Current Issue Maret 2017

Menlu Bahas Perlindungan TKI Asal Lombok dengan Gubernur NTB

“Perlindungan WNI merupakan prioritas bagi Kementerian Luar Negeri, dan upaya meningkatkan kualitas pelayanan di Perwakilan RI akan terus dilakukan’, demikian Menlu RI Retno Marsudi menyampaikan saat melakukan pertemuan dengan Gubernur NTB di Mataram (31/4).  Pada pertemuan tersebut, Menlu RI juga menyampaikan bahwa kerjasama Kemlu dan Pemerintah Daerah sangat penting untuk  pembenahan yang dilakukan secara simultan di baik hulu dan hilir.

Secara khusus Menlu RI membahas masalah perlindungan TKI asal NTB yang bekerja di berbagai sektor pekerjaan di Malaysia, khususnya di perkebunan kelapa sawit, selain membahas juga isu perdagangan dan investasi di daerah. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menlu Retno ke Penang dan Johor 15-17 Maret 2016 lalu.

“Saya sudah berjanji kepada TKI kita yang bekerja di perkebunan kelapa sawit di Penang dan Johor untuk bersama-sama pemangku kepentingan di daerah mencarikan solusi dari berbagai keluhan mereka”, terang Menlu Retno menjelaskan isi pertemuannya dengan Gubernur NTB.

Sementara itu, Gubernur NTB menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kemlu, atas berbagai upaya perlindungan yang diberikan kepada warga NTB yang mencari nafkah sebagai TKI di luar negeri.

Saat ini, NTB telah memprakarsai pembenahan tata kelola Perlindungan TKI seperti prakarsa Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) yang bahkan dijadikan model di tingkat nasional. Selain bertemu secara khusus dengan Gubernur NTB, dalam kunjungan ke Mataram Menlu juga berkesempatan menyampaikan keynote speech di depan peserta Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis Penyelesaian Kasus WNI di Luar Negeri bagi Pemangku Kepentingan di Daerah. Pertemuan yang berlangsung di Mataram (29-31/3) tersebut dihadiri oleh 82 pemangku kepentingan dari Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT. Terdapat sekitar 1,3 juta TKI yang terdata di Malaysia. Sebagian bekerja di perkebunan-perkebunan kelapa sawit. Sekitar 90% TKI sektor perkebunan di Malaysia berasal dari Lombok.

Direktorat Perlindungan WNI dan BHI
Jl. Pejambon No.6. Jakarta Pusat, 10110. Indonesia
http://perlindungan.kemlu.go.id
No. Telp (+62 21) 381 31 86
Fax (+62 21) 381 31 52

Kategori

Edisi Terbaru

Edisi Terbaru