Maret 2017 Preivous Issue

Kemlu Dorong Mahasiswa Jadi Citizen Diplomat

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menerima Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) para mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Semarang (28/2). Direktur Informasi dan Media, Siti Sofia Sudarma, menyambut para mahasiswa ini di Gedung Garuda yang bersejarah. “Selain Gedung Pancasila yang menjadi ikon Kemlu, Gedung Garuda ini tidak kalah bersejarahnya, di sini terletak Treaty Room dimana semua perjanjian-perjanjian penting Indonesia dengan negara lain disimpan dan dijaga” ungkap Direktur Infomed.

Setelah sedikit berbagi cerita mengenai sejarah gedung-gedung di Kementerian Luar Negeri, Direktur Infomed memulai paparannya dengan menjelaskan fungsi dan peran komunikasi dalam diplomasi Indonesia. “Pencapaian politik luar negeri dan diplomasi tidak akan berarti banyak jika tidak bisa dikomunikasikan secara efektif kepada publik” tegas Direktur Infomed.  Karena itu, efektivitas diseminasi informasi sangat penting dalam membangun kepercayaan publik dan juga sebagai bagian dari akuntabilitas dan transparansi dalam rangka reformasi birokrasi.

Dalam era interkonektivitas seperti saat ini, diplomasi tidak lagi semata-mata menjadi tugas para  diplomat. Saat ini individu dari seluruh dunia memiliki kemampuan untuk berbagi informasi dan ideide serta bekerja sama untuk menyelesaikan tantangan dan menjembatani perbedaan.  Tidak terkecuali para mahasiswa, setiap mahasiswa harus memahami peran dan dampak positif yang mereka miliki sebagai bagian dari masyarakat diplomasi global dan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam diplomasi Indonesia melalui skema citizen diplomacy.

Mahasiswa sebagai generasi milenial yang akrab dengan media digital diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan diplomasi Indonesia. Unggahan-unggahan para mahasiswa mengenai budaya, kuliner maupun tradisi Indonesia di media sosial yang mereka miliki sudah merupakan bagian dari citizen diplomacy. Dari unggahan unggahan inilah, dunia tahu bahwa Raja Ampat adalah surga pariwisata tersembunyi  di timur Indonesia atau Jakarta adalah kota metropolitan yang tak kalah dengan New York atau Tokyo.

Terkait penyebaran informasi, Direktur Infomed tidak lupa mengingatkan bahwa para mahasiswa harus pandai-pandai menyikapi suatu informasi, harus selalu diteliti apakah informasi tersebut valid dan berasal dari sumber sumber yang terpercaya “selalu cek dan cek kembali, jadilah digital citizen yang cerdas dan bijak” pesan Direktur Infomed.

Para mahasiwa Universitas Semarang terlihat sangat antusias dalam sesi diskusi kali ini, pertanyaan-pertanyaan terkait dunia diplomasi maupun isu-isu terkini silih berganti datang dari para mahasiswa. Menambah meriah suasana diskusi, Direktur Infomed pun mengetes pengetahuan para mahasiswa melalui serangkaian trivia. Sebagai penghargaan bagi antusiasme mereka, Direktur Infomed memberikan kenang-kenangan berupa buku hasil karya Kemlu, berjudul “Indonesia’s Solidarity with Palestine”.

Terima kasih kunjungannya teman-teman Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Semarang! Ayo rekan-rekan Universitas lain, kami tunggu kehadirannya di Kemlu RI!

Kategori