Current Issue Mei 2017

Public Lecture : Dukungan Indonesia Terhadap Palestina dan Peran Pemuda Dukung Diplomasi Publik

Wakil Duta Besar Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Mr. Taher Ibrahim Abdallah Hamad, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah dan Rakyat Indonesia atas dukungan yang telah diberikan kepada Palestina selama ini. Hal tersebut disampaikan oleh Mr. Hamad pada kesempatan kegiatan Public Lecture yang diselenggarakan oleh Direktorat Diplomasi Publik, Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri, bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang, di Malang, 3 Mei 2017. Tema Public Lecture kali ini adalah “Dukungan Indonesia bagi Palestina dan Peran Pemuda dalam Mendukung Diplomasi Publik”

Kegiatan Public Lecture dibuka oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si, dengan keynote speech oleh Duta Besar Rony P. Yuliantoro mewakili Plt. Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik dan Mr. Taher Ibrahim Abdallah Hamad, Wakil Duta Besar pada Kedutaan Besar Palestina di Jakarta. Selain itu, 2017tampil sebagai pembicara pada sesi diskusi adalah Al Busyra Basnur, Direktur Diplomasi Publik; H.M. Mujab, MA, Ph.D, Kepala Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Islam UIN Malang; dan Mohammad Hanifa, Kabid ASEAN dan Kerjasama Intra Kawasan dan Antarkawasan, Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Asia Pasifik dan Afrika, BPPK-Kemlu. Sesi diskusi dimoderatori oleh Dr. Sudirman, Dekan Fakultas Syariah, UIN Malang.Dalam sambutan pembukaannya, Rektor UIN, Mudjia Raharjo, menyampaikan bahwa tugas universitas tidak hanya Tridarma, mengajar, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Ada tugas lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu “membaca dunia”. Oleh karena itu, lanjut Mudjia, “mahasiswa sebagai calon intelektual tidak boleh tidak tahu apa-apa, tidak boleh buta terhadap perkembangan dunia”.

Mudjia juga menyampaikan bahwa sudah lama ada keinginan untuk mengadakan diskusi tentang Palestina, namun baru terlaksana saat ini. Oleh karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan Public Lecture oleh Kementerian Luar Negeri ini.Duta Besar Rony P. Yuliantoro menjelaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina merupakan amanat konstitusi, khususnya Pembukaan UUD 1945 mengenai penghapusan penjajahan dari muka bumi dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Lebih lanjut dipaparkan bahwa ada tiga perkembangan yang perlu diperhatikan dalam mendukung perjuangan Palestina, yaitu: situasi dunia yang terus berubah, bertambahnya aktor diplomasi yang tidak hanya didominasi oleh Kementerian Luar Negeri dan kemajuan teknologi informasi. Dubes Rony P. Yuliantoro juga menghimbau para mahasiswa untuk turut aktif mendukung perjuangan Palestina, a.l. melalui media sosial.Mr. Taher Ibrahim Abdallah Hamad keynote speech-nya menekankan arti penting pendidikan dalam pembangunan suatu negara. “No education, no development”, ujar Mr. Hamad.

Lebih lanjut dipaparkan mengenai proses pembangunan di Palestina, dimana harus ada sinergi diantara 3 pihak, yaitu pemerintah, sektor bisnis dan masyarakat madani. Mr. Hamad juga memaparkan mengenai dukungan politik dan bantuan pembangunan yang telah diberikan oleh Indonesia, termasuk pembangunan rumah sakit dan bantuan teknik, serta menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.Al Busyra Basnur dalam paparannya menyampaikan mengenai definisi diplomasi publik, tujuan dan berbagai program diplomasi publik yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri, seperti Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia, Outstanding Student for the World, Dialog Lintas Agama, dan sebagainya.

Al Busyra juga menekankan pentingnya peran pemuda dan mahasiswa sebagai non-state actor diplomasi Indonesia.Selain kegiatan Public Lecture, diselenggarakan pula Sosialisasi dengan tema yang sama bagi pelajar SMA se-kota Malang, bertempat di SMAN IV Malang, pada 4 Mei 2017. Kegiatan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.Pembicara pada kegiatan Sosialisasi tersebut adalah Agus Heryana, Kasubdit Isu-isu Aktual dan Strategis, Direktorat Diplomasi Publik, Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik dan Mohammad Hanifa, Kabid Kabid ASEAN dan Kerjasama Intra Kawasan dan Antarkawasan, Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Asia Pasifik dan Afrika, BPPK.Kegiatan Public Lecture dan Sosialisasi di Malang berjalan dengan lancar dan mendapat tanggapan yang positif dari para peserta. Hal ini tampak dari tanggapan dan pertanyaan yang muncul dari peserta. Kegiatan di UIN dihadiri oleh 270 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang, sementara kegiatan di SMAN IV dihadiri oleh 180 murid SMA/SMK yang ada di kota Malang.

 

 

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori