Current Issue Mei 2017

Kesan dan Pesan OSTW 2017

MAIKEL IMANUEL Universitas Prasetya Mulyamaikel.imanuel@gmail.com

Program Outstanding Students for the World (OSTW) dari Kementerian Luar Negeri dari 20 – 30 April 2017 menghadirkan berbagai pelajaran dan pengalaman berharga kepada para pebisnis muda yang tengah merintis startup mereka sendiri. Dengan bertemakan ‘IT Business’, kunjungan ke Bengaluru sebagai IT Hub terbesar di India merupakan destinasi yang tepat untuk mengulik rahasia keberhasilan India sebagai negara berkembang yang sangat maju di bidang IT ini. Pasalnya, menurut laporan dari Global Startup Ecosystem Ranking Report 2015, Bengaluru adalah rumah dari 5,000 startup berbasis teknologi saat ini. Selama perjalanan di Bengaluru, pertanyaan yang selalu muncul di benak saya adalah bagaimana India dapat membangun ekosistem startup yang sedemikian terstruktur, sistematis, dan masif? Apa yang membedakan India dengan Indonesia?

Ada apa sebenarnya dengan India? Selain dari populasi terbesar ke-2 di dunia dengan jumlah penduduk 1,3 milyar jiwa, dan produsen film Bollywood yang banyak diminati berbagai kalangan tak terkecuali Indonesia, sesungguhnya negeri yang kaya akan rempah-rempah ini banyak menyimpan potensi 2017yang sangat besar. Potensi besar yang dimaksud adalah semangat anak-anak muda dengan ambisi besar untuk mengguncang dunia melalui penemuan-penemuan mereka.

Ditambah pula, impian mereka difasilitasi dengan baik oleh kebijakan pemerintah Startup Policy 2015-2020 menggarisbawahi kemudahan membangun startup, akses dana hibah, dan integrasi dari akademia serta perusahaan swasta. Bagi pengusaha Indonesia pula, dapat juga mempelajari strategi perusahaan-perusahaan di India di bidang teknologi. Walaupun dengan keterbatasan infrastruktur, Indonesia sebagai negara berkembang menyimpan gudang masalah-masalah yang dapat dijadikan peluang untuk berbisnis. Seperti halnya di Wipro, yang selalu mengutamakan keberanian untuk mengambil langkah perubahan dan tidak takut gagal. Perusahaan incumbent yang belum melek teknologi, dapat mulai menjajaki era teknologi dan melihat perubahaan sebagai peluang, bukan hambatan. Perusahaan startup dapat mempelajari dari India – kegigihan dan etos kerja yang pantang menyerah.


TEGUH SATRIO WIBOWO Politeknik Elektronika Negeri Surabaya teguhsatrio1899@gmail.com

Kegiatan Outstanding Students for The World (OSTW) di 2 tahun terakhir berfokus pada peningkatan wirausahawan muda di Indonesia dan tahun 2017 OSTW berkunjung ke India, negara yang sedang giat membangun infrastruktur dan ekonominya. Bagi saya kegiatan ini memberikan banyak manfaat dan ilmu baru. Pada saat kegiatan di India saya mendapat banyak pengetahuan tentang sejarah berdirinya perusahaan-perusahaan besar di India dan inovasi yang mereka lakukan untuk dapat bertahan dan memperbesar usaha mereka.

India juga merupakan negara yang berhasil menciptakan ekosistem yang baik untuk pengusahan muda disana (start up) melalui kerjasama baik antara pihak pemerintah, perusahaan/industri, dan pihak akademisi. Dan sebagai bonus, saya juga bisa melihat secara langsung tentang kehidupan dan budaya di India, mencoba beragama cita rasa kuliner khas India. Saya berharap pemerintah Indonesia dapat meniru India dalam hal menfasilitasi wirausaha muda (start up). Saya juga berharap setelah kegiatan OSTW ini, hubungan peserta OSTW dengan Kementerian Luar Negeri tidak putus bahkan dapat berlanjut dalam hal kerja sama. Kegiatan ini juga memotivasi saya untuk terus mengembangkan usaha yang sedang saya kembangkan dan melanjutkan penelitian saya tentang Robot Pemanen Buah Kelapa.


ANDRIAN YULIANTO PPM School of Managementadrian.y1994@gmail.com

Program Outstanding Student for the World 2017 membuka mata saya terhadap kemajuan negara India yang tidak banyak orang ketahui. Persepsi orang kebanyakan terhadap India adalah sebagai sesama negara berkembang yang masih dibawah Indonesia. Namun, kenyataannya sangat berbeda. Dimulai dari Infosys dan Wipro yang termasuk dalam daftar perusahaan teknologi tebaik dunia hingga Forbes Marshall yang telah berdiri selama 150 tahun dan terus berkarya hingga kini. Dari program ini, saya belajar betapa pentingnya dukungan dari pemerintah demi keberlangsungan startup dikarenakan banyaknya variabel yang menentukan kesuksesan sebuah startup.

Pemerintah menjadi salah satu bagian yang terpenting dalam kebelangsungan startup sangatlah besar. Mulai dari tata cara, penyediaan fasilitas, mentoring hingga bantuan dana disalurkan pemerintah guna menciptakan ide bisnis baru yang dapat bertahan dipasar dan berkontribusi pada kemajuan negara. Dukungan pemerintah dalam hal ini dapat membawa dampak yang besar bagi tingkat kemudahan berbisnis dan keinginan berbisnis bagi seluruh kalangan yang mengalami keterbatasan dari segi fasilitas hingga pendanaan.Hal lain yang saya pelajari adalah pentingnya kegigihan dan integritas dalam menjalankan usaha terutama startup.Inisiatif dan kegigihan untuk melakukan perubahan menjadi kunci untuk mengubah dunia menjadi lebih baik dan integritas menjadi kunci utama dalam menjalankannya.


GERALDI DZAKWAN
Institut Teknologi Bandung
graldi.dzakwan@gmail.com

Anak muda India sangat inovatif dan terkenal sebagai pekerja keras. Setelah mengobrol dengan mahasiswa bioteknologi dan genetika di IBAB Bangalore, saya mendapatkan fakta bahwa mahasiswa lebih  senang melakukan kegiatan produktif, utamanya riset untuk menghasilkan karya baru dibandingkan dengan kegiatan berorganisasi apalagi kegiatan hura-hura. Hal ini dapat dimaklumi, juga karena fasilitas riset kampus yang sangat memadai. Untuk melakukan analisis terhadap DNA, kampus IBAB sendiri menyediakan fasilitas supercomputer/ server dan
fasilitas genome sequencing yang tidak ditemui di Indonesia.

Selain itu, kampus di India, baik negeri maupun swasta, juga memiliki inkubatornya masing-masing yang berbeda dari inkubator yang dibangun pemerintah namun tetap didanai oleh pemerintah. Fokus dari inkubator disesuaikan dengan spesialiasi masing-masing universitas. Misalnya, di IBAB, terdapat inkubator untuk startup di bidang bioteknologi, genetika, healthcare, dan bidang-bidang terkait lainnya. Sedangkan, di International Institute of Information Technology Bangalore (IIITB), terdapat inkubator untuk startup di bidang Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Cyber Security. Secara singkat, ekosistem yang ideal yang membentuk Karnataka saat ini. Bagaimana pemerintah, academia, entrepreneur, dan industri (big company) saling berkolaborasi untuk mengembangkan industri teknologi informasi di Karnataka, khususnya Bangalore.


RIZAL JUSTIAN SETIAWAN
Universitas Negeri Yogyakarta
rizaljustians@gmail.com

OSTW sangat berkesan untuk saya. Bukan hanya karena semua biaya di tanggung, tapi karena orang-orang di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menganggap kami (peserta OSTW) adalah keluarga, itu yang lebih berharga buat kami. Tidak hanya orang-orang di Kemenlu saja yang memberi sambutan hangat dan senyum yang ikhlas, tapi orang-orang di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Mumbai juga melakukan hal yang sama. Hal yang paling terkenang adalah semua orang di Kemenlu punya jiwa muda, umur hanyalah angka. Perusahaan-perusahaan yang dikunjungi melibihi ekspektasi, semua adalah perusahaan besar. Saya sangat bahagia sekali Kemenlu memilih saya sebagai peserta OSTW, kesempatan yang diberikan sekali seumur hidup ini sangat berharga bagi saya, terima kasih Kemenlu telah menganggap saya bagian dari keluarga.

Perusahaan yang dikunjungi benar-benar berbasis IT secara mayoritas, saya mengacungi jempol upaya Kemenlu dalam hal ini, karena jujur saja saat ini Indonesia sangat kurang startup di bidang IT. Semua pelayanan yang diberikan Kemenlu sangat luar biasa dan mantap jiwa, saya baru kali ini merasakan dilayani sebaik ini. Saya mungkin satu-satunya orang yang paling senang saat OSTW dipindahkan dari Amerika ke India, karena saya yakin tidak akan ke India jika ikut OSTW, sedangkan kalau ke Amerika saya akan sangat senang jika berkali-kali kesana. India tidak mengecewakan (kecuali makanannya), keputusan Kemenlu pindah target ke India adalah hal yang tepat. Semua ilmu yang saya dapat sangat menakjubkan dan merupakan hal yang sangat berharga buat saya.


MICHAEL STEFANUS
Universitas Prasetiya Mulya,
Jakarta.
michaelstefanus@live.com

Pada 23 – 28 April 2017  kemarin saya mendapatkan kesempatan untuk pergi ke India bersama Kementerian  Luar Negeri (Direktorat Diplomasi Publik) dan 11 pemuda lainnya. Di bawah program OSTW (Outsanding Students for the World), kami menjadi delegasi Indonesia untuk belajar dan berbincang dengan pemerintah, industries leaders, serta melihat kehidupan di India. Saya kira, salah satu slogan yang sangat menggambarkan ambisi dari negara India untuk menjadi besar adalah slogan”Indian at Heart, Global in Spirit” Slogan yang mendorong rakyat India untuk tidak hanya terlena dengan potensi lokal, namun juga merambah global. Hal ini bisa dicontoh bagi perusahaan di Indonesia; yaitu untuk meningkatkan ambisi dan kepercayaan diri di ranah global, tidak hanya memaksimalkan kesempatan di dalam negeri.

Hebatnya, slogan ini tidak hanya menjadi slogan belaka; namun sudah menjadi natur perusahaan-perusahaan yang saya kunjungi. Sebut saja Infosys; sebuah perusahaan IT Consulting di India yang melayani perusahaan perusahaan Amerika. Selain itu, HackerEarth yang sudah mendunia dengan Hackathonnya, serta WiPro, dan lainnya. Mungkin jarang yang tahu, namun yang membuat film animasi Hulk (MAAC), Kungfu Panda (Technicolor Studio) merupakan perusahaan startup studio animasi yang ada di Bangalore, India. Dengan ambisi ini, dan murahnya biaya tenaga kerja di sana, tidak aneh jika India (Bangalore) menjadi “dapur”nya Sillicon Valley di Amerika.


FARANDI KUSUMO
Universitas Prasetiya Mulya,
Jakarta
farandikusuma@gmail.com

Perjalanan para pelajar Indonesia yang saat ini juga menggeluti dunia bisnis di bidang IT ke India memberikan banyak pelajaran mengenai bagaimana dunia bisnis di India khususnya di bidang teknologi dapat berkembang sangat pesat. Beberapa pelajaran yang dapat diresapi dan direfleksikan dari perjalanan ini adalah semangat dan budaya untuk berkembang yang sangat tinggi dari para pelakunya, kesadaran terhadap pentingnya sektor Pendidikan, dan adanya dukungan penuh dari pemerintah.

Segala hal tersebut membuat India menjadi salah satu negara dengan kapabilitas di dunia IT yang sangat tinggi. Bahkan, pemimpin perusahaan IT ternama di dunia seperti Google dan Microsoft adalah kebangsaan India. Dukungan pemerintah merupakan hal yang paling terlihat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah secara aktif membentuk organisasi yang dapat mengoptimalkan ekosistem perusahaan startup, mulai dari inisiasi ide, pembimbingan, sampai pendanaan dan insentif terhadap pajak dan kemudahan usaha.

Hal ini merupakan suatu hal yang masih sulit dilihat oleh pemerintah untuk memajukan ekonomi dalam negeri. Inovasi di bidang bisnis seharusnya didukung penuh oleh pemerintah agar dapat memberikan dampak positif bagi negara. Pemerintah India sudah berhasil membangun program 10,000 Startup yang digelar oleh NASSCOM, sedangkan BEKRAF di Indonesia baru akan menginisiasi program-program inkubasi. Pemerintah India juga sudah menyalurkan banyak dana kepada banyak institusi pendidikan agar dapat melakukan inkubasi berdasarkan keistimewaan mereka sendiri sedangkan banyak institusi pendidikan di Indonesia yang bahkan belum berfikir kearah bisnis.


YOHANES BOHO
Universitas Ciputra, Surabaya.
yboko@student.ciputra.ac.id

Adalah sebuah kebangaan tersendiri bagi saya ketika mendengar hasil bahwa saya lulus seleksi OSTW ini. Saya bersyukur bahwa ini adalah bagian dari rencana Tuhan untuk masa depan saya. Program OSTW sangat insightful. Saya mendapatkan banyak pelajaran dan networking dari program ini. Tidak hanya dari perjalanannya, tapi juga dari teman-temannya yang seru dan benar-benar hebat. A really recommended program! Pengalaman yang saya dapat dan pelajari dari mengikuti program OSTW ini, bahwa pendidikan adalah kunci utama kemajuan suatu bangsa.

Dan menurut saya, pendidikan di India sangat maju, dan banyak juga orang India yang berhasil di bidang IT. Di India banyak perusahaan maupun startup yang dibantu oleh pemerintah untuk terus berkarya di bisnis guna memajukan negara mereka. Faktor yang memperkuat hubungan mereka adalah budaya mereka sendiri. Namun jika dibandingkan dengan kemajuan ekonomi mereka, ternyata masih banyak rakyat kecil yang menderita. Kegiatan OSTW ini sangat keren dan perlu untuk dikembangkan lagi untuk seluruh mahasiswa di seluruh Indonesia. Yang perlu dikembangkan lagi adalah ketika berkunjung ke perusahaan – perusahaan terkait, sebaiknya mereka diarahkan untuk dapat bekerjasama dengan para delegasi OSTW. Asumsi saya yaitu agar bisa menjadi mitra atau melakukan kerjasama ke depannya nanti.


MICHAEL JOVAN SUGIANTO
Universitas Bina Nusantara,
Jakarta.
jovan.michael93@gmail.com

Saya sangat terkesan dengan program OSTW 2017 ini. Program ini sangat menyenangkan, kami dapat belajar banyak tentang pemikiran dan ide-ide baru. Kami juga dapat melihat sebuah kenyataan dimana di sebuah negara yang kurang lebih sama dengan Indonesia, namun IT mereka sangat berkembang. Untuk peningkatan program OSTW ke depan saya sarankan agar menjadikan OSTW menjadi lebih relevan bagi para peserta. Karena OSTW 2017 lebih seperti “showing off” ke India (pemerintah dan institusi) dimana Indonesia memiliki studentpreneur atau mahasiswa yang memiliki bisnis yang telah siap. Saya mempersiapkan diri untuk bertemu dengan para investor sebelum berangkat ke berbagai universitas. Jadwal kegiatan terlampau padat, saya berharap agar punya waktu yang lebih longgar untuk dapat melihat ‘kehidupan nyata’ di negara yang kita kunjungi (dalam hal ini India


ZANDHIKA ALFI PRATAMA
Institut Teknologi Sepuluh
November, Surabaya
zandikaalfi pratama@gmail.com

Saya melihat bahwa OSTW 2017 adalah program yang sangat baik dan patut dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya karena menjadi wadah pemuda Indonesia untuk mengetahui secara langsung bagaimana aspek bisnis, budaya dan industri di negara yang dikunjungi dan mendapatkan network baru dengan berbagai stakeholder industri dan bisnis. Hal tersebut adalah pembelajaran yang sangat penting bagi wirausahawan untuk memperoleh pandangan serta ilmu untuk mengembangkan bisnisnya.

Harapan saya untuk OSTW 2018 adalah bagaimana Kemenlu RI memfasilitasi wirausahawan teknologi Indonesia untuk belajar secara komprehensif dengan entrepreneur yang sudah sukses. Karena saya yakin bahwa ekonomi teknologi non-digital di masa depan akan menjadi tolak ukur keberhasilan suatu negara untuk maju dengan negara lain. Saya sangat beruntung menjadi salah satu delegasi OSTW 2017 yang berkunjung ke India. Banyak hal yang menjadi kesan saya selama mengikuti kegiatan OSTW 2017. Pertama, program pembekalan sebelum keberangkatan ke India adalah sesuatu yang membuka mata saya bahwa diplomasi Indonesia ke dunia luar bisa dilakukan oleh siapapun, salah satunya entrepreneur.

 

 

 

Kategori