk provinsi Kepulauan Riau, terdapat beberapa perusahaan asing yang telah beroperasi di provinsi tersebut pada kawasan industri Free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan dan Karimun (BBK). Selain BBK, Tanjung Pinang juga diusulkan menjadi Kawasan FTZ. Kawasan FTZ kedepannya akan menjadi pusat industri, destinasi wisata dan hub untuk transportasi. Selain itu Provinsi Kepulauan Riau juga telah mengusulkan Natuna, Anambas dan Lingga (NAL) untuk menjadi kawasan ekonomi khusus yang berfungsi sebagai pusat ekonomi maritim, perikanan dan pertanian. Dalam kesempatan tersebut juga, dipaparkan mengenai success story dari PT. Bintan Resort Cakrawala dalam berbisnis di provinsi Kepulauan Riau

Kategori